Pages - Menu

Senin, 22 Februari 2016

Indahnya saling tolong menolong dalam kebaikan



Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebaikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya. (QS.Al-Maidah Ayat 2)

Hidup akan terasa indah jika bebagi dengan tulus dan ikhlas, saling tolong menolong tanpa pamrih. Begitulah seharusnya manusia berbuat, karena kita makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendirian tanpa bantuan orang lain dan suatu saat pun kita pasti akan butuh bantuan orang lain. Betapa senang nya kita jika dalam kondisi kesusahan dan butuh bantuan orang lain tiba-tiba ada seseorang datang yang membantu kita. Misal ketika ketika hendak pergi kesuatu tempat dengan menggunakan kendaraan speda motor tiba-tiba ditengah jalan motor mogok secara mendadak, jauh dari tempat bengkel dan kita harus mendorong sepanjang jalan sampai menemukan tempat bengkel motor,tiba-tiba datang seorang penggguna jalan dari belakang yang hendak membantu mendorong motor kita yang mogok dengan menggunakan motornya, betapa bahagia nya kita ada orang menolong di waktu yang tepat.

Begitulah yang terjadi pada seorang anak perempuan penjual koran yang memperoleh bantuan dari seorang anak laki-laki yang masih kecil penjual kue, ketika itu ada sebuah tayangan di sebuah chanel TV swasta yang sangat memberikan pelajaran berharga,ada seorang anak perempuan penjual koran akan tetapi koran tersebut sedikit basah karena kena percikan air hujan, koran tersebut ingin dijual seharga dua puluh ribu, ia menawarkan koran disepanjang jalan kepada orang-orang yang ia jumpai,namun koran yang ditawarkan tak ada seorang pun yang mau membeli koran tersebut dikarenakan mahal dan juga sedikit basah, anak perempuan tersebut tidak putus asa sampai akhirnya ia bertemu dengan seorang anak laki-laki yang masih kecil memakai sepeda anak tersebut bernama eko, kemudian penjual koran tersebut menawarkan korannya kepada eko dengan segala kerendahan hati meskipun korannya agak mahal dan basah eko tetap membeli koran tersebut karena ingin membantu penjual koran yang menjual koran tidak kunjung laku.

Setelah mencari tahu tentang asal usul eko ternyata eko adalah anak sorang ibu yang mempunyai penyakit ginjal dan ayahnya meninggalkan mereka tanpa keberadaan yang jelas dimana ayahnya. eko masih duduk dibangku SD yang setiap harinya menjual kue,tetpi dengan ketulusan hatinya meskipun hasil penjualan kue nya tidak seberapa ia tetap membeli koran tersebut karena ia tahu bahwa si penjualan tersebut butuh bantuan nya. Bagaimana dengan kita? Bisakah kita seperti eko meskipun masih kecil

Dari kisah diatas dapat di ambil pelajaran bahwa menolong orang lain tidak harus kita kaya,akan tetapi selama kita masih bisa membantu orang lain maka kita harus membantu nya,karena sebenarnya apa yang kita kerjakan akan berdampak pada diri kita sendiri. Allah tidak tidur, allah maha melihat jika kita suka membantu orang lain dalam kesusahan maka kelak jika kita membutuhkan bantuan orang lain maka allah akan menurun kan bantuan kepada kita dengan berbagai cara yang allah kehendaki.
Sesuatu yang kita kerjakan tidak akan berarti tanpa adanya ketulusan yang hakiki,begitu juga dengan menolong orang lain akan terasa nikmat jika datang dari hati nurani tanpa embel-embel yang lain.




Minggu, 21 Februari 2016

Menghormati seorang guru







Guru merupakan seorang yang sangat berjasa bagi kehidupan kita,baik itu guru agama,guru ngaji, guru di sekolah dan juga guru di kampus. Mereka dengan ikhlas memberikan ilmu kepada kita sehingga kita tahu mana yang benar dan mana yang salah, mana yang halal dan mana yang haram. Betapa hebatnya perjuangan mereka sehingga melahirkan pemimpin-pemimpin bangsa, semua profesi yang ada didunia ini tidak lepas dari andil seorang guru karena sebelum mereka jadi presiden,menteri,pejabat,polisi dan profesi yang lainnya tentu mereka akan menempuh yang nama nya jenjang pendidikan dibangku sekolah dan kita tidak akan bisa mengenyam pendidikan jika tidak ada seorang guru.

