Pages - Menu

Tampilkan postingan dengan label Agama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Agama. Tampilkan semua postingan

Kamis, 10 Maret 2016

Beruntung Masuk Lembaga Dakwah Kampus (LDK)



Tak ada satu daunpun yang gugur tanpa sepengetahuan allah, begitulah dalam kehidupan ini yang terjadi semua sudah diatur oleh allah jauh sebelum kita dilahirkan kedunia, sungguh indah skenario yang allah buat dalam hidup ini sehingga allah pertemukan saya dengan suatu organisasi yang tak hanya sekedar organisasi, yang tak hanya sekedar merancang dan melaksanakan program kerja, akan tetapi organisasi ini mempunyai visi kedepan yang tidak hanya memikirkan organisasinya akan tetapi juga memikirkan masalah ummat, agar supaya orang-orang lebih dekat dengan Tuhan-Nya mengerjakan perintah sesuai syariatnya dan menjauhi larangan nya, itu lah organisai ke islaman yang ada di kampus yang biasa dikenal dengan Lembaga Dakwah kampus (LDK). LDK adalah suatu organisasi atau perkumpulan mahasiswa muslim yang ada dikampus,kebanyakan dari mahasiswa menganggap bahwa anak LDK orang nya alim dan pemahan agamanya bagus, saya katakan tidak semua anak LDK mempunyai pemahaman agama yang baik, akan tetapi  orang-orang yang berada di LDK adalah orang-orang yang mau berubah menjadi lebih  baik dan mau belajar tentang agama, yang dulunya bermalas-malasan sholat 5 waktu dengan ikut LDK akan sedikit berubah lebih rajin lagi dalam melaksanakan kewajiban sebagai seorang hamba, dan masih banyak lagi kegiatan positif didalamnya.

Tidak bisa saya pungkiri bahwa ketika saya bergabung dengan LDK sedikit banyak menambah pemahan agama dan mengubah tingkahlaku saya menuju kearah yang lebih baik, awal mula saya masuk LDK adalah ketika saya di paksa oleh senior mengikuti mentoring yang ada di kampus, mentoring adalah salah satu program kerja yang ada di LDK yang mempunyai tujuan agar mahasiswa baru mempunyai fikroh keislaman yang baik, sebagai mahasiswa baru yang masih polos,lugu dan takut sama senior maka ikut lah ajakan senior ikut menoring secara terpaksa meskipun pada awal mulanya tidak tahu mentoring apa, namun seiring berjalan waktu saya mulai sedikit paham apa itu mentoring dan mengapa harus ikut menoring meskipun awal mengikuti menoring karena keterpaksaan ikut ajakan senior . Rasa syukur senantiasa saya ucapkan karena allah telah mempertemukan saya dengan senior yang mempunyai pemahaman islam yang baik sehingga saya ikut mentoring aktif mengikuti kegiatan LDK dan sampai menjadi pengurus LDK. Apa jadinya jika senior yang mempunyai pemahaman islam yang baik tadi tidak mengajak saya untuk mengikuti mentoring,mungkin saya akan jauh dari hal-hal yang diperintahkan dan dilarang oleh allah,bisa jadi senior yang tidak mempunyai pemahaman keislaman yang bagus merekrut saya sehingga berkumpul dengan orang-orang yang mempunyai kebiasaan kurang baik, karena ketika menjadi  mahasiswa baru kita masih polos, siapa yang cepat merekrut maka merekalah yang akan diikuti karena doktrin pada mahsiswa baru mudah sekali untuk diikuti sehingga ketika kebanyakan doktrin yang kurang bagus maka perbuatan yang kurang baguslah yang akan di ikuti dan di kerjakan.

Maka itulah fungsi LDK untuk merekrut dan menjaga fikroh mahasiswa baru agar tidak mengikuti fikrah yang kurang baik atau bahkan jauh dari syariat islam. Beruntunglah saya ketika menjadi mahasiswa baru yang pertama kali merekrut saya adalah senior yang mempunyai fikrah keislaman yang baik dengan mengajak saya ikut mentoring sampai akhirnya sampai sekarang, mudah-mudahan saya istiqomah berada di jalan Dakwah ini.

Lembaga Dakwah Kampus mengajarkan ku banyak hal, mulai dari pemahamn tentang aqidah,fiqih,dan pengetahuan agama lainnya dan dari LDK lah saya mengenal yang namanya tarbiyah,karena tarbiyah sejatinya adalah kewajiban kita sebagai seorang muslim dan tarbiyah merupakan kewajiban kita sampai masuk keliang lahat tidak alasan untuk kita tidak tarbiyah mengajarkan ku tentang arti dan pentingnya ukhuwah, dari tarbiyah pula lah saya bertemu dengan kawan-kawan seperjuangan yang selalu nasehat-menasehati dalam kebaikan, selalu menyemangati di kala sedang rapuh dan selalu merindukannya dalam lingkaran kebaikan.
Semoga allah memberikan keistiqomahan ku dijalan dakwah, dan selalu bersama teman seperjuangan dan kelak bisa berkumpul dan bertemu kembali didalam syurganya. Aamiien..

By Badaruddin
Dari bumi katulisthiwa, pontianak Kalimantan barat

Salah Ukhuwah

Jumat, 04 Maret 2016

Media sosial sebagai tempat Curhat

Duhai jiwa yang terluka
Tidak sepatutnya engkau tumpahkan air mata di sosial media
Namun simbahkan air matamu di dalam kesunyian, di hadapan Allah azza wajalla
Karena hanya dialah yang mampu memberikan solusi hakiki
Sementara itu sosial media hanya merespon mu dengan rasa iba
Duhai jiwa yang gelisah, yang kesepian dalam kerinduan
Jangan tuturkan resah mu di sosial media, sehingga syahwat dunia mengatur siasat untuk menerkam mu, membuaimu dengan uraian kata-kata semu, ketika engkau lengah dan lunglai maka dia akan menjerat mu
Curhat lah hanya kepada Allah SWT, karena hanya Allah azza wajalla yang mampu memberikan solusi terbaik bagi setiap makhluk, sementara makhlik banyak mengecewakan makhluk yang lain
Maka jangan lah engkau pajang aurat mu di sosial media,terlebih lagi isi hatimu
Jadikan sosial media untuk tularkan kebaikan, mengajak kepada yang ma’ruf  mencegah kemungkaran dengan penuh kelembutan.

