Pages - Menu

Tampilkan postingan dengan label Umum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Umum. Tampilkan semua postingan

Jumat, 18 Maret 2016

Tak berjudul

Roda kehidupan akan selalu terus berputar tentu setiap hari kita akan dihadapkan dengan masalah-masalah yang kita tidak bisa menghindari dan ia akan menjumpai kita, banyak nya masalah yang kita hadapi terkadang membuat kita putus asa. Tidak bisa kita pungkiri terkadang kita membutuhkan orang-orang disekitar kita untuk memberi semangat baik itu teman,keluarga,kakak,adik atau pun orang tua, dengan semangat yang diberikan dari orang-orang terdekat kita bisa menambah semangat lagi dalam menjalani hidup ini.

Selain membutuhkan semangat dari orang-disekitar kita yang terpenting ketika kita mempunyai masalah yang besar sandarkan lah masalah tersebut kepada sang khalik,meminta agar masalah-demi masalah yang dihadapi bisa diselesaikan dengan baik.

Terkadang banyak orang salah mencari tempat dalam menyelesaikan masalah,misalnya dengan pergi kedukun meminta bantuannya agar masalah nya bisa terselesaikan, pergi ke makam-makam yang di anggapnya bisa memberi bantuan. Dan untuk anak muda dalam menyelesaikan masalah cendrung memilih tempat yang mereka anggap memberi ketenangan, pergi dugem,kediskotik dan mengkonsumsi narkoba.


Bagi mereka yang kurang pemahaman ilmu agamanya jika di timpa masalah terkadang membuat mereka semakin jauh dari tuhannya, berbuat syirik menduakan Allah, padahal itu semua merupakan cara yang salah, bukannya akan memberi penyelesaian dari masalah yang dihadapi malah semakin menambah masalah, jika masalah demi masalah dyang menimpa kita dirasa sangat berat ambil lah air wudhu kemudian sholat lah adukan semua masalah yang menimpa diri kita kepada sang khalik karena ia lah yang bisa memberikan petunjuk dan memberikan solusi dari setiap masalah kita.

Rabu, 16 Maret 2016

Pentingnya Komunikasi


Komunikasi merupakan bagian terpenting dalam hidup, dan kualitas hidup kita sangat ditentukan dengan cara kita berkomunikasi, orang tidak akan tahu siapa kita dan kita tidak akan mengetahui orang lain jika tidak ada komunikasi diantara keduanya. Seseorang yang pintar,ahli dalam bidang tertentu,berbakat dan mempunyai karya hebat, misal nya penulis,penyanyi, pelukis tidak akan dikenal orang jika kita tidak pandai dalam berpromosi atau berkomunikasi dengan orang lain.

Berapa banyak penulis berbakat, namun karyanya kurang begitu bermanfaat karena tidak banyak orang membaca karyanya, tidak banyak orang mengetahui tentang karyanya, hal tersebut terjadi karena kurangnya komunikasi, keahlian berkomunikasi dan mempromosikannya sangat penting agar orang mengetahui karya-karya besar kita sehingga banyak orang membaca karya kita dan bisa bermanfaat buat orang banyak. Begitu juga dengan seorang peminmpin, misalnya pemimpin negara seperti Soekarno berorasi sangat di segani dan di perhatikan,obama berpidato menggentarkan Amerika Serikat dan sekutu nya karena kata-kata beliau, semua itu karena mempunyai tehnik komunikasi yang baik.

Komunikasi bisa menghentikan pertumpahan darah dan menyelamatkan ribuan jiwa,begitu juga sebaliknya dengan satu kata saja bisa terjadi tawuran antara pelajar,atau perang antar warga. Seperti yang dilakukan Rasulullah dan para sahabat ketika fathu mekkah tidak sedikitpun ia melakukan pertumpahan darah. Dengan teriakan tahmid,takbir dan tasbih kaum muslimin berhasil memasuki mekkah dan baitullah secara aman tanpa melakukan pengrusakan. Ini terjadi karena kualitas komunikasi yang hebat.

Jauh berbeda cara rasulullah berkomunikasi dengan orang zaman sekarang misalnya saat khutbah jumaat rasulullah dengan khatib di indonesia, kalau rasulullah berkhutbah jumaat, maka semangatnya menggelora, membangun diri yang tidur, membangkitkan gairah yang layu.sebaliknya kalau kebanyakan khatib sekarang pandai menghipnotis para jamaah. Sejak awal khutbah beberapa jamaah pasang posisi enak dan akhirnya tertidur.

Apa rahasianya biar kita bisa mempengaruhi orang lain dengan komunikasi yang kita lakukan, dalam sebuah teori komunikasi ternyata kata-kata hanya berpengaruh 7% selebihnya nada dan suara mempengaruhi 38% yang terbesar adalah bahasa tubuh atau gestur mempengaruhi lebih dari setengahnya yaitu 55%.


Mengapa seorang motivator pandai bisa sangat mempengaruhi seseorang karena ia tahu bagai mana cara berkomunikasi dengan efektif, memainkan gerak tubuh dan mimik mukanya, kita tentu pasti pernah menyimak guru atau dosen ketika mengajar sangat membosankan karena ketika mengajar nada nya datar, suaranya kecil bahkan biasanya juga tanpa ekspresi. Oleh karena itu lah mengapa komunikasi sangat penting dalam hidup kita.

Senin, 14 Maret 2016

Benarkah kita Seorang Pemuda


Sadarkah bahwa kita adalah seorang pemuda!!!, lantas apa yang sudah kita lakukan sebagai seorang pemuda, sudah kah kita bermanfaat bagi sesama, karya apa yang sudah kita persembahkan buat agama bangsa dan negara sebagai seorang pemuda?? Mari kita evaluasi sejenak, dulu Soekarno Pernah berkata "Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia", apakah kita termasuk pemuda yang di maksud oleh Presiden pertama itu?, apakah kalimat tersebut hanya kalimat yang terucap dibibir dan tak mempunyai makna yang berarti??

Tidak kah kita belajar dengan pemuda-pemuda zaman dahulu yang kreatif penuh karya dan berkontribusi terhadap agama bangsa dan negara,sebagai umat muslim tentu kita pernah mendengar yang namanya Ibnu Sina, Muhammad Al-Fatih II. Sungguh mencengangkan Ibnu Sina sudah hafal al-Quran saat usia 9 tahun dan menjadi dosen termuda dalam ilmu kedokteran di usia 12 tahun. Ia bukan hanya terkenal sebagai seorang ahli kesehatan dunia dengan banyak karyanya yang monumental, namun ia juga sebagai seorang hafidz Al-Quran, penyair ulung,ahli filsafat, dan segudang disiplin ilmu lainnya.

Muhammad alfatih juga hebat dibidang yang berbeda, ia adalah seorang pemuda di usia 21 tahun membawa lebih dari 200.000 pasukan muslim berjihad melawan Konstantinopel yang waktu itu menjadi negara adikuasa. Sungguh sangat luar biasa di usia yang sangat muda bisa menaklukan konstantinopel, sang panglima perang terbaik itu membuat perencanaan yang sangat matang sampai-sampai mengetahui secara detail dari peta kekuatan musuh.

Masih banyak lagi pemuda-pemuda zaman dahulu yang bisa kita contoh atas karya dan kontribusinya. Di zaman sekarang pun banyak pemuda yang menghasilkan karya yang luar biasa, kita pasti sering Browsing tentu pasti tahu yang namanya google penemunya juga seorang pemuda. Kalau Facebook tentu kebanyakan orang pasti tahu karena mulai dari anak-anak sampai orang tua pada umumnya punya Facebook, siapa penemunya? Penemunya adalah seorang pemuda yang waktu itu masih berusia 25 tahun yaitu Mark Zuckerberg, dan kita biasa menggunakan komputer menggunakan “microscoft” dan “windows” penemunya juga seorang pemuda yaitu Bill Gates.


Nah dari kisah diatas yang menghasilkan karya besar adalah seorang pemuda, yang menjadi pertanyaan besar pada diri kita sebagai seorang pemuda, karya besar apa yang sudah kita lakukan? Apakah kita hanya sebagai penonton dan penikmat saja, hidup hanya sekedarnya saja? Sebagai seorang pemuda sudah seharusnya kita harus mempunyai karya-karya besar sehingga keberadaan kita diakui, jangan sampai kita sebagai pemuda hanya menjadi sampah masyarakat yang meresahkan warga, membuat keonaran dan kejahatan lainnya. Yok..kita tunjukan bahwa kita adalah seorang pemuda sebagaimana yang di maksud Soekarno sehingga kita bisa bermanfaat buat orang lain dan pantas menjadi pemimpin bangsa yang akan membawa perubahan bangsa kita kedepan nya agar lebih maju.