Akan tetapi manusia di zaman ini sedikit sekali yang menghormati gurunya, mereka anggap seorang guru hanya sebatas profesi biasa dan menganggap guru ketika ada disekolah atau pun dikampus akhlak kepada gurunya sangat buruk bahkan menyamakan guru dengan seorang teman berkata seenaknya,bertingkah sesuka hati kepada gurunya. Kadang ada guru yang dibencinya bahkan ada yang mencacinya dengan alasan gurunya garang,killer ngajar nya susah di mengerti sehingga tak jarang banyak siswa yang melukai dan menyakiti hati guru atau dosennya, sehingga wajar ketika ilmu yang diperoleh kurang bermanfaat akibat kurang menghormati seorang guru dan ilmu tersebut tidak akan berguna. Jika kita lihat banyak orang-orang yang berilmu tapi ilmu mereka membawanya kejurang kehancuran,banyak pejabat yang korupsi,berjudi melakukan tindakan asusila bukan nya mereka tidak berilmu tetapi karena ilmunya tak bermanfaat, karena syarat ilmu bisa bermanfaat salah satunya hormat terhadap guru.

Jika kita belajar dengan ulama terdahulu bagaimana mereka menghormati gurunya mulai dari cara bicara dengan guru,cara duduk mereka sangat berhati-hati sehingga ilmu yang diperoleh bisa bermanfaat dan berguna bagi orang banyak, terlebih lagi kepada seorang guru agama atau guru spritual kita. Terdapat banyak riwayat atau hadist yang menjelaskan keutamaan dan pentingnya menghormati seorang guru. Karena Guru adalah pewaris para nabi. Karena lewat seorang guru, wahyu atau ilmu para nabi diteruskan kepada umat manusia. Imam Al-Gazali mengkhususkan seorang guru dengan sifat-sifat kesucian, kehormatan, dan penempatan guru langsung sesudah kedudukan para nabi. Beliau juga menegaskan bahwa: “Seorang yang berilmu dan kemudian bekerja dengan ilmunya itu, maka dialah yang dinamakan besar di bawah kolong langit ini, dia ibarat matahari yang menyinari orang lain dan mencahayai dirinya sendiri, ibarat minyak kesturi yang baunya dinikmati orang lain dan dia sendiri pun harum. Siapa yang berkerja di bidang pendidikan, maka sesungguhnya dia telah memilih pekerjaan yang terhormat dan yang sangat penting, maka hendaknya dia memelihara adab dan sopan satun dalam tugasnya ini.”

Guru merupakan bapak rohani bagi seorang murid, gurulahlah yang memberikan santapan jiwa dengan ilmu, pendidikan akhlak, dan membimbing para muridnya. Maka, menghormati guru berarti penghargaan terhadap anak-anak kita, dengan guru itulah, mereka hidup dan berkembang. Sesuai dengan ketinggian derajat dan martabat seorang guru, tidak heran kalau para ulama sangat menghormati guru-guru mereka. Cara mereka memperlihatkan penghormatan terhadap gurunya antara lain sebagai berikut.

1.      Mereka selalu rendah hati terhadap gurunya, meskipun ilmu sudah lebih banyak ketimbang gurunya.
2.      Mereka menaati setiap arahan serta bimbingan guru, seperti seorang pasien yang tidak tahu apa-apa tentang penyakitnya dan hanya mengikut arahan seorang dokter pakar yang mahir.
3.      Mereka juga senantiasa berkhidmat kepada guru-guru mereka dengan mengharapkan balasan pahala serta kemuliaan di sisi Allah Swt.

4.      Mereka memandang guru dengan perasaan penuh hormat dan ta’zim (memuliakan) serta memercayai kesempurnaan ilmunya. Hal ini akan lebih membantu pelajar untuk memperoleh manfaat dari apa yang disampaikan oleh guru mereka.

Itu lah pentingnya menghormati seorang guru, kita harus selalu menghormati seorang guru meskipun kita sudah lulus dan tidak lagi berguru kepadanya,meskipun kita sudah menjadi pejabat atau ilmu kita sudah lebih tinggi dari guru kita harus tetap menhormati guru karena bagaimanapun kita bisa seperti sekarang karena perjuangan seorang guru dan kita harus selalu mendoakan beliau agar diberi keselamatan,kesejahtraan dan umur yang panjang.