......"Sesungguhnya hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku, dan aku mengetahui dari Allah apa yang kamu tiada mengetahuinya". (QS.Yusuf (12): 86)


Ini merupakan nasehat kita bersama bahwa Banyak para pengguna sosial media seperti facebook,instagram,BBM dan sebangsanya (sosmed yang lain maksudnya) sebagai sarana menumpahkan perasaan,masalah, keluh kesah, galau dan lain sebagainya. Kalau kita pikir apa gunanya kita menuangkan semuaa masalah dan keluh kesah kita di sosmed, apakah sosmed bisa membantu menyelesaikan masalah kita, atau mungkin hanya ingin mencari perhatian orang lain agar tahu masalah kita, apakah dengan begitu semua masalah dan urusan kita bisa terselesaikan, tentu tidak mungkin bukan?? Maka bijak lah dalam menggunakan media sosial buatlah  medsos sebagai sarana amal kita dengan membuat status yang bermanfaat,membuat nasehat-nasehat, mengshare ilmu-ilmu dan berita yang bermanfaat, jangan malah membuat tempat kita berkeluh kesah. Jika kita punya masalah maka curhatlah dengan yang maha kuasa di sepertiga malam kita, curhat lah sama allah ceritakan semua masalah kita, karena allah akan membantu kita dalam menyelesaikan masalah-masalah tersebut karena sebenarnya dia lah yang mengatur hidup kita.

Selasa, 01 Maret 2016

berbuat baiklah (nasehat Pribadi)


Bismilah

Kita masih hidup dilangit yang sama dengan hembusan angin yang tak berbeda, hamparan ladang luas itu sudah didepan mata, apakah kita hanya ingin membiarkan ilalang dan tanaman liar tumbuh diatasnya atau kita mulai menebar benih-benih kebaikan sehingga tumbuh dan berkembang menjadi pohon yang rindang yang menyejukan orang banyak dan bermanfaat bagi orang lain.

Banyak manusia yang acuh tak acuh terhadap keadaan sekitar, mereka hanya sibuk untuk dirinya sendiri, sibuk memperbaiki diri sendiri, sehingga apa yang terjadi di sekelilingnya mereka tak mau ambil pusing, ketika banyak kemungkaran, maksiat,kezhaliman yang terjadi di sekitar kita tidak kita pedulikan karena menganggap bahwa hal tersebut bukanlah kewajiban kita.

“Barangsiapa di antara kalian yang melihat kemungkaran maka ubahlah dengan tangannya, maka apabila tidak bisa ubahlah dengan lisannya, maka apabila tidak bisa maka dengan hatinya yang demikian selemah-lemahiman”(HR. Muslim dari Abu Sa’id Al Khudry)

Dalam hadis sebuah hadis tersebut dikatakan jika kita melihat kemungkaran maka kita harus mengubah dengan tangan jika tidak mampu ubahlah dengan kata-kata dengan cara memberi peringatan,memberi nasehat yang baik dan jika kita tidak bisa mengubah kemungkaran dengan kata-kata maka kita di perintahkan mengubahnya dengan hati, dan mengubah kemungkaran dengan hati adalah selemah-lemah nya iman, kita bisa mengukur bagaimana keimanan kita kepada allah dengan cara melihat respon kita terhadap kemungkaran yang terjadi disekeliling kita.

Mengajak orang berbuat baik itu adalah merupakan amal ibadah kepada kita, hamparan ladang itu sudah didepan mata  artinya banyak orang-orang di sekeliling kita yang perlu sentuhan tangan kita agar juga bisa berbuat kebaikan namun apakah kita membiarkan ilalang dan tanaman liar tumbuh diatas nya, apakah kita membiarkan saudara-saudara kita terus-menerus membuat kemungkaran sehingga dampaknya bisa merugikan orang lain bahkan bisa merugikan diri kita karena kurang nya sentuhan kebaikan dari kita atau kita mulai menanam benih-benih kebaikan, mulai mengajak orang-orang yang berbuat kemungkaran, maksiat dan kezhaliman untuk meninggalkan perbuatan tercela tersebut sehingga mereka bisa menjalan perintah allah dan meninggalkan larangan nya seperti yang disebutkan alquran dan sunnah.

Jangan mengaku ummat nabi muhammad jika kita tidak mengikuti dan meniru keteladannya,bagaimana dulu rosulullah memperjuangkan agama islam,membangun bata-bata bangunan islam sehingga islam tetap berkembang hari ini, apakah kita hanya ingin menghancurkan bata bangunan islam yang sudah rasulullah bangun sejak dahulu atau kita mulai meneruskan bangunan tersebut demi tegaknya bangunan islam dengan cara menebar kebaikan dan mengajak orang-orang untuk berbuat baik.

Dan (ingatlah) ketika suatu umat di antara mereka berkata: "Mengapa kamu menasehati kaum yang Allah akan membinasakan mereka atau mengazab mereka dengan azab yang amat keras?" Mereka menjawab: "Agar kami mempunyai alasan (pelepas tanggung jawab) kepada Tuhanmu, dan supaya mereka bertakwa.(QS,Al-a’raf : 164)
Menasehati seseorang atau mengajak seseorang untuk berbuat kebaikan adalah tanggung jawab kita sebagai seorang muslim dan sebagai alasan kita peleppas tanggung jawab di akhirat kelak dan supaya mereka bertakwa.


Wallahua’alambissawab

Sudah kah kita bersyukur hari ini???