Sabtu, 12 Maret 2016

Matematika Kehidupan



Sejak Madrasah ibtidaiyah (setara dengan SD) saya sangat senang belajar matematika,karena mateamtika itu menyenangkan dan saya menyukai tantangan, di pelajaran matematika banyak sekali tantangan yang harus di selesaikan, sehingga jika ada salah satu soal saja yang tidak bisa saya jawab maka saya tidak pantang menyerah dan berusah saya sampai dapat jawabannya, itulah senangnya belajar matematika, sehingga ketika kuliah saya  mengambil Program studi pendidikan Matematika di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas tanjung pura pontianak, kalimantan Barat. Saya mengambil fakultas keguruan karena saya ingin menjadi guru dan berbagi ilmu sayang punya kepada yang membutuhkan khususnya di bidang Matematika, banyak yang menganggap bahwa matematika adalah pelajaran yang sulit dan menyeramkan sehingga tidak banyak siswa yang menyukai matematika, saya ingin membuktikan bahwa matematika itu tidak sesulit yang mereka bayang kan.

Salah satu faktor yang menyebabkan siswa kurang menyukai pelajaran matematika adalah karena seorang guru, banyak guru yang kurang bersahabat dalam mengajarkan murid nya, kurang bersahabat disini maksudnya adalah guru tidak mengayomi dalam mengajar, guru hanya menyampaikan materi saja tidak melihat keadaan murid apakah paham atau tidak, terkadang guru menginginkan apa yang di ajarkannya semua nya bisa dipahami padahal kemampuan seorang siswa berbeda-beda, belum lagi guru nya Killer, suka nya marah-marah tak jelas kepada muridnya hal ini lah terkadang membuat siswa menjauhi pelajaran matematika. Oleh sebab itu peranan guru sangat penting dalam memotivasi siswa agar menyukai pelajaran matematika.

Ketika saya semester 7 melaksanakan mata kuliah Praktek Program Lapangan (PPL) yaitu mengajar disekolah selama kurang lebih empat bulan, banyak sekali melihat tingkahlaku siswa dalam pembelajaran matematika, ada yang bertanya “ pak, kenapa banyak soal matematika  sangat sulit sekali, susah mengerjakannya”, kemudian dengan tersenyum saya menjawab “pelajaran matematika itu tidak sulit, bahkan sangat mudah jika kita mau belajar dan berlatih secara kontinyu, kita akan bisa mengerjakan soal matematika jika kita tahu rumus matematika sehingga dengan mudah kita mengerjakan soal tersebut”. Seorang guru memberikan soal matematika tentu bukan sembarang soal pasti ada jawaban dari soal tersebut, jika kita tahu rumusnya pasti akan bisa menyelesaikandan  mendapatkan jawabannya dengan mudah.

Nah, yang ingin saya sampaikan dalam tulisan ini bahwa dalam kehidupan ini bagaikan soal matematika,tentu dalam matematika banyak sekali soal-soal matematika yang harus diselesaikan dan tidak sedikit siswa yang kebingungan,mengeluh bahwa ia tidak bisa menjawab soal tersebut, pada hal soal tersebut pasti ada jawabannya akan tetapi karena kita tidak tahu rumus kita tidak bisa menyelesaikannya, begitu juga dalam kehidupan banyak sekali masalah-masalah yang menimpa diri kita, tidak sedikit orang-orang yang mengeluh, putus asa karena menganggap masalah nya begitu berat padahal masalah yang menimpa kita itu tuhan berikan sesuai batas kemampuan kita, akan tetapi karena kita tidak tahu rumus menyelesaikan masalah tersebut sehingga merasa berat, seandainya kita tahu rumus menyelesaikan masalh tersebut maka dengan mudah kita bisa menyelesaikannya tanpa ada rasa frustasi dan putus asa.

Agar kita tahu rumus menyelesaikan masalah berpegang lah kepada tali allah,kepada alquran di hadist karena semua urusan kehidupan kita sudah diatur allah dalam alquran dan sunnahnya sehingga jika mendapat masalah kita akan tahu solusi dan jawabannya.


Wallahua’alambissawab.

saya tidak pernah sekolah



Suatu ketika seorang teman kampus saya bertanya” kamu dulu sekolah dimana?” Dengan nada bergurau saya jawab “ saya tidak pernah sekolah”. Kemudian dia kembali bertanya “ kalau enggak pernah sekolah koq bisa kuliah?” sambil tersenyum saya jawab “ia.. saya dulu enggak pernah sekolah tapi belajarnya di madrasah..he...he,,
Sejak kecil saya memang tak pernah menempuh pendidikan di sekolah umum tapi saya menuntut ilmu selalu di madrasah, Kata "madrasah" dalam bahasa Arab adalah bentuk kata "keterangan tempat"  dari akar kata "darasa". Secara harfiah "madrasah" diartikan sebagai "tempat belajar para pelajar",atau "tempat untuk memberikan pelajaran".Jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, kata "madrasah" memiliki arti "sekolah" kendati pada mulanya kata "sekolah" itu sendiri bukan berasal dari bahasa Indonesia, melainkan dari bahasa asing, yaitu school atau sekolah, madrasah sedikit berbeda dengan sekolah umum karena di sekolah umum pada umum nya pelajaran agama hanya satu yaitu pendidikan agama islam (PAI), sedangkan di madrasah selain belajar pelajaran umum sebagaimana pelajaran disekolah umum juga pelajaran agama lebih banyak seperti pelajaran Aqidah Akhlak,Fiqih,Al-quran hadist, Bahasa arab, Sejarah kebudayaan islam dan bahasa arab.
ketika kawan-kawan kebanyakan masuk Sekolah Dasar (SD), saya memilih masuk ke Madrasah Ibtidaiyah (MI), setelah lulus dari MI saya melanjutkan ke Madrasah Tsanawaiyah bukan ke SMP, kemudian melaanjutkan ke Madrasah Alyah (MA), itu lah sebabnya kenapa saya bilang ke kawan-kawan saya tidak pernah sekolah, karena saya selalu menempuh pendidikan di madrasah.
Kebanyakan kawan-kawan gengsi sekolah di madrasah karena menganggap sekolah yang tertinggal, orang-orang berasumsi bahwa sekolah di madrasah mutu nya kurang bagus,murid-murid nya tidak bisa bersaing dengan murid yang sekolah di sekolah umum dan fasilitas di madrasah kurang lengkap dibandingkan dengan sekolah umum, padahal asumsi mereka selama ini kurang tepat, buktinya banyak koq siswa yang berprestasi yang berasal dari madrasah baik dari skala nasional maupun internasional dan tidak hanya berprestasi dibidang pelajaran agama bahkan juga pelajaran umum seperti sains dan matematika.
Beruntung lah orang-orang yang sekolah dimadrasah karena kita akan memperoleh nilai Plus,kita akan memperoleh ilmu agama lebih banyak dibandingkan dengan yang disekolah di sekolah umum, karena ilmu agama lebih penting dari pada ilmu umum,ilmu agam adalah bekal kita untuk menuju akhirat. Jika kita lihat siswa yang sekolah dimadrasah dan siswa yang sekolah di sekolah umum tingkah laku nya sedikit berbeda mulai dari kedisiplanan dalam beribadah,akhlak dan yang lainnya, meskipun tidak semua siswa seperti itu.
Oleh karena itu jangan pernah malu dan gengsi untuk masuk madrasah karena dimadrasah kita akan memperoleh ilmu lebih dibandingkan dengan sekolah umum khususnya dalam pelajaran agama.
Wallahua’alambissawab.




ilmu agama vs ilmu umum


Jika kita kurang dalam pelajaran matematika, bahasa inggris,IPS,IPA dan pelajaran umum lainnya kita akan selalu berusaha agar bisa menguasai pelajaran tersebut bahkan rela mengeluarkan biaya yang cukup besar untuk mengikuti pelajaran tambahan mengikuti dan bimbel, akan tetapi kita acuh tak acuh terhadap terhadap ilmu agama, padahal ilmu agama lah yang sangat penting buat hidup kita, ilmu agama lah yang akan kita bawa mati sebagai bekal kita di akhirat, percuma kita pintar ilmu umum akan tetapi ilmu dan pemahaman agama kita kurang, karena ilmu agama lah yang akan membuat kita dekat dengan sang pencipta. Ilmu umum hanyalah untuk bekal kita didunia sedangkan didunia kita hanya  sementara, di dunia hanya tempat kita mencari bekal untuk kehidupan yang sesungguhnya di akhirat kelak.

Jangan sampai ilmu umum kita meraih predikat sarjana sedangkan ilmu agama kita tak ubahnya seperti anak TK, maka sakitnya kelak di akhirat, sungguh merugi jika kita pintar ilmu umum, akan tetapi ilmu agama nya kurang. Tidak sedikit dari para sarjana yang pintar ilmu umum tetapi ilmu agama nya minim, kurangnya pemahaman ilmu agama pada diri kita akan berdampak pada tingkah laku dan perbuatan kita, jika kita lihat sekarang banyak kejahatan yang dilakukan oleh para kaum intelek sperti korupsi,tindakan asusila dan perbuatan buruk lainnya, bukannya dia orang yang tidak pintar akan tetapi karena kurangnya pemahaman agama mereka sehingga ia tidak takut sama tuhannya.