Wallahua’alam bissawab





Rasa Cemas pada diri seseorang


Setiap orang biasanya pernah merasakan yang namanya cemas,gelisah,was-was,takut gagal,putus asa dan galau . Biasa nya yang paling banyak merasakan hal di atas adalah dari kalangan anak muda meskipun dari kalangan orangtua juga ada, cemas ketika mengalami kesulitan,khawatir dengan masa depan yang belum jelas,galau ketika diputusin pacar,gelisah ketika mengalami ujian, bahkan bisa putus asa dikala beban yang menimpanya begitu berat.Biasanya untuk anak SMA gelisah takut ujian tidak lulus,setelah lulus cemas takut tidak diterima di perguruan negri faforit,setelah  kuliah khawatir bisa dapat pekerjaan atau tidak, masa depan nya terasa suram dan gelam karena dihantui rasa cemas,khawatir,takut dan lain sebagainya.

Persis ketika seseorang ingin pergi kehutan semua bekal di persiapan dengan lengkap, berbekal tas dengan makanan yang lengkap,senjata,dompet tebal dengan uang, akan tetapi jika tidak tau seluk beluk hutan,tidak tau medan didalam hutan,tidak tau bagaimana menaklukan binatang buas maka tentu ia akan merasakan hal-hal diatas,cemas,gelisah,khawatir. Tentu tidak akan ada gunanya bekal yang dibawa,uang banyak tidak tahu mau di apakan, dan bekal makanan yang ia bawa tentu akan habis yang membuat mereka khawatir mau cari makan dimana padahal makanan dihutan melimpah ruah.

Dan mereka juga akan khawatir dengan keselamatan didalam hutan,selalu khawatir akan serangan binatang buas karena mereka tidak tahu bagaimana menaklukan binatang buas. Dan ketika mendapati bukit yang menjulang langsung mengeluh dan putus asa karena tidak tahu ujung perjalanan dan akhirnya lengkaplah sudah kekhawatiran dan ketakutan mereka didalam hutan.
Namun bagi orang yang sudah mengenal seluk beluk isi hutan tentu tidak akan rasa cemas,gelisah,was-was dan rasa takut misal nya Tarzan sang manusia hitan ia selalu gembira dan ceria dalam menghadapi kesulitan, tantangan dan rintangan di dalam hutan karena ia tahu seluk beluk isi hutan, ia selalu gembira tak ada sedikitpun rasa cemas,gelisah,takut dan was-was. Ia berbekal secukupnya karena tahu bahwa dihutan ada makanan yang berlimpah dan ia tak pernah merasa cemas menghadapi binatang buas karena ia tahu bagaimana menaklukan binatang luas,semua yang menyulitkan dan menyengsarakan ternyata mudah saja bagi tarzan karena ia memiliki kunci pokok untuk menghadapi hal tersebut yaitu ilmu atau pengetahuan tentang hutan dan cara mengatasi kesulitan di hutan.

Begitu juga dengan kehidupan yang kita hadapi saat ini jangan berharap memperoleh ketenangan hidup dan kebahagiaan jika kita tidak tahu ilmu nya yang ada malah perasaan cemas setiap hari. Ilmu untuk mengatasi semua ini hanya sattu yaitu ilmu dari yang menciptakan dunia ini. Itulah islam dengan pedoman pokoknya alquran dan sunnah. Semua rahasia kehidupan didunia dan akhirat sudah dijabarkan secara lengkap dalam alquran dan sunnah. Tidak ada satu pun urusan dan masalah didunia ini kecuali sudah ada jalan keluarnya. Jadi jika kehidupan ini masih di hantui rasa cemas yang menengsarakan berarti penyebab inti nya kurang pemahaman ilmu agama dan kurang berpegang teguh terhadap alquran dan hadits.

Oleh karena itu buanglah jauh-jauh rasa cemas,karena rasa cemas hanya buang-buang waktu,membuang-buang energi tubuh dan merusak ibadah kita.  jangan mencemaskan sesuatu yang belum tentu terjadi. Sadarilah hidup ini terlalu singkat, terus kapan kita akan merasakan kebahagiaan jika hari-hari kita dihantui rasa cemas yang akan membuat kita semakin sengsara dan menghilang rasa nikmat yang ada pada diri kita. Cemas menandakan bahwa kurang mantapnya keimanan bahwa segala kejadian yang menimpa kita adalah kehendak dari allah swt.