Sudah kah kita bersyukur hari ini???
Pernah kah sebelum tidur kita meminta agar ketika bangun di esok pagi kita masih bisa bernafas,tangan ini masih bisa bergerak,mata ini masih bisa melihat,telinga ini masih bisa melihat,jatung ini masih bisa berdetak, tentu kita tidak akan bisa tidur jika kita sebut tubuh ini satu persatu untuk tetap allah jaga agar selalu senantiasa befungsi sebagaimana mestinya, namun sungguhpun kita tidak meminta hal tersebut tetapi allah tetap jaga semua anggota tubuh kita dan dibangun kan allah dipagi hari dengan kondisi yang sehat,allah masih izin kan kita untuk bernafas secara gratis, jika kita lihat saudara-saudara kita yang sakit masuk rumah sakit bernafas saja susah dan harus bayar karena harus pakai oksigen tambahan.

Lantai sudahkah kita bersyukur hari ini??? Apa yang telah kita lakukan hari ini sebagai bentuk rasa syukur kita kepada Allah.

Kebaikan apa yang telah kita lakukan hari ini????
Mari sejenak kita berpikir sebelum menngakhiri malam hari ini, mereview kembali aktivitas yang telah kita lakukan hari ini,digunakan untuk melihat apa mata kita,apa yang telah tangan kita lakukan hari ini,kemana kaki ini melangkah,sudahkah kita melakukan perbuatan-perbuatan yang baik yang bermanfaat bagi diri kita dan orang-orang disekitar kita, sudah kah setiap detik waktu yang kita gunakan dengan sebaik mungkin sebagai bentuk syukur kita kepada allah,sudah kah kita menjalankan perintahnya,melaksanakan syariatnya, selalu mengupgarede diri lebih baik lagi menambah kapasitas pengetahuan kita, atau bahkan mungkin kita kufur terhadap nikmat yang allah berikan hari ini, menghabiskan dengan hal-hal yang kurang bermanfaat,ingkar kepada allah dan berbuat berbuat maksiat.

Sudah kah kita mengajak orang lain untuk berbuat baik??
Mengajak orang lain berbuat baik juga merupakan kewajiban kita, karena di akhirat kelak kita akan ditanya sudah kah kita mengajak orang-orang disekeliling kita untuk mengerjakan kebaikan??
Di akhirat kelak kita akan ditanya sudahkah kita memberikan peringatan,sudah sampaikah sebuah  peringatan  kepadamu, nyala lilin api yang kita punya harus pernah kita tawarkan kepada orang lain agar orang lain juga menyalakan lilinnya, artinya kita tidak boleh hanya berbuat baik sendirian, kita harus juga mengajak orang lain untuk berbuat kebaikan.
Semoga kita selalu bisa berbuat baik dan mengajak orang lain berbuat baik agar kebaikan selalu tersebar dimuka bumi ini dan juga kebaikan yang kita lakukan hari ini sebagai bekal kita di hari akhir kelak.


Wallahua’alam bissawab

Minggu, 21 Februari 2016

Menghormati seorang guru







Guru merupakan seorang yang sangat berjasa bagi kehidupan kita,baik itu guru agama,guru ngaji, guru di sekolah dan juga guru di kampus. Mereka dengan ikhlas memberikan ilmu kepada kita sehingga kita tahu mana yang benar dan mana yang salah, mana yang halal dan mana yang haram. Betapa hebatnya perjuangan mereka sehingga melahirkan pemimpin-pemimpin bangsa, semua profesi yang ada didunia ini tidak lepas dari andil seorang guru karena sebelum mereka jadi presiden,menteri,pejabat,polisi dan profesi yang lainnya tentu mereka akan menempuh yang nama nya jenjang pendidikan dibangku sekolah dan kita tidak akan bisa mengenyam pendidikan jika tidak ada seorang guru.

Akan tetapi manusia di zaman ini sedikit sekali yang menghormati gurunya, mereka anggap seorang guru hanya sebatas profesi biasa dan menganggap guru ketika ada disekolah atau pun dikampus akhlak kepada gurunya sangat buruk bahkan menyamakan guru dengan seorang teman berkata seenaknya,bertingkah sesuka hati kepada gurunya. Kadang ada guru yang dibencinya bahkan ada yang mencacinya dengan alasan gurunya garang,killer ngajar nya susah di mengerti sehingga tak jarang banyak siswa yang melukai dan menyakiti hati guru atau dosennya, sehingga wajar ketika ilmu yang diperoleh kurang bermanfaat akibat kurang menghormati seorang guru dan ilmu tersebut tidak akan berguna. Jika kita lihat banyak orang-orang yang berilmu tapi ilmu mereka membawanya kejurang kehancuran,banyak pejabat yang korupsi,berjudi melakukan tindakan asusila bukan nya mereka tidak berilmu tetapi karena ilmunya tak bermanfaat, karena syarat ilmu bisa bermanfaat salah satunya hormat terhadap guru.

Jika kita belajar dengan ulama terdahulu bagaimana mereka menghormati gurunya mulai dari cara bicara dengan guru,cara duduk mereka sangat berhati-hati sehingga ilmu yang diperoleh bisa bermanfaat dan berguna bagi orang banyak, terlebih lagi kepada seorang guru agama atau guru spritual kita. Terdapat banyak riwayat atau hadist yang menjelaskan keutamaan dan pentingnya menghormati seorang guru. Karena Guru adalah pewaris para nabi. Karena lewat seorang guru, wahyu atau ilmu para nabi diteruskan kepada umat manusia. Imam Al-Gazali mengkhususkan seorang guru dengan sifat-sifat kesucian, kehormatan, dan penempatan guru langsung sesudah kedudukan para nabi. Beliau juga menegaskan bahwa: “Seorang yang berilmu dan kemudian bekerja dengan ilmunya itu, maka dialah yang dinamakan besar di bawah kolong langit ini, dia ibarat matahari yang menyinari orang lain dan mencahayai dirinya sendiri, ibarat minyak kesturi yang baunya dinikmati orang lain dan dia sendiri pun harum. Siapa yang berkerja di bidang pendidikan, maka sesungguhnya dia telah memilih pekerjaan yang terhormat dan yang sangat penting, maka hendaknya dia memelihara adab dan sopan satun dalam tugasnya ini.”