Dan juga banyak orang yang pintar ilmu umum dluar sana akan tetapi membaca alquran saja tidak bisa, apa jadinya jika kita seorang muslim tidak bisa membaca al quran, bukan kah alquran itu kitab suci umat islam, bukan kah alquran itu sebagai pedoman umat muslim. Itu lah mengapa terkdang banyak diantara kita jauh dari kitab suci karena kita tidak mau belajar membaca alquran dan tidak mau mempelajari padahal alquran merupakan pegangan kita selaku umat islam untuk mengerjakan segala sesuatunya. Wajar jika orang pintar yang jarang menyentuh alquran perbuatannya banyak yang tercela, karena ia tidak mau belajar,memahami dan mengaplikasikan isi alquran.

Oleh karena itu kita sebagai umat islam harus seimbang dalam menuntut ilmu, selain kita pintar ilmu umum kita juga harus pintar dalam ilmu agama sehingga kita bisa hidup seimbang dan selamat dunia dan akhirat. Untuk para orang tua sudah selayaknya untuk memperhatikan pendidikan anaknya, ketika anaknya kurang pengetahuannya dalam ilmu umum di berikan tambahan pelajaran begitu juga dengan ilmu agama jika dirasa ilmu agama anaknya kurang maka harus diberikan pelajaran tambahan, carikan lah seorang ustadz yang bisa mengajari anak nya membaca alquran dan mengajarkan ilmu agama, jangan sampai seorang anak fasih berbahasa inggris akan tetapi tidak bisa berbahasa arab, jika anak kita fasih berbahas inggris seharusnya juga bisa bahasa arab karena bahasa arab adalah bahasa alquran.


Wallahua’alambissawab.

Kamis, 10 Maret 2016

Menikmati Malam

Senja telah berlalu malam pun telah tiba, sungguh indah tuhan menciptakan malam bertaburan bintang sebagai pelengkapnya, kutatapi bintang nan jauh disana bermandikan cahaya ditemani sang rembulan,diantara beribu bintang kulihat satu bintang yang tersenyum tersipu malu melihatku,sungguh menawan nan elok rupa sang bintang tidak sia-sia tuhan menciptakan nya dan membuat ketenangan bagi siapa yang memandangnya, akan kah esok ia kembali datang ditemani sang rembulan menyapa malam kembali?.

Lambat laun bintang mulai menghilang ditutupi sang awan, malampun semakin larut, disini ku masih sendiri disusdut malam menikmati sapaan angin malam dan nyanyian burung, ingin rasanya mengadu dan bertanya pada malam kenapa awan menutupi sang bintang, apakah salah sang bintang sehingga awan menutupi nya,begitu kejamnya kah awan pada sang bintang, namun malam kian membisu seakan tidak mau mengabarkan nya pada ku, ingin kubertanya pada angin malam, namun dia begitu cepat berlalu pergi melewati telingaku,

Kini hatiku hampa kehilangan sang bintang yang selalu ceria, dalam hati selalu bertanya, kemanakah sang bintang, apakah ia akan baik-baik saja disana?
Hilangnya sang bintang membuat hati ini gelisah, cahayanya tidak lagi bersinar, rupanya tidak lagi nampak, ingin rasanya ku memarahi awan, namun apa daya ku tak bisa menghampiri awan.
Ku merindukan sang bintang meskipun hanya baru saja hilang dari penglihatanku,Akan kah esok bintang kembali datang? Semoga malam senantiasa menjaga bintang sehingga esok ia kembali bersinar.

Aku disini masih sendiri akan selalu setia menunggu mu hingga esok engkau kembali bersinar menyapa malam.

Rabu, 09 Maret 2016

Menikmati proses

Hasil tak akan pernah menghianati usaha, begitulah yang akan terjadi pada diri kita, hasil yang kita peroleh sesuai dengan kapasitas usaha kita, semakin keras dan gigih kita berusaha maka hasilnya akan lebih maksimal juga dibandingkan dengan usaha yang setengah-setengah maka hasilnya akan setengah-setengah juga, akan tetapi terkadang meskipun kita sudah merasa melakukan usaha secara maksimal hasil yang kita peroleh kurang maksimal, mengapa hal ini bisa terjadi? Tuhan maha tahu apa yang kita kerjakan, tuhan tidak akan membiarkan kita kesusahan jika kita telah berbuat secara meksimal, lantas apakah tuhan tidak adil ketika kita sudah bekerja maksimal tetapi hasilnya kurang maksimal? Bukan kah hasil taka akan pernah menghianati usaha.

Kerja keras yang kita lakukan tidak harus langsung mendapatkan hasil yang baik, semua butuh proses agar bisa mendapatkan hasil yang baik, tuhan akan melihat bagaimana kita menikmati proses menuju hasil yang baik, apakah kita bisa sabar menikmati proses tersebut atau mungkin langsung down ketika usaha sudah maksimal tetapi hasilnya kurang memuaskan. Yang terpenting buat kita adalah berusaha dengan sebaik-baiknya dan menikmati proses, karena tugas kita hanya berusaha masalah hasil akhir tuhan yang menentukan, yakinlah ketika kita sudah berusaha dengan sebaik-baiknya maka suatu saat nanti kita pasti akan mendapat hasil yang baik meskipun membutuhkan waktu yang lama karena tuhan maha adil, dan bersabarlah dalam menunggu hasil tersebut.

Terkadang banyak orang tidak sabar dalam menunggu suatu proses, ketika usaha maksimal tetapi hasil tidak maksimal,kita langsung menyerah dan putus asa, padahal bisa jadi keberhasilan dari usaha tersebut adalah satu langkah lagi, banyak orang ketika berusaha melakukan sesuatu mundur dalam perjalanan padahal kita bisa meraih kesuksesan hanya tinggal selangkah lagi, akan tetapi karena kurang sabar dan tidak menikmati proses kita malah mundur.

Oleh karena itu nikmatilah segala proses yang kita lakukan dan bersabarlah dalam menghadapinya karena dengan begitu kita akan bisa meraih keberhasilan atau kesuksesan dari usaha kita,selain bekerja keras untuk mendapatkan hasil yang baik dan maksimal jangan lupa berdoa karena terkadang banyak orang yang melupakan hal ini, mereka bekerja mati-matian tetapi mereka kurang berdoa, karena berdoa juga merupakan suatu jalan agar kita mendapatkan hasil yang baik, orang yang hanya bekerja keras tanpa berdoa itu adalah orang yang sombong, tuhan tidak menyukai orang yang sombong, sehingga meskipu kita berusaha dengan sebaik-baiknya akan tetapi kita tidak berdoa agar mendapat hasil yang baik maka bisa jadi hasilnya kurang memuaskan karena kita melupakan yang maha pemberi.


menunggu

Banyak orang mengatakan bahwa menunggu adalah suatu hal yang membosankan, menunggu adalah suatu perbuatan yang tidak disukai banyak orang, padahal menunggu bisa menjadi pekerjaan yang sangat bermanfaat jika kita bisa memanfatkan waktu menunggu dengan hal-hal yang terbaik. Kebudayaan di indonesia dalam menunggu terkesan dengan suatu perbuatan yang sia-sia,padahal jika kita kreatif dan bikasana dalam mengunnakan waktu menunggu dengan hal-hal yang bermanfaat menunggu bisa menjadi suatu perbuatan yang istimiwa bisa jadi suatu perbuatan yang ditunggu jika kita terbiasa menggunakan waktu menunggu dengan perbuatan yang bermanfaat.

Banyak pekerjaan yang bisa kita lakukan dalam menunggu diantaranya dengan membaca buku,tilawah bagi yang muslim,membaca berita terbaru dan masih banyak kegiatan manfaat lainnya, akan tetapi kenyataan yang sering terjadi indonesia kebanyakan orang-orang mengunakan waktu menunggu mereka dengan bermain game,bergosip,tidur-tiduran, sehingga waktu menunggu mereka hanya dihabiskan dengan kegiatn-kegiatan yang kurang bermanfaat.

Mari kita ubah kebudayaan menunggu yang tak banyak orang memanfaat kannya.
Sebagai kaum intelek seharusnya kita bisa memulai untuk membuat gerakan membuat menunggu menjadi hal yang bermanfaat, sehingga tidak ada lagi kata bahwa menunggu adalah sesuatu perbuatan yang membosankan.