“tidak ada sesuatu musibah pun yang menimpa seseorang, kecuali dengan izin allah. Barang siapa yang beriman kepada Nya, niscaya dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan allah maha mengetahui segala sesuatu”. (QS.At-Taghhaabun : 11)

Semua yang terjadi atas izin allah,allah tahu yang terbaik buat kita jadi tidak perlu ada kecemasan lagi padi diri kita,buang jauh-jauh rasa cemas pada diri kita dan mantapkan keimanan kita kepada allah bahwa yang terjadi pada diri kita hari ini dan yang akan datang sudah allah tulis di lauhul mahfudz sebelum kita lahir dan ini lah yang terbaik yang allah berikan. Jangan sampai pikiran kita sibuk mecemaskan perbuatan-perbuatan makhluk, dan jangan sampai kita mengharapkan datangnya bantuan-bantuan makhluk, karena tidak ada satu makhluk pun yang bisa mendatangkan manfaat atau mudharat kecuali atas ijin allah.


Wallahua’alam bissawab

Renungan kasih sayang orang tua









Bismillah

Bicara tentang kasih sayang,semua orang pasti ingin disayang, apalagi kasih sayang itu datang dari orang tua karena ridho allah itu tergantung dari ridha orang tua,jika orang tua sayang dan ridha  sama kita maka allah juga akan sayang dan ridha pada kita, akan tetapi anak muda jaman sekarang suka tidak mempedulikan orang tua,suka membantah,membentak bahkan melawan orang tua. Anak muda zaman sekarang jika dinasehati orang tua suka menghiraukan nya,tak mau mendengarkan nasehat agar menjauhi perbuatan yang kurang bermanfaat,ketika dilarang pulang larut malam,dilarang bergadang,dilarang keluyuran mereka membantah dan melawan dengan berbagai alasan mencari pembenaran bahwa apa yang dilakukan itu tidak ada salahnya,memarahi orang tua jika keinginannya tidak dituruti. Hampir semua remaja mempunyai masalah sama orang tuanya padahal orang tua berbuat seperti itu karena menginginkan yang terbaik untuk anaknya. Kita tidak boleh sedikit pun membentak dan melawan sama orang tua malah kita harus berbakti kepada orang tua mumpung beliau masih hidup karena kita tidak akan bisa membalas semua jasanya.

Dalam suatu riwayat di kisahkan, pada waktu itu ada seorang sahabat yang ingin membalas kebaikan ibundanya kemudian ia menggondong ibunya pergi haji dan jaraknya nya itu sangat jauh sekitar 6 Mil dan jika ibundanya bergerak sedikit saja maka luka lah kulit sahabat itu, tapi dia terus berkata saya ikhlas ya allah untuk ibunda ku, dia berjalan terus dibawah terik sinar mentari di padang pasir hingga akhirnya ia tiba di ka’bah bahkan ketika tawaf pun ibundanya di gendongnya meskipun punggungnya penuh dengan luka dia tetap ikhlas melakukan hal tersebut untuk bundanya karena dia berfikir mungkin hal tersebut yang bisa dilakukan untuk membalas jasa ibunya, kemudian sahabat tersebut menghampiri rasulullah dan berkata “ya rasulullah saya sudah menggendong ibundaku dari rumah sejauh 6 mil dan kemudian ibundaku saya bawa haji melaksanakan tawaf, sudahkah saya mampu membalas kebaikan ibunda ku”, ternyata rasululaah menjawab” apa yang engkau lakukan masih belum cukup untuk membalas kebaikna ibunda mu”.

Bukankah ibunda kita yang dulu sembilan bulan mengandung dan mengandung kita kemana-mana, bukan kah ibunda kita yang dulu tidak berdaya digendognya setiap hari dengan rasa cinta dan kasih sayang, kemudian pantaskah jika kita sekarang melawan orang tua. Melawa orang tua merupakan sebuah dos besara seperti yang disampaikan rasulullah.

“maukah kalian aku beritahu dosa yang paling besar? Maukah kalian aku beri tahu dosa yang paling besar? Maukah kalian aku beri tahu dosa yang paling besar? “ Kami ( para sahabat ) menjawab, “tentu saja ya rasulullah”, beliau menjawab, yaitu menyekutukan Allah dan berani kepada orangtua”. (Dikeluarkan oleh Imam Al-Bukhari mentakhrijkan hadits ini dalam Kitab “Syahadat” bab : apa yang dikatakan dalam saksi palsu)

Sudah berapa lama spanjang hidup kita berani kepada orantua,melawan orangtua,membentak ayah ibu kita ,mengeluarkan kata-kata kasar kepada mereka. Sudah berapa lama sepanjang hidup kita hanya membuat air mata mereka menetes akibat ulah perbuatan kita. Seandainya kita mengalami seperti saudara-saudara kita di palestina ribuan orang menjadi anak yatim piatu mereka tidak punya lagi ayah dan ibu karena telah meninggal dunia akibat kezhaliman Yahudi laknatullah apa yang akan kita rasakan, tapi hari ini meskipun kita mempunyai orangtua malah kita sering menyakitinya bukan menyenangkan hati mereka.