Guru merupakan bapak rohani bagi seorang murid, gurulahlah yang memberikan santapan jiwa dengan ilmu, pendidikan akhlak, dan membimbing para muridnya. Maka, menghormati guru berarti penghargaan terhadap anak-anak kita, dengan guru itulah, mereka hidup dan berkembang. Sesuai dengan ketinggian derajat dan martabat seorang guru, tidak heran kalau para ulama sangat menghormati guru-guru mereka. Cara mereka memperlihatkan penghormatan terhadap gurunya antara lain sebagai berikut.

1.      Mereka selalu rendah hati terhadap gurunya, meskipun ilmu sudah lebih banyak ketimbang gurunya.
2.      Mereka menaati setiap arahan serta bimbingan guru, seperti seorang pasien yang tidak tahu apa-apa tentang penyakitnya dan hanya mengikut arahan seorang dokter pakar yang mahir.
3.      Mereka juga senantiasa berkhidmat kepada guru-guru mereka dengan mengharapkan balasan pahala serta kemuliaan di sisi Allah Swt.

4.      Mereka memandang guru dengan perasaan penuh hormat dan ta’zim (memuliakan) serta memercayai kesempurnaan ilmunya. Hal ini akan lebih membantu pelajar untuk memperoleh manfaat dari apa yang disampaikan oleh guru mereka.

Itu lah pentingnya menghormati seorang guru, kita harus selalu menghormati seorang guru meskipun kita sudah lulus dan tidak lagi berguru kepadanya,meskipun kita sudah menjadi pejabat atau ilmu kita sudah lebih tinggi dari guru kita harus tetap menhormati guru karena bagaimanapun kita bisa seperti sekarang karena perjuangan seorang guru dan kita harus selalu mendoakan beliau agar diberi keselamatan,kesejahtraan dan umur yang panjang.

Wallahua’alam bissawab





Rasa Cemas pada diri seseorang


Setiap orang biasanya pernah merasakan yang namanya cemas,gelisah,was-was,takut gagal,putus asa dan galau . Biasa nya yang paling banyak merasakan hal di atas adalah dari kalangan anak muda meskipun dari kalangan orangtua juga ada, cemas ketika mengalami kesulitan,khawatir dengan masa depan yang belum jelas,galau ketika diputusin pacar,gelisah ketika mengalami ujian, bahkan bisa putus asa dikala beban yang menimpanya begitu berat.Biasanya untuk anak SMA gelisah takut ujian tidak lulus,setelah lulus cemas takut tidak diterima di perguruan negri faforit,setelah  kuliah khawatir bisa dapat pekerjaan atau tidak, masa depan nya terasa suram dan gelam karena dihantui rasa cemas,khawatir,takut dan lain sebagainya.

Persis ketika seseorang ingin pergi kehutan semua bekal di persiapan dengan lengkap, berbekal tas dengan makanan yang lengkap,senjata,dompet tebal dengan uang, akan tetapi jika tidak tau seluk beluk hutan,tidak tau medan didalam hutan,tidak tau bagaimana menaklukan binatang buas maka tentu ia akan merasakan hal-hal diatas,cemas,gelisah,khawatir. Tentu tidak akan ada gunanya bekal yang dibawa,uang banyak tidak tahu mau di apakan, dan bekal makanan yang ia bawa tentu akan habis yang membuat mereka khawatir mau cari makan dimana padahal makanan dihutan melimpah ruah.

Dan mereka juga akan khawatir dengan keselamatan didalam hutan,selalu khawatir akan serangan binatang buas karena mereka tidak tahu bagaimana menaklukan binatang buas. Dan ketika mendapati bukit yang menjulang langsung mengeluh dan putus asa karena tidak tahu ujung perjalanan dan akhirnya lengkaplah sudah kekhawatiran dan ketakutan mereka didalam hutan.
Namun bagi orang yang sudah mengenal seluk beluk isi hutan tentu tidak akan rasa cemas,gelisah,was-was dan rasa takut misal nya Tarzan sang manusia hitan ia selalu gembira dan ceria dalam menghadapi kesulitan, tantangan dan rintangan di dalam hutan karena ia tahu seluk beluk isi hutan, ia selalu gembira tak ada sedikitpun rasa cemas,gelisah,takut dan was-was. Ia berbekal secukupnya karena tahu bahwa dihutan ada makanan yang berlimpah dan ia tak pernah merasa cemas menghadapi binatang buas karena ia tahu bagaimana menaklukan binatang luas,semua yang menyulitkan dan menyengsarakan ternyata mudah saja bagi tarzan karena ia memiliki kunci pokok untuk menghadapi hal tersebut yaitu ilmu atau pengetahuan tentang hutan dan cara mengatasi kesulitan di hutan.

Begitu juga dengan kehidupan yang kita hadapi saat ini jangan berharap memperoleh ketenangan hidup dan kebahagiaan jika kita tidak tahu ilmu nya yang ada malah perasaan cemas setiap hari. Ilmu untuk mengatasi semua ini hanya sattu yaitu ilmu dari yang menciptakan dunia ini. Itulah islam dengan pedoman pokoknya alquran dan sunnah. Semua rahasia kehidupan didunia dan akhirat sudah dijabarkan secara lengkap dalam alquran dan sunnah. Tidak ada satu pun urusan dan masalah didunia ini kecuali sudah ada jalan keluarnya. Jadi jika kehidupan ini masih di hantui rasa cemas yang menengsarakan berarti penyebab inti nya kurang pemahaman ilmu agama dan kurang berpegang teguh terhadap alquran dan hadits.

Oleh karena itu buanglah jauh-jauh rasa cemas,karena rasa cemas hanya buang-buang waktu,membuang-buang energi tubuh dan merusak ibadah kita.  jangan mencemaskan sesuatu yang belum tentu terjadi. Sadarilah hidup ini terlalu singkat, terus kapan kita akan merasakan kebahagiaan jika hari-hari kita dihantui rasa cemas yang akan membuat kita semakin sengsara dan menghilang rasa nikmat yang ada pada diri kita. Cemas menandakan bahwa kurang mantapnya keimanan bahwa segala kejadian yang menimpa kita adalah kehendak dari allah swt.