Bertemu sang idola

Pernahkah ketika kita ingin bertemu dengan seseorang yang kita idolakan jika ingin bertemu kita berdandan rapi mempersiapkan semuanya dengan sempurna agar berpenampilan bagus ketika berjumpa da berhadapan dengan nya. Apa yang akan kita lakukan ketika kita ingin bertemu dengan seorang pejabat tinggi misalnya presiden tentu berbagai cara akan kita lakukan,tentu tak mudah bertemu dengan seorang presiden,akan banyak prosesnya sehingga bisa bertemu dengan sang presiden, biasanya kita akan bertemu ajudan nya terlebih dahulu, jika misalnya kita bukan lah orang penting tentu tidak akan dihiraukan bukan???

Lantas yang jadi pertanyaan bagaimana jika kita hendak bertemu dengan allah, apa yang kita lakukan dan kita persiapkan, sama kah persiapan dan prosesnya dengan bertemu sang idola atau sang presiden, tentu TIDAK bukan? Bahkan bertemu dengan Allah sangat lah mudah dibandingkan dengan bertemu pejabat tinggi sekelas presiden, shalat adalah salah satu cara kita bertemu dan bertatap muka langsung dengan allah meskipun kita tidak melihat allah tetapi allah akan melihat kita. Kenapa kita lebih senang bertemu dengan idola atau presiden dibandingkan dengan allah, bukankah sang idola atau presiden adalah makhluk biasa juga makhluk allah, lantas kenapa seakan kita malas-malas an ketemu dengan allah bahkan malas bertemu dengan allah dibandingkan bertemu dengan presiden dan idola kita. Apakah sang idola atau presiden bisa membantu kehidupan kita bukan kah allah yang mengatur kehidupan kita, lantas kenapa masih tidak memperdulikan tuhan kita?

Sehingga wajar ketika dalam hidup kita banyak kesusahan, kesedihan dan kesengsaraan karena kita kurang peduli terhadap sang khalik, seringkali kita tak menghiraukan nya. Kita menginginkan agar allah memberikan hidup ketika kebahagiaan akan tetapi ketika allah memanggil agar berjumpa dengan nya kita menyepelekan bahkan biasanya tak menghiraukan nya, coba kita perhatikan bagaimana jika adzan berkumandang apakah kita langsung bergegas untuk pergi kemasjid melaksanakan sholat, bukan kah adzan adalah panggilan allah agar berjumpa dengan nya dengan melaksanakan sholat? Kadang ketika adzan berkumandang kita sibuk dengan pekerjaan kita, sibuk mencari rezeki sehingga shalat di nomor duakan, allah di nomor duakan kita lebih suka melanjutkan pekerjaan dibandingkan segera melaksanakan sholat, bukan kah yang mengatur rezeki itu adalah allah, bagaimana kita akan mendapatkan rezeki yang banyak dan berkah jika sang pemberi rezeki tidak kita hiraukan, sehingga allah pun tak menghiraukan kita, apa yang kita pinta tak kunjung diberikan karena kita tak menghiraukan sang maha pemberi, kalau kita misalkan ingin meminta uang kepada orang tua kita tetapi kita tidak perduli terhadap orabg tua kita bahkan membuatnya kecewa, apakah orang tua kita akan memberikan uang kepada kita, tentu tidak bukan? Begitu juga dengan allah tidak akan menghiraukan kita.

Sebagai seorang mahasiswa akhir biasanya berjam jam menunggu dosen untuk melakukan bimbingan, akan tetapi untuk menunggu sholat di masjid beberapa menit saja enggan,jangankan menunggu shalat, shalat tepat waktu saja susah alasan nya waktu nya masih panjang,masih sibuk dan lain sebaginya. Padahal yang memberi kelancaran dalam bimbingan adalah allah,yang menggerakan hati dosen adalah allah, jika kita mendahulukan panggilan allah daripada yang lain insyaallah urusan kita akan dipermudah.


Oleh karena itu jika kita menginginkan kehidupan yang bahagia dunia dan akhirat, maka sering-seringlah bertemu dengan allah dan segera bergegas jika allah memanggil kita, dengan begitu allah akan sayang dan ridho kepada kita sehingga urusan kita akan dipermudah.

kisah di Facebook

Suatu ketika seorang mahasiswa semester akhir membuat status di facebook “kalian nyaman sudah seminar dosennya gampang ditemui sedangkan saya boro-boro mau seminar dosen pembimbing saja susah ditemui”. Kemudian salah soerang kawan mahasiswa yang sudah seminar merasa tersinggung dan terjadi lah perdebatan sampai akhirnya bertengkar didunia maya.

Sungguh aneh dan lucu melihat tingkah laku anak muda  jaman sekarang seakan semua keluh kesahnya ingin ditumpahkan di dunia maya agar semua orang tahu tentang masalahnya, agar di perhatikan oleh orang lain, apa coba manfaat nya, malah yang terjadi bisa menyinggung orang lain, seperti kejadian diatas. Apa untungnya memperdebatkan masalah yang tak terlalu penting malah menguras pikiran dan buang-buang tenaga, sehingga dari status yang dibuatnya hanya menimbulkan masalah dan membuat persahabatan semakin renggang.

Mengeluh tidaak ada gunanya apalagi mengeluh didunia maya, adakah yang akan membantu menyelesaikan masalah kita? Tentu TIDAK, sebagai orang yang sudah dewasa cobalah mulai untuk berlaku bijak dalam menghadapi suatu masalah, ambil hikmah dan sisi positif dari setiap masalah,mungkin masalah yang menimpa kita adalah cara terbaik yang allah berikan agar kita belajar dari masalah tersebut.

Masalah seminar adalah masalah waktu, yakinlah bahwa pada akhirnya kita juga akan bisa seminar asalkan kita mengerjakannya dengan sabar, sabar menunggu dosen pembimng,sabar dalam mencari refrensi,sabar dalam melakukan revisi, semua itu butuh proses sampai waktunya tiba, nikmatilah proses tersebut karena dengan begitu akan membantu kita untuk terus berpikir positif tanpa ada keluhan yang sia-sia.

Allah lebih tahu mana yang terbaik untuk diri kita, mungkin yang terbaik bagi kita belum tentu baik bagi allah, akan tetapi yang terbaik bagi allah insyaalah baik juga bagi kita, mungkin allah punya kehendak lain kenapa kita mendapatkan dosen pembimbing yang susah ditemui. Semua akan indah pada waktunya asalkan kita sabar menunggu dan ikhlas menjalaninya, karena allah tidak akan menghianati usaha kita.


Jangan sampai hal-hal yang spele menjadi masalah yang besar, bukan kah itu akan merugikan diri kita dan juga orang lain? So... lakukan lah dengan terbaik menurut versimu dan yakin lah kita akan bisa menjalaninya karena allah selalu bersam kita.

Jumat, 04 Maret 2016

untuk mu yang jau disana

Buat kamu yang jauh disana,entah siapa dan diamana, kelak jika waktunya tiba saya pasti akan menjemputmu menjadi seorang imam yang siap membimbingmu, karena aku yakin tuhan pasti akan mempertemukan kita walau kita tak tau kapan kita akan bertemu, tak perlu risau dan khawatir dengan kesendirian mu tapi risaulah jika masih belum bisa memperbaiki diri, saya yakin tulang rusuk ku tidak akan bisa tertukar dengan yang lain. Aku yakin engkau disana akan selalu menjaga diri ,menjaga pergaulan dan tidak ada satupun lelaki yang berani menyentuhmu karena kesholehan mu, aku yakin engkau akan selalu memperbaikidiri sampai masanya tiba nanti kita akan bertemu,aku yakin engkau akan selalu memperbaiki kualitas ibadah mu, aku yakin engkau senantiasa menjaga tingkah laku dan perbuatan mu, karena engkau tahwa bahwa hanya wanita baiklah yang akan memperoleh lelaki yang baik.

Begitu juga dengan diriku aku akan selalu memperbaiki diri sehingga aku menjadi orang yang pantas menjemputmu, karena tak mungkin wanita sholehah sepertimu akan mendapatkan lelaki yang tidak soleh aku akan selalu berusaha menjaga diriku, menjaga pandangan dari yang bukan mahram,menjaga tingkah laku dan perbuatan ku.

Wahai engkau yang jauh disana doakan diriku agar selalu bisa menjaga diri, tetap istiqomah berada dalam kebaikan, karena aku takut dan khawatir tipu daya dunia akan menyesatkan ku sehingga aku tidak bisa menemukan mu. Namun kelak jika kita sudah bersama jangan meminta ku menjadi orang yang sempurna, karena aku bukan lah orang yang sempurna,aku bukan lah malaikat yang jauh dari kesalahan aku hanyalah manusia biasa yang berusaha menjadi orang baik, aku bukan lah orang soleh tapi aku berusaha menjadi orang yang soleh.

