Pages - Menu

Sabtu, 13 Februari 2016

Istidraj

Banyak manusia yang melakukan dosa baik secara terang-terangan maupun sembunyi-sembunyi tanpa merasa salah dan berdosa dalam mengerjakannya, sedangkan allah maha melihat semua apa yang dikerjakan manusia di dunia, tetapi meskipun sering melakukan maksiat jalan hidup mereka sepertinya mulus, tentram dan damai padahal sebenarnya itu adalah istidraj allah swt.
Istidraj adalah kesenangan dan nikmat yang Allah berikan kepada orang yang jauh dari-Nya yang sebenarnya itu menjadi azab baginya apakah dia bertobat atau semakin jauh. Sederhananya adalah, jika kita dapati seseorang yang semakin buruk kualitas ibadahnya, semakin tidak ikhlas, berkurang kuantitasnya, sementara maksiat semakin banyak, baik maksiat kepada Allah dan manusia, lalu rezki baginya Allah berikan melimpah ruah, kesenangan hidup begitu mudah didapatkan, tidak pernah sakit dan celaka, panjang umur, bahkan Allah berikan keluarbiasaan pada kekuatan tubuhnya. Maka, hati-hatilah bisa jadi ini adalah istidraj baginya, bukan karamah, secara beransur Allah menariknya dalam kebinasaan.

Yang seperti ini biasanya memang Allah berikan kepada orang-orang kafir dan ahli maksiat. Sebagaimana keterangan berikut:

Dan janganlah sekali-kali orang-orang kafir menyangka, bahwa pemberian tangguh Kami kepada mereka adalah lebih baik bagi mereka. Sesungguhnya Kami memberi tangguh kepada mereka hanyalah supaya bertambah-tambah dosa mereka; dan bagi mereka azab yang menghinakan. (Al‘Imran: 178)

Hal ini juga dikabarkan oleh hadits Nabi dari ‘Uqbah bin ‘Amir Radhiallahu ‘Anhu, bahwa Nabi bersabda:

Apabila engkau melihat Allah memberikan kepada seorang hamba berupa nikmat dunia yang disukainya padahal dia suka bermaksiat, maka itu hanyalah istidraj belaka, lalu Rasulullah membaca: Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, Maka ketika itu mereka terdiam berputus asa. (Al An’am: 44). (HR. Ahmad No. 17311. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mentatakan: hasan. Lihat Ta’liq Musnad Ahmad No. 17311)

Berhati-hati lah jika seseorang sering melakukan maksiat tanpa ada perasaan berdosa tetapi allah biarkan itu semua dengan cara memberikan kekayaan melimpah,rumah mewah,istri cantik dan kesenangan duniawi lainnya, itu adalah tanda bahwa allah sudah tidak lagi mencintai mereka karena perbuatan dosa yang dilakukakan, pada akhirnya allah akan cabut semua kekayaan dan harta yang dimiliki dengan cara-cara yang allah kehendaki, bisa saja dengan memberikan masalah-masalah yang bertubi-tubi pada hidupnya, misalnya dengan cara salah satu keluarganya sakit sehingga dibawa kerumah sakit dan membutuhkan biaya yng sangat mahal sehingga menghabiskan kekayaan nya atau dengan cara anaknya menjadi anak yang durhaka,membuat aib keluarga, itulah istidraj allah. Wallahua’alam Bissawab. .




Ini lah jalan kami











Ketika hari libur kebanyakan mahasiswa pulang kampung liburan,nyantai-nyantai dirumah pergi ketempat wisata bereakreasi, tetapi kami tetap turun kejalan yang sebenarnya kami juga bisa liburan, bereakreasi nyantai-nyantai dirumah tetapi tapi karena kami mempunyai bentuk rasa kepedulian terhadap bangsa dan negara ini jadi kami wajib berhak dan menyuarakan aspirasi rakyat, yang katanya mahasiswa adalah penyambung lidah rakyat, kalau bukan kami siapa lagi, kami turun kejalan bukan tanpa alasan tentu banyak analisis yang telah kami lakukan sebelumnya, ketika aspirasi secara langsung tidak lagi di hiraukan oleh pemerintah maka kami selaku mahasiswa yang mempunyai rasa kepedulian akan tetap turun ke jalan, tak peduli hujan membasahi tubuh ini, mentari membakar tubuh ini kami tetap bulat satu kan tekad, karena kamibukan lah mahasiswa biasa yang hanya mencari IPK 4.