“tidak ada sesuatu musibah pun yang menimpa seseorang, kecuali dengan izin allah. Barang siapa yang beriman kepada Nya, niscaya dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan allah maha mengetahui segala sesuatu”. (QS.At-Taghhaabun : 11)

Semua yang terjadi atas izin allah,allah tahu yang terbaik buat kita jadi tidak perlu ada kecemasan lagi padi diri kita,buang jauh-jauh rasa cemas pada diri kita dan mantapkan keimanan kita kepada allah bahwa yang terjadi pada diri kita hari ini dan yang akan datang sudah allah tulis di lauhul mahfudz sebelum kita lahir dan ini lah yang terbaik yang allah berikan. Jangan sampai pikiran kita sibuk mecemaskan perbuatan-perbuatan makhluk, dan jangan sampai kita mengharapkan datangnya bantuan-bantuan makhluk, karena tidak ada satu makhluk pun yang bisa mendatangkan manfaat atau mudharat kecuali atas ijin allah.


Wallahua’alam bissawab

Renungan kasih sayang orang tua









Bismillah

Bicara tentang kasih sayang,semua orang pasti ingin disayang, apalagi kasih sayang itu datang dari orang tua karena ridho allah itu tergantung dari ridha orang tua,jika orang tua sayang dan ridha  sama kita maka allah juga akan sayang dan ridha pada kita, akan tetapi anak muda jaman sekarang suka tidak mempedulikan orang tua,suka membantah,membentak bahkan melawan orang tua. Anak muda zaman sekarang jika dinasehati orang tua suka menghiraukan nya,tak mau mendengarkan nasehat agar menjauhi perbuatan yang kurang bermanfaat,ketika dilarang pulang larut malam,dilarang bergadang,dilarang keluyuran mereka membantah dan melawan dengan berbagai alasan mencari pembenaran bahwa apa yang dilakukan itu tidak ada salahnya,memarahi orang tua jika keinginannya tidak dituruti. Hampir semua remaja mempunyai masalah sama orang tuanya padahal orang tua berbuat seperti itu karena menginginkan yang terbaik untuk anaknya. Kita tidak boleh sedikit pun membentak dan melawan sama orang tua malah kita harus berbakti kepada orang tua mumpung beliau masih hidup karena kita tidak akan bisa membalas semua jasanya.

Dalam suatu riwayat di kisahkan, pada waktu itu ada seorang sahabat yang ingin membalas kebaikan ibundanya kemudian ia menggondong ibunya pergi haji dan jaraknya nya itu sangat jauh sekitar 6 Mil dan jika ibundanya bergerak sedikit saja maka luka lah kulit sahabat itu, tapi dia terus berkata saya ikhlas ya allah untuk ibunda ku, dia berjalan terus dibawah terik sinar mentari di padang pasir hingga akhirnya ia tiba di ka’bah bahkan ketika tawaf pun ibundanya di gendongnya meskipun punggungnya penuh dengan luka dia tetap ikhlas melakukan hal tersebut untuk bundanya karena dia berfikir mungkin hal tersebut yang bisa dilakukan untuk membalas jasa ibunya, kemudian sahabat tersebut menghampiri rasulullah dan berkata “ya rasulullah saya sudah menggendong ibundaku dari rumah sejauh 6 mil dan kemudian ibundaku saya bawa haji melaksanakan tawaf, sudahkah saya mampu membalas kebaikan ibunda ku”, ternyata rasululaah menjawab” apa yang engkau lakukan masih belum cukup untuk membalas kebaikna ibunda mu”.

Bukankah ibunda kita yang dulu sembilan bulan mengandung dan mengandung kita kemana-mana, bukan kah ibunda kita yang dulu tidak berdaya digendognya setiap hari dengan rasa cinta dan kasih sayang, kemudian pantaskah jika kita sekarang melawan orang tua. Melawa orang tua merupakan sebuah dos besara seperti yang disampaikan rasulullah.

“maukah kalian aku beritahu dosa yang paling besar? Maukah kalian aku beri tahu dosa yang paling besar? Maukah kalian aku beri tahu dosa yang paling besar? “ Kami ( para sahabat ) menjawab, “tentu saja ya rasulullah”, beliau menjawab, yaitu menyekutukan Allah dan berani kepada orangtua”. (Dikeluarkan oleh Imam Al-Bukhari mentakhrijkan hadits ini dalam Kitab “Syahadat” bab : apa yang dikatakan dalam saksi palsu)

Sudah berapa lama spanjang hidup kita berani kepada orantua,melawan orangtua,membentak ayah ibu kita ,mengeluarkan kata-kata kasar kepada mereka. Sudah berapa lama sepanjang hidup kita hanya membuat air mata mereka menetes akibat ulah perbuatan kita. Seandainya kita mengalami seperti saudara-saudara kita di palestina ribuan orang menjadi anak yatim piatu mereka tidak punya lagi ayah dan ibu karena telah meninggal dunia akibat kezhaliman Yahudi laknatullah apa yang akan kita rasakan, tapi hari ini meskipun kita mempunyai orangtua malah kita sering menyakitinya bukan menyenangkan hati mereka.

Hari ini kita masih punya ayah dan ibu tapi apa yang sudah kita perbuat untuk mereka, mari kita evaluasi sebulan yang lalu kita sudah melakukan dosa apa kepada mereka, setahun yang lalu engkau pernah melakukan dosa apa kepada mereka, sepanjang hidup kita dosa apa yang telah kita lakukan kepada mereka, apakah kita melupakan kebaikan-kebaikan ibunda kita selama ini,mengandung kita selama 9 bulan tidak pernah mengeluh kemanapun kita dibawa berapa berat perjuangan seorang ibu pada saat itu,ibu kita mual-mual,tidak bisa tidur,tidak bisa menghadapkan tubuhnya kebawah karena kita ada didalamnya bahkan setiap malam ibu dan ayah kita berdoa demi keselamatan kita agar menjadi anak yang soleh dan solehah,berbakti kepada orang tua dan taat kepada tuhannya. Betapa pengasih dan penyayang ayah dan ibu kepada kita.