Wahai engkau yang jauh disana aku bukan lah orang yang tampan, aku bukan lah orang kaya tapi aku yakin karena kesolehan mu,engkau akan menerimaku apa adanya. Semoga allah segera mempertemukan kita dan kita akan bersama membina keluarga, saling melengkapi hingga allah memberikan kita kebahagian dengan hadirnya seorang buah hati yang kelak tumbuh besar menjadi mujahid dan mujahidah yang siap membela agama allah.

Wahai engkau yang jauh disana entah siapa dan dimana, ini lah harapkan ku kepadamu semoga allah panjangkan umur kita untuk selalu menebar kebaikan dan kita segera bertemu. Aamiieen.

Kamis, 03 Maret 2016

Futur Literasi


Tidak bisa di pungkiri bahwa menjadi seorang penulis pemula atau menjadi orang yang baru belajar menulis banyak hambatan dan tantangan, perlu bekerja keras dan membanting otak untuk mulai menulis, yang ada dalam pikiran besok mau nulis apa ya?,,besok nya lagi mau nulis apa ya? Belum lagi memikirkan diksi yang tepat,koherensi antara kalimat, tanda penghubung dan masih banyak yang lainnya, memang benar seperti yang di bilang oleh para penulis yang sudah lama berkecimpung dalam dunia kepenulisan akan berkata untuk memulai menulis jangan terlalu memikirkan isi tulisan,tulis aja apa yang bisa ditulis, tapi masalah nya kalau tidak mulai mengasah otak agar lihai memakai diksi dalam tulisan,agar tulisan bisa bagus tentu harus belajar juga. Akan berbeda dengan orang yang sudah sering menulis setiap moment pasti bisa di jadikan sebuah tulisan yang  bisa menginspirasi orang banyak.

Untuk penulis pemula biasanya agak susah untuk tetap istiqomah menulis,padat nya aktivitas juga salah satu hambatan untuk membuat tulisan karena kurangnya manejemen waktu yang baik,kadang mempunyai semangat yang tinggi dalam menulis kadang juga tidak semangat dalam menulis. Salah satu penyakit yang susah obatnya buat penulis pemula adalah rasa malas karena tidak biasa dalam menulis, salah satu penyebabnya biasanya karena kita tidak mempunyai ide untuk menulis.

Saya mempunyai seorang junior di kampus beliau sudah menjadi penulis dan sudah menerbitkan sebuah buku, beliau bercerita bahwa ide itu ada dimana-mana, bahkan disekitar kita banyak sekali ide yang bisa kita buat menjadi sebuah tulisan akan tetapi biasanya kita kurang peka dalam menangkap ide tersebut,ide itu ada dimana-mana misalnya ketika dikampus kita sedang ngumpul bareng,ngobrol, bagi seorang penulis tentu dia tidak akan hanya melewati waktu tersebut hanya dengan nongkrong,tentu ia akan mengamati lingkungan sekitar,sikap kawan-kawan nya, kalimat yang timbul dari pembicaran,setiap ada kalimat atau hal yang menarik pasti akan dibuat tulisan atau dengan kata lain selalu ada hikmah dalam setiap moment,selalu ada ide-ide besar dalam setiap moment (ini untuk penulis yang handal), bagaimana dengan kita dengan penulis pemula?? Tentu beda lagi ceritanya..heheh

Pernah kah mendengar kalimat futur literasi? Mungkin udah ada yang pernah mendengar,mungkin juga ada yang baru pertama kali mendengar kalimat futur literasi. Bagi aktivis dakwah mungkin sudah sering mendengar kata futur, yaitu suatu keadaan lemahnya iman atau suatu masa dimana kita lebih banyak berbuat maksiat di banding kebaikan. Sedangkan futur literasi adalah dimana seseorang sudah jarang membaca dan jarang menulis. Futur literasi juga salah satu penyebabnya seorang penulis pemula malas membuat tulisan sehingga kurang produktif karena ia juga malas membaca sehingga minimnya ide yang bisa dituangkan dalam sebuah karya baik itu tulisan dan sebagainya.

Bagi aktivis dakwah orang yang futur akan hilang ke futuran nya jika berkumpul dengan kawan-kawan sesama aktivis karena dengan berkumpul dengan orang soleh akan bertambah keimanan kita, begitu juga dengan futur literasi, agar kita tidak futur literasi maka kita harus berkumpul dengan orang-orang yang hobi menulis dan membaca dengan berkumpul dengan orang-orang tersebut akan menjadi penyemangat kita salah satunya dengan bergabung di ODOP, mungkin ada suatu masa dimana kita akan futur literasi akan tetapi karena melihat grup ODOP di WA yang selalu ribut akan membuat kita mulai semangat lagi karena iri dengan kawan-kawan yang istiqomah dan selalu mengupdate tulisannya.

Memang sebagai penulis pemula harus sadar tidak ada lagi yang bisa dekerjakan jika ingin menjadi penulis yang baik selain menulis, harus bisa melawan rasa malas dan jangan sampai kita menjadi orang yang futur literasi.

Ini lah yang dialami saya hari ini rasanya bingung mau nulis apa, mungkin karena futur literasi,hehehe

Rabu, 02 Maret 2016

edisi bimbingan skripsi


Sebagai mahasiswa tingkat akhir tulisan saya kali ini tidak jauh seputar kehidupan mahasiswa..heheeh....
Seperti biasa bagi mahasiswa tingkat akhir pagi-pagi sudah siap-siap pergi kekampus ingin bertemu dengan dosen rencananya mau bimbingan, karena pagi itu di jadwal yang tertera di bangku dosen jadwal mahsasiwa bimbingan, tiba di kampus masuk keruang dosen ternyata dosen pembimbing  belum datang, mau tak mau harus  nunggu dosen pembimbing datang di ruang tunggu dosen, setelah sekitar satu jam setengah dosen pembimbimbing saya datang, kemudian pura-pura saya tidak melihat dosen pembimbing saya supaya tidak kelihatan sedang nunggu beliau, hehehe,,, padahal dalam hati berkata “ Alhamdulillah akhirnya beliau datang juga”, kemudian saya melirik beliau masuk keruangan nya kemudian saya menghampiri beliau berharap dapat bimbingan darinya pagi itu, setelah saya ketok-ketok dinding ( karena tak ada pintu mau ketuk pintu,,hehehh) izin mau masuk, eh sebelum saya ngomong beliau ngomong duluan “saya lagi tak bisa bimbing mahasiswa sekarang” ucap beliau,, hadeehh,,dalam hati dah memberontak, nunggu lama-lama setelah dosennya datang ternyata tidak bisa bimbingan.

Anehnya ternyata dosen pembimbing saya kenapa tak bisa ngasi bimbingan karena mau nempelkan secarik kertas  ke motor mahasiswa yang memarkir motor sembarangan di jalan,tulisan tersebut berisi  peringatan agar tidak memarkir motor sembarangan lagi jika masih memarkir motor sembarangan maka akan di kempiskan, semua nomer plat motor yang memarkir sembarangan dicatatnya, dalam hati saya berkata “ rajin benar bapak satu ini, peduli terhadap keadaan parkir, jangan kan dosen mahasiswa saja acuh tak acuh biasanya melihat parkiran berantakan, malah mahasiswa yang memarkir sembarangan” , sungguh memperhatinkan ya keadaan mahasiswa sekarang,,,(itu dikampus saya,,heheheh)

Setelah menempelken kertas tersebut akhirnya dosen pembimbing saya ngajar karena ada jadwa ngajar pagi itu, akhir nya dengan terpaksaya saya harus nunggu lagi, dan sekarang saya tidak lagi sendirian ruang tunggu semakin banyak dengan mahasiswa yang ngantri untuk bimbingan, saya sedikit memeperhatikan mahasiswa yang lagi ngantri untuk bimbingan ada yang ngerumpi, ada yang menunggu sambil berharap-harap cemas khawatir  dosen pembimbingnya datang apa enggak, ada yang termenung dan macam-macam lah pokok nya, dalam hati saya berkata ”coba kawan-kawan ne manfaatkan waktunya nunggu dosen sambil membaca,tilawah atau dengan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat lah daripada menghabiskan waktu dengan tidak bermanfaat seperti itu” ( sok bijak,,hehehh)

Menit demi menit pun berlalu, saya tetap sabar mennunggu,saya pun nunggu dosen juga deg-degan karena takut banyak coretan, tapi saya tetap optimis kalau bimbingan saya akan berjalan dengan lancar tanpa banyak coretan,,heheeh,,,akhirnya dosen saya pun selesai mengajar dan masuk keruangan nya,kemudian setelah kawan saya selesai ketemu beliau, sekarang giliran saya dan alhamdulillah bimbingan saya lancar, tidak ada coretan dan dosen saya meminta saya melanjutkan tulisan saya ke bab selanjutnya. Alhamdulillah..