Hari ini kita masih punya ayah dan ibu tapi apa yang sudah kita perbuat untuk mereka, mari kita evaluasi sebulan yang lalu kita sudah melakukan dosa apa kepada mereka, setahun yang lalu engkau pernah melakukan dosa apa kepada mereka, sepanjang hidup kita dosa apa yang telah kita lakukan kepada mereka, apakah kita melupakan kebaikan-kebaikan ibunda kita selama ini,mengandung kita selama 9 bulan tidak pernah mengeluh kemanapun kita dibawa berapa berat perjuangan seorang ibu pada saat itu,ibu kita mual-mual,tidak bisa tidur,tidak bisa menghadapkan tubuhnya kebawah karena kita ada didalamnya bahkan setiap malam ibu dan ayah kita berdoa demi keselamatan kita agar menjadi anak yang soleh dan solehah,berbakti kepada orang tua dan taat kepada tuhannya. Betapa pengasih dan penyayang ayah dan ibu kepada kita.

Ketika sudah sembilan bulan berada dalam kandungan ibu kita harus berjuang untuk melahirkan kita dengan bersimbah darah,dengan rasa sakit dan bahkan ibu kita rela jika meninggal dunia karena melahirkan kita asalkan kita selamat, orang tua lebih mementingkan leselamatan anaknya daripada dirinya sendiri dan mereka sangat bahagia karena kita lahir dengan selamat bersyukur kepada allah atas kelahiran kita. Perjuangan ibu tidak hanya sampai disitu setiap malam kita menangis membuat mereka tidak bisa tidur,kemudian kita belajar berjalan karena mereka lah dengan sabar melatih kita hingga akhirnya bisa berjalan, mereka ajarkan kita berbicara hingga akhirnya kita bisa berbicara, tahun demi tahun dilewati hingga akhirnya sekarang menjadi anak remaja dan dewasa. Setelah kasih sayang yang ayah dan ibu kita berikan sedemikian rupa tak pernah meminta balas dari kita, setelah mereka begitu cinta kepada kita memberikan kasih sayangnya dengan penuh ketuluusan. Apakah  dengan begitu saja setelah kita tumbuh besar melupakan perjuangan orangtua kita? Pantas kah kita  membentak,memarahi mereka? Sudahkah kita membuat mereka bahagia? Apakah kita menunggu orangtua kita tidak ada baru kita mau menyesal dan akan berbuat baik?

Sebelum terlambat berbaktilah kepada orang tua, buatlah mereka bahagia karena kita tidak akan pernah bisa membalas,jasa-jasa mereka,kebaikan-kebaikan mereka, jangan sampai allah murka kepada kita karena perbuatan kita yang selalu menyakiti orang tua kita. Semoga ini menjadi renungan bagi kita semua agar selalu berbakti kepada kedua orangtua.

Ya Allah ya raab ampuni segala dosa kedua orangtua kami sebagaimana mereka mengasuh kami ketika kecil
Ya allah ya raab jadikan hari-harinya penuh kebahagian dan ketentraman
Yaallah yarab jadikan akhir hayat nya khusnul khatimah
Yaallah yaraab ampuni kami jika selama ini sering menyakiti dan melukai hatinya dan sering membuatnya menangis
Ampuni jika kami masih belum bisa menjadi anak yang berbakti kepadanya


Jumat, 19 Februari 2016

Berharganya sebuah waktu

Bismillah
Roda kehidupan selalu berputar pada porosnya ia tak akan pernah bisa kembali lagi walau seditikpun, beruntung lah orang-orang yang memanfaatkan waktunya dengan baik,menggunakan waktunya dengan hal-hal yang bermanfaat tak ada seditik pun waktu yang berlalu sia-sia.
Tuhan memberikan manusia waktu yang sama 24 jam, namun ada manusia yang sukses dan ada manusia yang tidak sukses, hal ini terjadi karena orang yang sukses bisa memanfaatkan waktu nya dengan baik sedangkan yang tidak sukses mereka yang menyia-nyiakan waktunya sehingga kehidupannya biasa-biasa saja, sungguh merugi orang-orang yang menyia-nyikan waktunya karena waktu yang berlalu tak akan pernah datang kembali, seperti yang difirmankan allah dalam al-quran surah Al-ashr.
Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.” QS. Al-Ashr