Ketika sudah sembilan bulan berada dalam kandungan ibu kita harus berjuang untuk melahirkan kita dengan bersimbah darah,dengan rasa sakit dan bahkan ibu kita rela jika meninggal dunia karena melahirkan kita asalkan kita selamat, orang tua lebih mementingkan leselamatan anaknya daripada dirinya sendiri dan mereka sangat bahagia karena kita lahir dengan selamat bersyukur kepada allah atas kelahiran kita. Perjuangan ibu tidak hanya sampai disitu setiap malam kita menangis membuat mereka tidak bisa tidur,kemudian kita belajar berjalan karena mereka lah dengan sabar melatih kita hingga akhirnya bisa berjalan, mereka ajarkan kita berbicara hingga akhirnya kita bisa berbicara, tahun demi tahun dilewati hingga akhirnya sekarang menjadi anak remaja dan dewasa. Setelah kasih sayang yang ayah dan ibu kita berikan sedemikian rupa tak pernah meminta balas dari kita, setelah mereka begitu cinta kepada kita memberikan kasih sayangnya dengan penuh ketuluusan. Apakah  dengan begitu saja setelah kita tumbuh besar melupakan perjuangan orangtua kita? Pantas kah kita  membentak,memarahi mereka? Sudahkah kita membuat mereka bahagia? Apakah kita menunggu orangtua kita tidak ada baru kita mau menyesal dan akan berbuat baik?

Sebelum terlambat berbaktilah kepada orang tua, buatlah mereka bahagia karena kita tidak akan pernah bisa membalas,jasa-jasa mereka,kebaikan-kebaikan mereka, jangan sampai allah murka kepada kita karena perbuatan kita yang selalu menyakiti orang tua kita. Semoga ini menjadi renungan bagi kita semua agar selalu berbakti kepada kedua orangtua.

Ya Allah ya raab ampuni segala dosa kedua orangtua kami sebagaimana mereka mengasuh kami ketika kecil
Ya allah ya raab jadikan hari-harinya penuh kebahagian dan ketentraman
Yaallah yarab jadikan akhir hayat nya khusnul khatimah
Yaallah yaraab ampuni kami jika selama ini sering menyakiti dan melukai hatinya dan sering membuatnya menangis
Ampuni jika kami masih belum bisa menjadi anak yang berbakti kepadanya


Sabtu, 13 Februari 2016

Istidraj

Banyak manusia yang melakukan dosa baik secara terang-terangan maupun sembunyi-sembunyi tanpa merasa salah dan berdosa dalam mengerjakannya, sedangkan allah maha melihat semua apa yang dikerjakan manusia di dunia, tetapi meskipun sering melakukan maksiat jalan hidup mereka sepertinya mulus, tentram dan damai padahal sebenarnya itu adalah istidraj allah swt.
Istidraj adalah kesenangan dan nikmat yang Allah berikan kepada orang yang jauh dari-Nya yang sebenarnya itu menjadi azab baginya apakah dia bertobat atau semakin jauh. Sederhananya adalah, jika kita dapati seseorang yang semakin buruk kualitas ibadahnya, semakin tidak ikhlas, berkurang kuantitasnya, sementara maksiat semakin banyak, baik maksiat kepada Allah dan manusia, lalu rezki baginya Allah berikan melimpah ruah, kesenangan hidup begitu mudah didapatkan, tidak pernah sakit dan celaka, panjang umur, bahkan Allah berikan keluarbiasaan pada kekuatan tubuhnya. Maka, hati-hatilah bisa jadi ini adalah istidraj baginya, bukan karamah, secara beransur Allah menariknya dalam kebinasaan.

Yang seperti ini biasanya memang Allah berikan kepada orang-orang kafir dan ahli maksiat. Sebagaimana keterangan berikut:

Dan janganlah sekali-kali orang-orang kafir menyangka, bahwa pemberian tangguh Kami kepada mereka adalah lebih baik bagi mereka. Sesungguhnya Kami memberi tangguh kepada mereka hanyalah supaya bertambah-tambah dosa mereka; dan bagi mereka azab yang menghinakan. (Al‘Imran: 178)

Hal ini juga dikabarkan oleh hadits Nabi dari ‘Uqbah bin ‘Amir Radhiallahu ‘Anhu, bahwa Nabi bersabda:

Apabila engkau melihat Allah memberikan kepada seorang hamba berupa nikmat dunia yang disukainya padahal dia suka bermaksiat, maka itu hanyalah istidraj belaka, lalu Rasulullah membaca: Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, Maka ketika itu mereka terdiam berputus asa. (Al An’am: 44). (HR. Ahmad No. 17311. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mentatakan: hasan. Lihat Ta’liq Musnad Ahmad No. 17311)

Berhati-hati lah jika seseorang sering melakukan maksiat tanpa ada perasaan berdosa tetapi allah biarkan itu semua dengan cara memberikan kekayaan melimpah,rumah mewah,istri cantik dan kesenangan duniawi lainnya, itu adalah tanda bahwa allah sudah tidak lagi mencintai mereka karena perbuatan dosa yang dilakukakan, pada akhirnya allah akan cabut semua kekayaan dan harta yang dimiliki dengan cara-cara yang allah kehendaki, bisa saja dengan memberikan masalah-masalah yang bertubi-tubi pada hidupnya, misalnya dengan cara salah satu keluarganya sakit sehingga dibawa kerumah sakit dan membutuhkan biaya yng sangat mahal sehingga menghabiskan kekayaan nya atau dengan cara anaknya menjadi anak yang durhaka,membuat aib keluarga, itulah istidraj allah. Wallahua’alam Bissawab. .