Dari cerita diatas ada beberapa hal yang menarik untuk kita ketahui bahwa ternyata masih banyak mahasiswa yang acuh tak acuh terhadap keadaan sekitar, memarkir motor sembarangan tidak mau merapikan motor,itu merupakan hal spele bagaimana jika kita berbicara dalam konteks yang lebih luas misalnya, apakah mahasiswa yang seperti ini yang kelak akan memimpin bangsa yang tidak peduli terhadap kerapian terhadap keadaan sekitar.

Kemudian selanjutnya budaya membaca para mahasiswa telah berkurang sehingga wajar jika wawasan mahasiswa mulai berkurang, mereka hanya fokus terhadap bidang yang digelutinya malas untuk mencari informasi, waktunya dibarkan berlalu sia-sia,tanpa kegiatan yang bermanfaat, lantas mahasiswa yang seperti ini kah yang di harapkan bangsa kelak??? TIDAK KAWAN............

Senin, 29 Februari 2016

pentingnya jiwa kepemimpinan


Sejatinya manusia dilahirkan menjadi sebagai seorang pemimpin,pemimpin bagi diri sendiri, pemimpin bagi keluarga, pemimpin bagi anak istrinya akan tetapi tidak semua orang mempunyai jiwa kepemimpinan atau jiwa leadership dan managerial yang bagus, ini akan nampak dari aktivitas yang dilakukan sehari,bagaimana ia bertingkahlaku,bagaimana menghadapi suatu masalah,bagaimana ia berbicara semuanya akan nampak apakah ia mempunya jiwa leadershi atau tidak. Pemimpin sejati tidak lahir dari sebuah training, pemimpin sejati tidak lahir dari Screening, akan tetapi pemimpin sejati akan lahir ditengah himpitan yang sangat berat, ia akan mampu lahir dan membantu orang lain.

Pemimpi sejati akan lahir dari orang-orang yang tebiasa menghadapi masalah besar, dari situ akan nampak jiwa kepemimpinan nya, sebagai seorang pemimpin sejati akan mampu menyelesaikan masalah yang ia hadapi seberapa besar pun itu bahkan masalah demi masalah yang ia hadapi akan menjadikan ia semakin terlatih jiwa kepemimpinannya, sebalik nya seorang pecundang akan selalu mengeluh ketika masalah-demi masalah dihadapi, ia tidak berjiwa besar dalam menghadapi hal tersebut karena tidak mempunyai jiwa leadership yang baik.

Sebagian orang menganggap bahwa seorang ketua organisasi dan semacamnya adalah seorang pemimpin, padahal seorang ketua belum tentu bisa menjadi seorang pemimpin, kebanyakan seorang ketua hanya bisa menyuruh,memerintah bawahannya tanpa ia juga mau mengerjakannya, padahal seorang ketua bisa dikatakan pemimpin yang baik jika ia bisa mengayomi dan memberikan teladan yang baik,seorang pemimpin yang baik akan selalu memperhatikan bawahannya, ia akan turut ikut serta dalam suatu pekerjaan tidak hanya menyuruh bawahannya. Misalnya dalam suatu kepanitiaan seorang ketua belum tentu bisa menjadi seorang pemimpin bahkan biasanya seorang ketua bagai seorang bos atau atasan dan mengganggap staf nya sebagai bawahan atau karyawan, apakah ketua panitia seperti ini layak dikatakan sebogai seorang pemimpin?? TIDAK kawan....

Dalam suatu kepanitiaan apapun pekerjaan yang diamanahkan kepada kita jangan berkecil hati meskipun kita hanya sebagai seorang staff tunjukan bahwa kita bisa menjadi seorang pemimpin dibanding kan seorang ketua panitia yang hanya bisa menyuruh dan memerintah tanpa turut serta dalam pekerjaan tersebut, tunjukan dengan kerja,sikap dan tingkah laku kita bahwa kita sebagai staff lah yang sebenarnya layak dikatakan seorang pemeimpin yang sebenarnya.

Untuk menjadi seorang pemimpin yang sebenarnya tidak perlu harus menjadi seorang sarjana, bahkan lulusan SD pun bisa menjadi seorang pemimpin sejati, banyak orang-orang yang tidak berpendidikan tinggi tapi ia bisa menjadi bos, bisa menjadi pengusaha mempin sebuah perusahaan besar bahkan bisa membantu orang lain dengan cara membuka lowongan pekerjaan bahkan banyak sarjan yang menganggur karena tidak punya pekerjaan, hal ini menandakan bahwa ia masih belum bisa memimpin dirinya sendiri,tidak mampu memanejemin dirinya tidak mempunya rekayasa kehidupan kehidupan nya mengalir begitu saja tanpa mempunyai visi hidup.

Menurut dahlan iskan jika kita ingin sukses tidak harus ahli didalam bidangnya akan tetapi bukan berarti menjadi orang yang ahli dibidangnya tidak bisa menjadi sukses, bahkan sebenarnya bisa lebih sukses dari orang yang tidak mempunya keahlian dalam bidang tertentu. Dahlan iskan pernah menjadi sorang mentri BUMN bukan berarti ia ahli di bidang tersebut, akan tetapi beliau di angkat menjadi mentri karena beliau mempunyai jiwa leadership dan manegerial yang bagus. Itu sebabnya mengapa jiwa kepemimpinan dan managerial yang baik sangat penting bagi kehidupan dan masa depan kita.


Jumat, 26 Februari 2016

Tumpulnya kekeritisan mahasiswa

Tulisan ini dibuat karena kegelisahan penulis  melihat kondisi mahasiswa dikampus kurang menunjukan taringnya sebagai mahasiswa yang sebenar-benarnya mahasiswa, disetiap orientasi mahasiswa baru seringkali  di dengungungkan bahwa mahasiswa adalah agen perubahan (Agen of change), akan tetapi kata tersebut hanya sebatas kata yang kurang prakteknya, banyak mahasiswa yang study oriented yang ada di dalam pikiran nya hanya kuliah,mengejar SKS kemudian membuat skripsi,mencari IPK tinggi sehingga apatis terhadap keadaan kampus. berawal dari hal tersebut membuat kekeritisan mahasiswa berkurang. Dalam perkuliahanpun dosenpun jarang mengajak mahasiswa untuk juga peka terhadap keadaan lingkungan hanya terfokus pada mata kuliah yang di ampuhnya.

Di kampus juga terdapat organisasi internal kampus atau lembaga mahasiswa tempat mahasiswa belajar mengembangkan diri,mengupgrade diri,menambah kapasitas keilmuan nya dan juga menambah soft skill.  lembaga mahasiswa juga bertujuan untuk menanamkan budaya kritis dan kepekaan sosial kepada setiap mahasiswa terhadap internal universitas dalam hal mengkritisi setiap kebijakan rektorat beserta jajarannya maupun persoalan terhadap pemerintahan negara.
Namun realita saat ini kegiatan-kegiatan lembaga kampus yang bisa menambah kekeritisan mahasiswa mulai berkurang bahkan bisa dibilang tidak ada. Organisasi intra kampus sudah jarang mendiskusikan isu-isu lokal maupun nasional terkait permasalahn hukum,ekonomi sosial dan budaya padahal pasca kampus kita akan menghadapi hal tersebut secara langsung. Diskusi organisasi intra kampus hanya dipenuhi dengan agenda-agenda internal. Mulai dari acara orientasi mahasiswa baru hingga musyawarah mahasiswa, sehingga seiring berjalannya waktu banyak mahasiswa yang tumpul kekeritisannya.

Organisasi intra kampus yang seharusnya mengadakan kegiatan-kegiatan yang menambah kekeritisan mahasiswa malah lebih banyak kegiatan yang kurang bermanfaat bahkan bisa dibilang bahwa organisasi intra kampus hanya sebagai event organizer, organisasi intra kampus yang seharusnya menyajikan kegiatan-kegiatan yang progresif kepada mahasiswa, justru saat ini hanya membuat event-event yang hanya bersifat kesenangan (hura-hura) di kalangan mahasiswa itu sendiri. Seperti menyajikan event-event musik, lomba-lomba olahraga bahkan sampai ada lomba game online, mirisnya tidak sedikit mahasiswa yang justru menggemari event yang disajikan tersebut.Padat nya even-event tersebut hanya membuat mahasiswa jauh dari pengkajian keilmuan, penelitian, dan membuat mahasiwa tidak peduli dengan kebijakan-kebijakan kampus.

Sudah seharusnya organisasi intra kampus/lembaga mahasiswa menyelenggarakan event yang lebih berguna, seperti seminar-seminar keilmuan dan isu-isu nasional diperbanyak ‒minimal mengajak mahasiswa diskusi- diskusi di pojokan kampus dan tentunya tidak perlu mengerluarkan banyak biaya.
Kerena lembaga mahasiswa adalah suatu sarana terbaik untuk pembelajaran organisasi dan kepemimpinan di lingkungan internal kampus sekaligus untuk menciptakan rantai intelektual, budaya kritis terhadap segala sesuatu dan kepekaan sosial mahasiswa itu sendiri.