Tak banyak mahasiswa yang tau akan masalah-masalah bangsa ini, dari sedikit yang tahu hanya sedikit yang sadar, dari sedikit yang sadar hanya sedikit yang peduli, dari sedikit yang peduli hanya sedikit yang mau bergerak menuntaskan kezhaliman dan membawa perubahan.

Kami turun kejalan bukan karena ingin dipuji, bukan karena ingin dikatakan seorang aktivis tetapi itulah  yang harus kami lakukan karena di darah ini mengalir darah indonesia, itu semua lahir dari hati nurani keinginan untuk menyampaikan sebuah aspirasi, meskipun kami sadar bahwa menyampaikan aspirasi tidak haru turun ke jalan, tapi sadarkah kami kawan bahwa mahasiswa di era `98 mampu bersama-sama dengan berbagai elemen masyarakat : Buruh,Tani secara bersama-sama menggulingkan resim pemerintah orde baru yang telah lama berkuasa dengan cara turun kejalan menyampaikan aspirasinya, lantas apakah kami akan berdiam diri ketika ketidakadilan,kezaliman menimpa bangsa kami.?

Bergerak atau tidaknya kami pasti akan ada cacian dan hinaan,kemudian apakah kami memilih diam meski kami tetap dihina dan dicaci, tentu tidak..!! selama nafas ini masih berhembus,jantung ini tetap berdetak kami akan terus bergerak, karena bagi kami DIAM berarti MATI.
Dan hanya orang-orang yang mempunyai militansi yang kuat yang mampu bertahan dari segala bentuk hinaan dan cacian, dengan tekad yang kuat semua akan baik-baik saja.
Inilah yang kami miliki kawan, keinginan yang kuat dan kemauan yang besar untuk berubah menjadi lebih baik lagi.
Ini lah jalan kami, jalan seorang aktivis dari dahulu sampai sekarang
Hidup mahasiswa.... !!!!!!!!!!!

Salam pergerakan.......!!!!!!!!!!!




Jumat, 12 Februari 2016

Haruskah putus asa dengan hasil IPK yang rendah???

Berapa IPK mu??

Ini lah pertanyaan angker bagi mahasiswa yang kemampuan intelektualnya menengah kebawah, padahal IPK bukan lah salah satu-satunya cara dalam mengukur  suatu kepintaran seseorang, karena kita tidak pernah tau bagaimana seseorang memperoleh IPK, bisa saja IPK tinggi hasil menyontek, melobi dosen, Dan lain-lain.

IPK atau indeks Prestasi Kumulatif bagi sebagian orang merupakan acuan keberhasilan dalam pembelajaran di dunia kampus,sehingga ipk merupakan sesuatu momok yang sangat menakukan bagi sebagian mahasiswa, dan ipk biasanya dijadikan sebagai standar persaingan antar mahasiswa, dan merupakan syarat utama bagi perusahaan dalam mencari IPK, sehingga wajar ketika mahasiswa berusaha keras dalam mencari IPK yang bagus dan cemerlang.




Namun apa daya, seperti yang di katakan pepatah “ ingin hati memeluk gunung apa daya tangan tak sampai” ternyata setelah berusaha keras agar mendapatkan IPK yang bagus, tetapi hasil nya tetap saja kurang memuaskan,IPK yang diperoleh tidak sesuai yang diharapkan atau dengan kata lain dibawah standar, sehingga membuat mahasiswa merasa galau dan putus asa, Namun kita tidak perlu menyesal dan putus asa karena Tuhan sudah mengatur kehidupan seseorang, pasti ada kekurangan dan kelebahin masing-masing pada setiap diri seseorang oleh karena itu fokuslah pada kelebihan kita dari pada menyesali dan menangisi IPK yang kita peroleh hanya membuat diri ini semakin kecewa dan putus asa lebih baik memikirkan hal-hal yang membuat kita lebih semangat, mari kita coba mulai berpekir menjadi mahasiswa yang istimewa meskipun IPK rendah, Anggaplah kuliah itu seperti menu makanan, IPK adalah nasinya, pengembangan Skill dan pola pikir adalah lauk pauknya. Mendewakan IPK sama halnya dengan hanya memakan nasi saja tanpa lauk pauk maka kita akan kekurangan gizi, seperti yang kita ketahui bahwa tujuan kuliah itu tidak hanya mendewakan IPK saja  tetapi kita juga membutuhkan soft skill dan pola pikir, bisa saja kita kita gagal mendapatkan prestasi akademik secarah yang di harapkan karena mungkin sibuk di organisasi kampus atau di komunitas yang diikuti.