Waktu merupakan suatu hal yang sangat berharga, waktu tidak bisa di tukar dengan uang seberapa besarpun uang tersebut, karena waktu merupakan investasi yang sangat berharga,dari QS al-ashr tersebut di jelaskan bahwa manusia benar-benar dalam keadaan rugi jika waktunya di habiskan dengan hal-hal yang kurang bermanfaat, berbuat maksiat,berjudi, nongkrong ditepian jalan, bermain game. Bahkan di jaman moderen ini kebanyakan orang-orang menghabiskan waktunya di depan laptop,di depan Hp atau gadget nya bermain fb,BBM dan sosmed lainnya yang membuat waktunya berlalu sia-sia. Beruntung lah orang-orang yang menghabiskan waktunya  dengan berbuat kebaikan mengerjakan hal-hal positif yang bisa mengupgarde dirinya, menambah wawasan keilmuan,mengerjakan amal shaleh dan saling nasehat menasehati dalam kebaikan.

Pepatah barat mengatakan “waktu adalah uang” jika kita menyia-nyiakan waktu berarti sama saja kita telah menyia-nyiakan uang,bayangkan dalam sehari ada 24 jam jika dalam waktu tersebut kita hanya bersantai-santai saja tidak melakukan hal apapun tentu kita tidak akan mendapatkan apa-apa, tetapi jika dalam waktu tersebut kita melakukan suatu pekerjaan tentu beda lagi ceritanya, kita akan memperoleh uang. Waktu yang kita punya adalah dari bangun tidur hingga tidurlagi nah dari kurun waktu tersebut berapa uang yang kita akan peroleh jika setiap detik kita hargai dengan uang saking berharganya sebuah waktu.

Sementara itu, pepatah Arab menyebutkan “Alawaqtu kalsaifu in lam taqtha’hu qatha’aka”, yang artinya waktu itu adalah pedang. Jika Anda tidak memanfaatkannya (menghunusnya), maka Anda akan dimanfaatkan (dihunus olehnya). Orang yang dikendalikan oleh waktu sangatlah tersiksa. Ia akan sangat terforsir dan seolah-olah tersiksa oleh waktu yang tidak dapat dikendalikan. Waktu telah memanfaatkannya dalam kurun waktu yang panjang dan pada akhirnya ia akan mati di tangan waktu, tanpa sempat memberikan arti dalam kehidupannya. Demikian lah mereka mengiaskan sebuah waktu karena waktu mencakupa tindak tanduk keseharian orang tidak hanya untuk urusan duit tapi juga untuk ibadah dan muamalah. Hassan al-Bashri rahimahullah pernah berpesan: “wahai anak adam, sesungguhnya kamu itu waktu, setiap berlalu satu hari maka berlalulah sebagian kamu”. Hal ini menandakan betapa berharganya nilai waktu walaupun hanya sedetik. Karena waktu adalah sahabat yangpaling setia menemani seseorang. Ia tak akan berpisah, meski bumi terbelah dua.

Ini lah pentingnya memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya karena waktu jugalah yang membuat kita menjadi orang yang biasa atau orang yang luar biasa,karena waktu juga lah yang membuat kita menjadi orang sukses dan tidak sukses. allah melahirkan kita dalam keadaan sama tanpa busana, waktu yang dimiliki sama 24 jam , coba kita pikirkan sejenak kenapa orang bisa jadi pengusaha,ulama,artis, publik figur,orang yang taat beragama dengan yang tidak? Ia..jawaban nya adalah waktu, karena mereka menggunakan waktu dengan sebaik-baiknya.

Wallahua’alam bissawab


Selasa, 16 Februari 2016

pemuda hari ini


Sungguh miris melihat potret anak negri hari ini, hari-harinya dilalui dengan hal-hal yang kurang bermanfaat,waktu mereka dihabiskan kan dengan perbuatan yang sia-sia, padahal pemuda adalah masa depan bangsa, pemuda adalah cerminan negri ini, apa yang akan terjadi dengan masa depan bangsa ini kelak jika kelakuan,akhlak dan moral pemuda nya sangat buruk. Sungguh mudah melihat masa depan negri ini 10 tahun kedepan dengan melihat seperti apa pemuda hari ini, jika pemudanya hanya bermalas-malasan,waktunya hanya dihabiskan dengan bermain game,nongkrong di pinggiran jalan, mereka jauh dari budaya membaca, mengkaji ilmu-ilmu, diskusi sehingga pemudanya tidak berkembang maka sudah di pastikan bangsa ini tidak akan berkembang, karena pemuda hari ini lah kelak 10 sampai 20 tahun kedepan yang akan memimpin negri ini, apa jadinya jika bangsa ini di pimpin dengan orang-orang seperti ini? ( bisa dibayangkan).