Selasa, 09 Februari 2016

Memperoleh bahagia dan Akhirat

Hari ini banyak manusia yang galau ketika masalah demi masalah datang dan tidak sedikit dari mereka mengeluarkan biayaya mahal untuk mencari kebahagiaan menyiapkan waktu pergi ke suatu tempat demi mencari kesenangan, tetapi apakah kesenangan atau kebahagiaan itu bisa didapatkan?
Semua orang mengejar-ngejar kebahagiaan, namun tidak semua orang tahu bagaimana mencari kebahagiaan sesusungguhnya, untuk mencapai kebahagiaan itu manusia tidak tahu siapa gurunya, ada yang memilih gurunya adalah nafsu, akhirnya oleh nafsu tersebut dibawa kemana-mana, dibawa ketempat maksiat, mabuk-mabukan,judi. Mereka menganggap dengan melakukan maksiat, melampiaskan nafsunya bisa mendapatkan kebahagiaan, akan tetapi justru sebaliknya yang mereka dapatkan adalah kesengsaraan, nafsu tidak pernah kenal lelah mengajak manusia terhadap kemungkaran dan hanya membuat manusia semakin hancur, hanya ada satu kunci yang akan membuat manusia mememperoleh kebahagiaan yaitu dengan menjadikan Allah sebagai gurunya, menjadikan Allah sebagai tempat memperoleh kebahagiaan, maka allah akan membimbing kita untuk memperoleh kebahagiaan seperti yang difirmankan Allah dalam surah Al-a’la.
Surah Al-a’la adalah sebuah surah yang sangat di senangi oleh Rasulullah SAW,surah yang sangat dicintai Rasulullah SAW, sampai-sampai Rasulullah suka membaca surah ini di hari-hari besar, ketika hari raya idul fitri dan idul adha rasulullah membaca surah ini juga di hari jumaat ketika beliau meanjadi imam beliau akan membaca surah ini, begitulah ahli tafsir menyebutkan keutamaan surah ini, mengapa rasulullah membaca surah ini dihari ketika rata-rata manusia hadir pada waktu itu? Karena dalam surah ini  ada sebuah deklarasi kebahagiaan yang allah ringkas kedalam dua ayat,yaitu ayat ke 14-15.
Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri (dengan beriman), dan dia ingat nama Tuhannya, lalu dia shalat. (QS al-A’la [87]: 14-15)
Dalam ayat ke 14 allah mengunakan kata Qad yang artinya “sungguh” yaitu sebuah penegasan dan ketika allah mengatakan sungguh, maka hal ini pasti benar tearjadi, tidak ada yang bisa membantah bahwa ini adalah kebenaran final jalan menuju kebahagiaan “Aflaha” dengan menggunakan fiil madhi yang artinya sudah lampau, para ahli tafsir mengatakan dan menegaskan bahwa ketika allah menggunakan fiil madhi maka hal tersebut pasti terjadi, ketika allah memastikan ini terjadi maka tidak boleh seorang mukminpun yang meragukan hal ini, lakukan hal ini dengan dengan kejujuran iman dankeyakinan maksimal maka hal ini pasti terjadi.
Dari terjemahan QS al-A’la [87]: 14-15 terdapat 3 kunci untuk memperoleh kebahagiaan yang sesungguhnya yaitu :
  • 1.      Membersihkan diri

Ketika kita mempunyai mobil atau motor tentu kita akan membersihkan nya baik mesin mau pun bagian yang lain agar bisa digunakan dengan baik dan prima, namun terkadang manusia lupa membersihkan dirinya sehingga hatinya menjadi kotor akibat perbuatan dosa yang dilakukan, kalau mesin motor jarang di bersihkan tentu akan  kotor dan tersendat-sendat jika digunakan, begitu juga dengan manusia ketika jarang membersihkan dirinya tentu ia akan tersendat-sendat dalam melaksanakan ketaatan kepada allah.
Banyak orang yang mengaku beriman tetapi mereka sibuk dengan melakukan dosa,mereka tidak sadar bahwa mereka sedang melakukan dosa, berapa banyak wanita muslimah yang membuka aurat tetapi mereka tidak menganggap bahwa itu merupakan sebuah dosa, lebih parahnya lagi banyak orang melakukan dosa berbuat maksiat secara nyata di depan banyak orang,korupsi dan kemugkaran lainnya, ketika ditanya agama nya adalah islam, melaksanakan shalat, lalu dimanakah itu sholat?,dimana keimanannya? Hampir sensitif keimanan itu hilang karena jiwa sudah kotor, ketika jiwa kotor maka tidak ada sinyal dengan allah,ketia disconnected dengan allah maka akan senang berbuat dosa karena tidak pernah memberihkan diri, dan kebahigiaan tidak akan pernah bisa di peroleh ketika jarang membersihkan diri dari segala dosa.
  • 2.      Berzikir kepada Allah SWT

Untuk membuktikan jiwa ini bersih maka harus lah berzikir kepada allah,seperti yang difirman kan allah “dan dia ingat nama Tuhannya” selalu berzikir tuhannya selalu ingat kepada Allah, ketika manusia selalu sadar bahwa dirinya selalu diawasi dan diurus oleh allah,ketika tidur jantung digerakan, darah dialirkan,diberikan oksigen dan diberi kesehatan, itu semua allah yang memberi dan menjaga, lantas pantaskah kita melupakan allah sedangkan setiap hari allah yang menjaga kita,haris adaa konvensasinya yaitu berupa zikir.
Ibadah zikir adalah ibadah yang tidak dibatasi oleh waktu, hampir semua ibadah dibatasi oleh waktu ketia shalat lima waktu,puasa ramadhan ada waktu nya sedangkan zikir kapan saja,agar selalu berzikir kepada allah SWT.
Semakin dekat dengan allah semakin kuat sinyal iman kita,semakin kuat sinyal iman kita maka semakin terjaga dari dosa,semakin bersih dari dosa maka bersihlah diri kita.
  • 3.      Shalat

Setelah zikir langkah selanjutnya melaksanakan shalat, untuk mencapai sebuah kualitas shalat yang hakiki hendaknya seseorang menjadi ahli zikir. Dan menjadikan shalat sebagai tempat menghibur diri ketika kita banyak masalah,lelah dan lesu maka shalatlah,karena shalat tempat kita tempat kita bertemu dengan allah SWT.
Nah,ketika ke 3 kunci tips memperolah kebahagian dalam surah ala’la di laksanakan maka kebahagiaan dunia akhirat akan diperoleh.