Kamis, 25 Februari 2016

Sahabat Sejati




Bismaillah

Disekeliling kita banyak sekali seorang sahabat,mulai dari sahabat kecil teman bermain,sahabat sekelah,sahabat kampus bahkan tidak hanya di dunia nyata di dunia maya pun kita mempunyai teman,ratusan mungkin ribuan sahabat yang kita kenal. Namun yang jadi pertanyaan apakah sahabat yang kita kenal adalah benar-benar seorang sahabat,apa kah ia sahabat sejati kita, atau mungkin ia hanya seorang sahabat formalitas saja, karena kenal di suatu tempat,di sekolah,di kampus satu tempat duduk sehingga dengan terpaksa menjadi sahabat kita. Seorang sahabat akan mempengaruhi kita bagaimana cara kita bergaul,bagaimana kita bertingkahlaku, jika kita salah mencari sahabat maka kita akan terjerumus dengan hal-hal yang buruk, bahkan mengajak kita untuk masuk neraka.

Oleh karena itu kita harus benar-benar dalam mencari sahabat karena terkadang ada sahabat yang hanya memanfaatkan kita bahkan ingin menjatukan dan menyakiti kita. Carilah sahabat sejati yang jika bersahabat dengannya mengajak kebaikan dan mendekatkan diri kita kepada sang Pencipta.
Sahabat sejati adalah ia yang selalu mengingatkan tatkala kita lupa dan menasehati kita secara halus jika kita bersalah, ia akan selalu senantiasa memotivasi kita tatkala kita rapuh dan ia selalu ada tatkala, ia tak akan segan mengajak kita melakukan kebaikan dan tak segan melarang kita jika akan melakukan kesalahan, ia akan selalu menuntun kita kejalan yang mendekatkan kita Kepada Allah, dan senantiasa menjadikan nabi muhammad sebagai suri tauladan.Namun apakah hari ini masih ada sahabat sejati seperti yang disebutkan diatas?.  Jika kita berusaha menjadi teladan yang baik allah akan mempertmukan kita pada sahabat yang baik.

Sahabat sejati memberi tanpa minta imbalan,menasehati tanpa diminta. Sahabat sejati senantiasa memberikan cinta, membangun ukhuwah serta memberikan kasih dan sayang, dalam doa malam mengalir nama-nama sahabatnya, berani berkorban dan rugi untuk sahabatnya. Semuanya dipersembahkan untuk sahabatnya, satu keinginan nya bila ia mencintai sahabatnya ia berharap allah  mencintainya pula.

Sahabat sejati tak pernah menukar cinta dengan uang atau harta. Tak mengukur ukhuwah dengan selalu memberi, tak membagi kasih an sayang dengan sebuah pujjian,. Namun ia berikan semua untuk satu satu harapan yaitu surga yang penuh kenikmatan. Oleh karena itu carilah teman sejati dan jadilah teman yang sejati.

Alkisah,suatu hari dizaman Rasulullah ada dua orang sahabat baik yang bekerja sebagai pengembala kambing. Pada suatu hari sahabat yang pertama bertanya kepada sahabat yang kedua “ apakah benar engkau sahabat ku yang benar-benar sahabat?”, sahabat yang kedua menjawab “bukan kah kita dari kecil hingg besar selalu bersama dan saya tak pernah menyakitimu. Apa lagi bukti yang engkau inginkan bahwa aku ini adalah sahabatmu yang baik?” kemudian sahabat pertama membentak “sesungguhnya engkaulah manusia yang paling pendusta”, sahabat yang kedua tadi kebingungan dan bertanya “ apa kesalahan ku sehingga engkau berkata seperti itu, kemudian sahabat pertama berkata “pulanglah engkau kerumahmu dan kembalilah besok jika engkau udah ketemu jawabannya.

Seharian sahabat kedua tadi mencari sebab kemarahan sahabat pertama namun tak kunjung mendapatkan nya, akhirnya esok hari sahabat kedua kembali menemui sahabat pertama dan berkata” wahai sahabatku puas sudah saya seharian mencari jawabannya namun tak kunjung saya dapatkan,katakan lah sahabat apa kesalahanku hingga engkau sangat marah” sambil menangis  tersedu-sedu. Sahabat pertama menatap wajah sahabat kedua dengan sangat tajam dan berkata kesahabat yang kedua” pernah engkau mengingatkan ku supaya mengucapkan kalimat syahadat dan bershalawat kepadi nabi Muhammad SAW ketika kita beristirahat saat lelahnya kerja ketika berbicara?” sahabat kedua menggeleng.

“Pernah engkau mengingatkanku untuk segera shalat ketika mendengar suara azan?” lagi-lagi sahabat kedua menggeleng. “ pernah engkau menasehatiku berpuasa ketika bulan ramadhan dan berzakat? Lagi-lagi sahabat kedua menggeleng kepala dengan gerimis tangisnya yang kian membasah.

Kemudian yang terakhir “ pernah kah engkau mengajak aku menunaikan ibadah haji jika kita dikarunia rejeki yang berkecukupan?” sahabat kedua terus menangis tersiak-siak. “tidak pernah bukan, lantas layakah engkau bergelar sahabatku, bahkan engkau tak pernah membawaku melarikan diri dari neraka jahannam, inikah yang sebenar-benarnya sahabat?”.

Semoga bisa mengambil hikmah dari kisah diatas.
Tulisan ini terinspirasi dari buku Islam KTP.


Wallahua’alam bissawab.

Masalah demi masalah


Setiap manusia akan ditimpa dengan berbagai masalah,karena itulah cara tuhan ingin melihat seberapa besar kualitas kita dalam menyelesaikan masalah tersebut dan masalah demi masalah menimpa kita sebagai ujian apakah kita layak naik kelas menuju ketingkat selanjutnya. Ibaratkan seorang siswa untuk menaiki jenjang yang lebih tinggi mereka harus mengikuti ujian untuk melihat kapasitas kemampuan nya apakah ia layak untuk pindah kelas yang lebih tinggi, begitu juga dengan hidup ini,masalah demi masalah akan selalu kita hadapi agar kita menjadi orang yang berkualitas.

Masalah yang kita hadapi pasti bisa kita selesaikan, karena Allah membebani suatu hamba sesuai dengan batas  kemampuan nya. Segelas  air akan terasa asin jika diberi sesendok garam akan tetapi jika air laut di kasi sesendok garam ia tidak akan bisa asin,jika sesendok garam di ibaratkan masalah akan terasa berat menghadapi masalah tersebut karena pikiran kita sempit menghadapinya,namun jika kita menghadapi masalah dengan pikiran terbuka dengan bijak maka masalah tersebut bukan lah suatu beban yang memberatkan. Namun terkadang cara pandang seseorang dalam menyikapi masalah tersebut berbeda-beda sehingga ada orang-orang yang biasa-biasa saja dalam menghadapi masalah, bahkan terkadang ada orang yang semakin tertantang dan terpacu ketika ada masalah karena ia yakin dengan masalah tersebut ia bisa berlatih dan menimpa diri untuk menjadi lebih baik, tetapi ada orang yang menghadapi setiap masalah adalah suatu beban sehingga hari-hari yang dijalani hanya dengan keluh kesah karena masalah yang menimpanya.


Kita hidup sebenarnya untuk menyelesaikan masalah, karena sejatinya hidup ini adalah masalah,tidak ada hidup tanpa masalah,masalah akan selesai ketika kita sudah mati, ibarat kan orang sekolah jika udah tamat sekolah baru ujian tersebut tidak akan ada lagi. Setiap masalah yang kita hadapi adalah cara allah memberikan kita pelajaran agar kita bisa belajar dari masalah tersebut, karena masalah bisa kita jadikan kita guru yang terbaik. Ketika ditimpa kemelaratan,kesempitan,mendapatkan cacian mungkin allah ingin mengajarkan kan kita arti kesabaran. Oleh karena hadapi masalah dengan penuh senyuman dan pikiran positif sehingga masalah demi masalah yang menimpa kita membuat kita menjadi orang yang lebih baik lagi. Sabar juga merupakan salah satu kunci menghadapi masalah. Banyak orang yang kurang sabar karena mereka kurang paham dan kurang bijak  dalam menghadapi masalah yang terlintas dalam pikiran nya bahwa masalah adalah sesuatu yang sangat memberatkan dan menyakitkan.