Dalam suatu kisah diceritakan bahwa  pada zaman dahulu kala di sepanyol terdapat sebuah kerajaan sebut saja kerajaan A, suatu ketika sang raja ingin menghancurkan kerajaan yang lain sebut saja kerajaan B, namun sebelum sang raja akan menyerang kerajaan B, sang raja A harus tahu terlebih dahulu keadaan di kerajaan B untuk membuat strategi perang, akhirnya sang raja A meminta ke salah satu prajuritnya untuk menjadi mata-mata dan menyurvei keadaan di kerajaan B, akhirnya pergilah si prajurit ini untuk menyurvei kerajaan B, setelah sampai disana si prajurit melihat kebiasaan pemudanya adalah membaca buku, diskusi dan mengkaji tentang ke ilmuan sehingga wawasan nya luas dan akan susah dikalahkan, stelah selesai melakukan survei di kerajaan B akhirnya si prajurit pulang dan menghadap sang raja di kerajaan A kemudian si prajurit melaporkan apa yang ia lihat di kerajaan B dan prajurit berkata kepada rajanya bahwa mereka masih belum bisa menyerang kerajaan B karena kebiasaan pemuda nya berbeda dengan kebiasaan kebiasaan pemuda lainnya, akhirnya kerajaan A menunda penyerangan nya ke kerajaan B.

Beberapa tahun kemudian sang raja dari kerajaan meminta lagi prajuritnya untuk menyurvei kerajaan B lagi, apakah kebiasaan pemudanya masih sama atau berubah, akhirnya prajurit mengikuti perintah sangr raja dan pergi lagi ke kerajaan B untuk melakukan survei, setelah sampai di kerajaan B sang prajurit tadi melakukan pengamatan terhadap kebiasaan pemuda di kerajaan B, ternyata kebiasaan pemuda di kerajaan B sudah jauh berbeda dengan kebiasaan beberapa tahun sebelumnya, pemudanya tidak lagi suka membaca, jauh dari diskusi-diskusi keilmuan, waktu mereka dihabis kan dengan hal-hal yang tidak bermanfaat sehingga wawasan mereka tidak lagi seperti wawasan pemuda beberapa tahun sebelumnya yang rajin membaca dan berdikusi sehingga mereka mudah di kalahkan, akhirnya sang prajurit pulang dan kembali ke kerajaan A untuk melaporkan hasil pengamatan nya kepada raja, setelah bertemu raja sang prajurit menceritakan apa yang terjadi di kerajaan B hari ini jauh berbeda dengan beberapa tahun sebelumnya sehingga mudah dikalahkan.
Kemudian sangraja membuat strategi perang berdasarkan hasil pengamatan prajurit, kemudian kerajaan A menyerang kerajaan B dan akhirnya kerajaan B bisa dihancurkan oleh kerajaan A sehingga kerajaan B kalah.

Dari kisah diatas dapat kita ambil pelajaran bahwa nasib masa depan suatu bangsa tergantung kibiasaan pemudanya, jika kebiasaan pemudanya jauh dari hal-hal yang bermanfaat, jauh dari budaya membaca,diskusi ilmu-ilmu pengatuhan, ilmu agama dan lain sebagainya maka pertahanan suatu bangsa tersebut akan goyang dan bisa jadi rusak,oleh karena itu sebagai seorang pemuda jangan sampai kita sebagai penerus bangsa hanya bisa menghancurkan generasi bangsa karena masa depan bangsa ada ditangan pemuda.

Kata bijak mengatakan pemuda adalah pemimpin bangsa hari ini dan hari esok ditangan pemudalah masa depan bangsa.