Waallahua’alam bissawab.

Minggu, 07 Februari 2016

Pemimpin bangsa hari ini

            Hari ini Indonesia kehilangan Figur pemimpin yang layak dipercaya, layak dicontoh,banyak wakil rakyat tidak lagi memperhatikan masalah-masalah bangsa,tidak lagi mementingkan kepentingan rakyat, sibuk mementingkan urusan pribadi,sibuk mengenyangkan perut sendiri sehingga masyarakat bawah menjerit dan tak heran ketika hari ini setiap hari masalah demi masalah bertubi-tubi  menimpa bangsa ini dan tak kunjung terselesaikan karena minimnya pemimpin yang bertanggung jawab,Tidak sedikit para pemimpin bangsa mulai dari tingkat menteri sampai kepemerintahan tingkat desa banyak yang kurang amanah,KKN,melakukan kemungkaran dan Maksiat.

            Kurang nya figur pemimpin yang layak di percaya dan bisa dicontoh seharusnya masyarakat indonesia bisa mengevaluasi diri, mengapa hal ini bisa terjadi? Hal ini bisa terjadi bisa jadi karena tingkah laku dan perbuatan masyarakat yang jauh dari tuhannya, maksiat merajalela,suka berlaku aniaya, miskin hati,sempit hati dan tidak peduli terhadap nasib saudaranya, sehingga allah hadirkan pemimpin yang zhalim juga.

            Seperti yang dikisahkan dalam Al-Quran Surah Al-baqarah ayat 246-252. Dikisahkan pada zaman  nabi Samuel, Ummat nabi Samuel mengadu kepada beliau bahwa mereka membutuhkan seorang figur pemimpin, mereka membutuhkan seorang raja, seorang pemimpin bangsa yang layak dipercaya.

Pada zaman nabi samuel terdapat seorang pemimpin yang korupsi,penindas, bertangan besi dan menghukum seenaknya yang bernama Jhalut, Umat bani israil yang di pimpin oleh nabi samuel meminta kepada beliau agar memohon kepada Tuhannya dipilihkan seseorang yang mampu meruntuhkan tirani kekuasaan Jalut.

“Apakah benar nanti kalian akan berjuang bersama mereka?” tanya Nabi Samuel.
Nabi samuel tahu benar bahwa ditengah masyarakat yang korup,Miskin hati,sempit hati, suka berlaku aniaya dan tidak peduli terhadap nasib saudaranya akan dihadirkan pemimpin yang zhalim pula. Bagaimana mungkin masayarakat yang tidak peduli terhadap kejahatan mampu membendung terhadap pemerintahan yang zhalim? Bagaimana mungkin pemerintah yangkotor butuh pemerintah yang bersih?.Nabi samuel mengingatkan masyarakatnya mengubah dulu sikap dan sifat jelek mereka, bersihkan dulu segala kotoran badan dan hati,jangan acuh tak acuh.

Singkat cerita akhirnya Allah memilihkan seorang penyelamat bagi bangsa bani israil dengan mengirim Thalut sebagai pemimpin mereka, ketika Thalut memimpin mereka barulah ketahuan siapa yang berjuang atas dasar hati nurani yang bersih dan berangkat dengan hati yang kotor, mereka yang bersifat kotor tumbang ditengah jalan.

Maka tatkala Thalut keluar membawa tentaranya, ia berkata, “Sesungguhnya Allah akan menguji kamu dengan suatu sungai. Maka siapa di antara kamu meminum airnya; bukanlah ia pengikutku. Dan barangsiapa tiada meminumnya, kecuali menceduk seceduk tangan, maka dia adalah pengikutku.” Kemudian mereka meminumnya kecuali beberapa orang di antara mereka. Maka tatkala Thalut dan orang-orang yang beriman bersama dia telah menyeberangi sungai itu, orang-orang yang telah minum berkata, “Tak ada kesanggupan kami pada hari ini untuk melawan Jalut dan tentaranya.” Orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Allah berkata, “Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. al-Baqarah [2]: 249)

            Pada saat Thalut dan kaumnya sedang mengadakan perjalanan menumpas Jhalut dan tentaranya mereka menemui sebuah sungai, Tuhan mereka melarang untuk meminum air sungai kecuali melepas dahaga semata, tetapi akhirnya mereka kalah dengan godaan syetan sehingga banyak dari pengikut Thalut yang meminumnya secara berlebihan, dan ketika sebagian besar pengikut Thalut meminum air di sungai secara berlebihan, mereka tidak mampu lagi berjalan , tidak mampu lagi meneruskan perjuangan berhenti di tengah jalan.

            Akhirnya thalut mempunyai sedikit tentara, tetapi karena yang sedikit berjuang karena allah mereka akhirnya menang melawan Jalut yang terbunuh oleh Thalut, Jalun tumbang bukan dengan pedang samurai, Jalut mati di tangan Thalut hanya dengan sebuah Ketapel.

            Hikmah yang dapat di ambil dari kisah ini adalah keteguhan hati ummat nabi samuel yang masih tersisa melahirkan pemimpin handal pilihan allah. Maka terkait dengan kondisi bangsa dan negara indonesia saat ini, jika indonesia ingin memiliki pemimipin yang berkualitas, bersih dari segala bentuk KKN maka terlebih dahulu kita bersama-sama bertaubat, membersihkan diri, tidak acuh tak acuh terhadap kondisi sesama dan tidak ikut melakukan kemungkaran baru allah akan menghadirkan pemimpin yang baik dan  berkualitas yang akan membawa bangsa indonesia menuju perubahan yang lebih baik.

Wallahua’alamBissawab.