Selasa, 23 Februari 2016

Semangat Mengerjakan SKRIPSI








Skripsi oh skripsi,ia itulah tugas akhir bagi mahasiswa semester akhir, skripsi adalah sarat seseorang menjadi sarjana,sepintar apapun orang tersebut jika masih belum selesai mengerjakan skripsi kepintaran nya belum bisa diakui karena belum mendapatkan tanda bukti berupa ijazaah. banyak mahasiswa yang dibuat galau akibat skripsi dan menganggap skripsi adalah suatu momok yang menakutkan apalagi mendengar cerita dari senior yang belum selasai mengerjakan kan skripsi yang lebih banyak lika-likunya. Mengerjakan skripsi sebenarnya bukan masalah kepintaran dan semangat tapi yang terpenting adalah niat mengerjakan skripsi. Dibutuhkan niat sekuat baja sehingga cita-memakai toga bisa tercapai.

Masih banyak mahasiswa tua yang masih asyik menyandang mahasiswa bukan tidak pintar akan tetapi mereka belum fokus mengerjakan skripsi,ada yang sibuk dengan organisasi sehingga melupakan skripsi ada yang sambil bekerja, buka usaha bahkan ada yang menikah. Hal tersebut bukan lah masalah akan tetapi fokusnya akan terbagi, disisi lain mereka harus mengurus masalah kerjaan,ngurus usaha,ngurus keluarga dan dengan waktu yang bersamaan harus menyelesaikan tugas skripsi, sehingga agak lama menyelesaikan skripsi, sebelum kita ingin melakukan hal lain kita harus mempertimbangkan terlebih dahulu mengukur kemampuan kita, apakah dengan melakukan beberpa pekerjaan kita akan bisa fokus mengerjakan skripsi. Karena skripsi ini ibaratkan sebuah pasangan suami istri, ia butuh perhatian dan kasih sayang sehingga bisa selalu bersama dan tentu pasangan kita tidak ingin diduakan, begitu juga skripsi ia butuh perhatian lebih agar bisa fokus mengerjakan nya.

Dan yang tidak bisa di pungkiri musuh yang paling berat dalam mengerjakan skripsi adalah Lima kata yaitu “MALAS”, jika penyakit ini menyerang diri kita dan jika di biarkan maka skripsi tidak akan pernah selesai tidak ada lagi senjata yang bisa melawannya salah satu caranya dengan memaksa dan melawan kemalasan tersebut, karena menunda-menunda skripsi berarti kita telah menunda banyak hal,misal nya kita harus menunda jadi PNS, meunda bekerja di perusahaan ternama karena hal tersebut bisa kita peroleh jika sudah sarjana, bahkan ada celotehan sehari menunda skripsi berarti sehari menunda pernikahan ( yang ini abaikan,hehe).

Ada kata-kata bijak yang menjadi andalan mahasiswa tingkat akhir adalah “mungkin skripsi tidak selesai tepat waktu, tapi ia akan selesai di waktu yang tepat” seolah hal tersebut menjadi pembenaran bahwa berlama-lama menyelesaikan skripsi tidak apa-apa mungkin belum waktunya,toh nanti akan selesai juga di waktu yang tepat. Memang benar skripsi akan selesai di waktu yang tepat, akan tetapi jika tidak dikerjakan dan menunda-nunda dalam menyelesaikan nya,kapan nunnggu waktu yang tepat? (coba pikirkan, heheh). Kita harus ingat bahwa semakin lama kuliah akan ada orang yang terzholimi yaitu orangtua yang membiayai kita kuliah,tentu orang tua akan menginginkan anak nya untuk cepat selesai lulus kuliah agar bisa mendapat pekerjaan dan bisa membantu dan membahagiakan nya, tetapi kalau kita lama menyelesaikan kuliah malah bukan membahgiakan tapi mengecewakannya karena menambah pengeluaran orang tua membiayai kuliah kita.

Kita harus mempunyai niat yang sungguh-sungguh dalam menyelesaikan skripsi dan harus bermental baja, karena kita akan selalu melakukan revisi,revisi dan revisi. Mahasiswa biasanya suka menyerah ketika skripsi tidak kunjung bagus, ya ia lah namanya juga skripsi pasti ada revisi, karena tidak ada skripsi tanpa revisi, agar skripsi kita bisa bagus seperti yang diingan kan dosen. Profesor sekalipun jika membuat karya ilmiah pasti ada revisi, apalagi kita yang baru belajar, akan tetapi jika kita mempunya niat dan sabar insyaallah akan selesai juga.

Masalah juga bagi mahasiswa, lama menyelesaikan skripsi karena jarang berkonsultasi dengan dosen pembimbing,meskipun kita sudah punya ide dan konsep jika kita jarang berkonsultasi maka akan lama juga dalam menyelesaikan skripsi karena konsep dan ide kita belum tetntu benar di mata dosen pembimbing, dan kita harus mempunyai hubungan yang baik dengan dosen pembimbing karena bagaimanapun juga beliau lah yang menentukan apakah kita bisa seminar dan sidang, jadi kita harus pandai-pandai cari perhatian dengan dosen pembimbing,hehe

Jadi intinya jika skripsi ingin selesai KERJAKAN....KERJAKAN....KERJAKAN.... dan jangan lupa berdoa meminta kepada yang maha kuasa agar dipermudah dalam pengerjaan nya karena apapun usaha kita hasil akhirnya allah juga lah yang menentukan.

NOTE : Tulisan ini di buat oleh saya (Badaruddin) selaku mahasiswa semester atas untuk membuat motivasi dan semangat dalam menyelesaikan Skripsi karena saya sendiri masih baru mulai dalam menyelesaikan nyaa. Semoga di permudah oleh Allah. Aamiieen....



Senin, 22 Februari 2016

Indahnya saling tolong menolong dalam kebaikan



Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebaikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya. (QS.Al-Maidah Ayat 2)

Hidup akan terasa indah jika bebagi dengan tulus dan ikhlas, saling tolong menolong tanpa pamrih. Begitulah seharusnya manusia berbuat, karena kita makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendirian tanpa bantuan orang lain dan suatu saat pun kita pasti akan butuh bantuan orang lain. Betapa senang nya kita jika dalam kondisi kesusahan dan butuh bantuan orang lain tiba-tiba ada seseorang datang yang membantu kita. Misal ketika ketika hendak pergi kesuatu tempat dengan menggunakan kendaraan speda motor tiba-tiba ditengah jalan motor mogok secara mendadak, jauh dari tempat bengkel dan kita harus mendorong sepanjang jalan sampai menemukan tempat bengkel motor,tiba-tiba datang seorang penggguna jalan dari belakang yang hendak membantu mendorong motor kita yang mogok dengan menggunakan motornya, betapa bahagia nya kita ada orang menolong di waktu yang tepat.

Begitulah yang terjadi pada seorang anak perempuan penjual koran yang memperoleh bantuan dari seorang anak laki-laki yang masih kecil penjual kue, ketika itu ada sebuah tayangan di sebuah chanel TV swasta yang sangat memberikan pelajaran berharga,ada seorang anak perempuan penjual koran akan tetapi koran tersebut sedikit basah karena kena percikan air hujan, koran tersebut ingin dijual seharga dua puluh ribu, ia menawarkan koran disepanjang jalan kepada orang-orang yang ia jumpai,namun koran yang ditawarkan tak ada seorang pun yang mau membeli koran tersebut dikarenakan mahal dan juga sedikit basah, anak perempuan tersebut tidak putus asa sampai akhirnya ia bertemu dengan seorang anak laki-laki yang masih kecil memakai sepeda anak tersebut bernama eko, kemudian penjual koran tersebut menawarkan korannya kepada eko dengan segala kerendahan hati meskipun korannya agak mahal dan basah eko tetap membeli koran tersebut karena ingin membantu penjual koran yang menjual koran tidak kunjung laku.

Setelah mencari tahu tentang asal usul eko ternyata eko adalah anak sorang ibu yang mempunyai penyakit ginjal dan ayahnya meninggalkan mereka tanpa keberadaan yang jelas dimana ayahnya. eko masih duduk dibangku SD yang setiap harinya menjual kue,tetpi dengan ketulusan hatinya meskipun hasil penjualan kue nya tidak seberapa ia tetap membeli koran tersebut karena ia tahu bahwa si penjualan tersebut butuh bantuan nya. Bagaimana dengan kita? Bisakah kita seperti eko meskipun masih kecil

Dari kisah diatas dapat di ambil pelajaran bahwa menolong orang lain tidak harus kita kaya,akan tetapi selama kita masih bisa membantu orang lain maka kita harus membantu nya,karena sebenarnya apa yang kita kerjakan akan berdampak pada diri kita sendiri. Allah tidak tidur, allah maha melihat jika kita suka membantu orang lain dalam kesusahan maka kelak jika kita membutuhkan bantuan orang lain maka allah akan menurun kan bantuan kepada kita dengan berbagai cara yang allah kehendaki.
Sesuatu yang kita kerjakan tidak akan berarti tanpa adanya ketulusan yang hakiki,begitu juga dengan menolong orang lain akan terasa nikmat jika datang dari hati nurani tanpa embel-embel yang lain.