Akhlak


Akhlak merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan, akhlak mencerminkan kehidupan seseorang, jika akhlak baik maka pribadi seseorang tersebut akan baik, tidak semua orang mempunyai akhlak baik karena dewasa ini sulit mencari coontoh figur yang layak dicontoh akhlaknya, manusia terkadang salah mencari contoh,salah dalam mencari tauladan yang layak dicontoh sehingga wajar dizaman ini banyak remaja yang mencerminkan perbuatan yang buruk, kalau kita lihat remaja zaman sekarang mulai dari cara berpakaian,pergaulan dan prilakunya hampir semuanya mereka lakukan tidak sesuai dengan ajaran agama, mereka lebih suka mencontoh dunia barat,memakai pakaian yang membuka aurat, menampakan keindahan tubuhnya, tingkah laku yang seenaknya, kurang sopan, anarkis dan sebagainya.

Indonesia telah mengalami demoralisasi yaitu  penurunan akhlak atau rusaknya moral,maksiat merajalela,judi, mabuk-mabukan, tauran sudah menjadi hal yang biasa.  salah satu sebab hal ini terjadi biasanya faktor lingkungan, faktor keluarga lah yang pertama mempengaruhi akhlak seseorang kalau dalam keluarga tersebut tidak mencontohkan akhlak yang baik maka sang anak biasanya akan mencontoh kebiasaan yang telah keluarga lakukan, kemudian faktor lingkungan dengan siapa ia bergaul ini sangat berpengaruh sekali terhadap akhlak seorang anak,oleh karena itu peran orang tua sangat penting dalam mendidik dan mengentrol anak dengan baik jangan sampai salah dalam bergaul sehingga membuat tingkah laku anak jauh seperti yang diharapkan oleh agama.

Selain itu faktor lain yang mempengaruhi tingkahlaku seseorang adalah dari tayangan televisi,seseorang biasanya akan meniru tingkahlaku orang lain yang ia sukai, dalam hal ini biasanya seorang anak lebih mengikuti gaya hidup seorang artis idolanya mulai dari atas sampai bawah, cara sang artis melakukan akting seperti yang diperankan nya, apalagi banyak tayangan televisi yang kurang mendidik rata-rata tayangan televisi menceritakan masalah-masalah percintaan sehingga wajar ketika anak dibawah umur sudah mulai bermain cinta, sudah mulai pacaran karena mereka meniru idola mereka yaitu artis yang ada di sinetron atau film-film, ini merupakan hal yang sangat berbahaya bagi akhlak seorang anak karena akan menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan misalnya karena pacaran yang berlebihan akhirnya hamil diluar nikah.

Ini lah pentingnya pendidikan akhlak bagi seorang anak, terkadang mereka salah mencari contoh, mereka lebih suka meniru artis,meniru idola mereka yang sebenarnya tak layak dicontoh, padahal dalam ajaran islam sudah jelas dikatakan yang pantas dijadikan suri tau ladan adalah rasulullah saw, bukan artis yang diidolakan, jika mengaku ummat nabi muhammad maka wajib hukumnya untuk meniru beliau,mengikuti ajaran beliau, mulai dari bagaimana berpakaian yang baik, cari bertingkahlaku, bertatak rama dan lain sebagainya. Jika kita sudah meniru apa yang di contohkan rasulullah maka insyaallah akhlak kita akan baik.

Akhlak adalah cerminan keimanan seseorang jika ingin melihat keimanan yang paling teguh maka lihatlah akhlaknya karena akhlak berbanding lurus dengan keimanan kepada allah,percuma seseorang pintar jika akhlaknya kurang baik karena kepintaran seseorang yang tidak diiringi dengan akhlak dan moral yang baik akan menjerumuskannya ke perbuatan buruk, misal  banyak orang pintar tapi melakukan korupsi,zina dan perbuatan buruk lainnya karena krisis moral dan akhlak sehingga mereka melakukan perbuatan tersebut.

Kemuliaan yang asli ada pada akhlakul karimah, seseorang yang menginginkan keluarga sakinah maka didalamnya harus ada akhlakul karimah,seseorang yang ingin menjadi pemimpin yang baik maka didalamnya harus ada akhlakul karimah, masalah bangsa yang sebenarnya ada pada akhlak, politik yang berakhlak baik akan berbuat baik dan menghasilkan kebaikan, jika mempunyai prilaku atau akhlak yang baik maka hati kita akan bersi dan selalu ingat kepada allah dan akan terhindar dari perbuatan dosa atau maksiat.
Jika tidak bisa berdakwah dengan kata-maka berdakwah lah dengan akhlak, sehebat apapun ibadah yang dilakukan jika akhlaknya buruk akan tetap buruk.
Jadi perbaiki lah akhlak dari sekarang...

Wallahua’alam bissawab.