Menangisi IPK yang kita peroleh karena tidak sesuai dengan harapan hanya akan membuat kita lupa bahwa kita mempunyai potensi-potensi yang tidak bisa  diukur dengan sebuah angka, bukan kah dengan mengikuti sebuah komunitas dan organisasi-organisasi selama ini telah menimpa dan mengubah pola pikir serta menambah soft skill yang dibutuhkan sebagai seorang profesional? Dengan mengandalkan soft skill bisa saja kita menjadi salah satu karyawan yang dicari-cari perusahaan, dengan pola pikir yang maju kita bisa saja menjadi orang yang berkembang dan sukses tanpa mengandalkan nilai di ijazah, karena banyak orang yang kaya dan sukses mereka tak ber ijazah, setap orang mempunyai kelebihan masing-masing, jadi haram hukumnya untuk cepat menyerah karena IPK yang rendah.

IPK tak sepenuhnya menentukan masa depan seseorang bahkan yang lebih berpengaruh adalah karakte kepeimimpinan seseorang atau jiwa leadersihpnya, terkadang banyak mahasiswa susah tidur,galau karena memikirkan IPK yang rendah, takut jika masa depan nya akan suram karena IPK yang rendah, kita tidak perlu khawatir dengan IPK yang rendah karena itu adalah hasil maksimal yang telah kita usahakan, perhatikan potensi lain yang akan membuat kita menjadi orang besar misalnya dengan memupuk jiwa kepemimpinan dengan aktif di organisi dan komunitas-komunitas yang disukai, karena banyak orang yang IPK nya rendah menjadi orang besar karena memilik jiwa kepemimpinan dan managerial yang baik.

Mendapatkan IPK yang tidak sesuai harapan akan membuat kita sadar bahwa hasil usaha tidak harus berbentuk angka,ilmu yang bermanfaat adalah hal yang utama, misal kita aktif dalam suatu organisi dan aktif terlibat dalam kegiatan-kegiatan sosial yang bisa membantu orang yang membutuhkan baik berupa pendidikan,kesehatan,ekonomi dan lain-lain,ini lebih baik dari pada IPK tinggi yang di peroleh tidak bermanfaat bagi lingkungan sekitar. Meskipun belum bisa meras bangga dengan IPK yang diperoleh sekarang, tapi pastikan kita mempunyai bekal lain yang bisa diandalkan yaitu segudang pengalaman, meskipun kita tidak bisa membawa sederetan nilai A di transkip tapi kita punya begitu banyak pengalaman yang tidak semua mahasiwa dapatkan karena kita merupakan aktivis organisasi.

Naif jika mengatakan bahwa IPK merupakan hal yang tidak penting sama sekali, tetapi naif juga menggantungkan masa depanmu pada angka-angka mati, iajazah mungkin hanya syarat pertama dalam penyeleksian berkas setelah itu perusahaan akan menggali dari dirimu kualitas yang lebih dari sebatas angka yang tertera di ijazah. Tentu perusahaan akan melakukan wawancara akan menanyakan potensi apa yang dimiliki, pengalaman, amanah yang pernah kita ambil tentu ini kan menjadi point yang sangat penting bagi kita yang sudah mempunyai soft skill dan banyak pengalaman oleh karena itu tidak boleh berkecil hati meskipun IPK rendah.

Dan kita tidak perlumengutuk diri sendiri, jika masih banyak punya waktu dan peluang, saat nya kita mengevaluasi diri cara belajar kita, jika memang cara belajar kita ada yang kurang baik di perbaiki, akan tetapi jika uasaha sudah di lakukan secara maksimal masih belum bisa mendapatkan IPK yang baik mungkin tuhan mempunyai raencana lain, dan maksimalkan di potensi kita yang lain seperti jiwa kepemimpinan,soft skill dan pengalaman.

Wallahua’alam bissawab.



Selasa, 09 Februari 2016

Menikmati malam Sambil Ngopi




Ini lah cerita kami malam ini sederhana tapi sarat akan makna yaitu Ngopii..Untuk menghilangkan kepenatan karena disibukan dengan urusan dunia disiang harinya,pada malam ini kami mencari  refreshing dengan menikmati secangkir kopi susu hangat ditemani suasana malam yang dingin dan rintik-rintik hujan yang bertaburan,tetapi tidak sekedar ngopi biasa karena kami juga sedikit berdiskusi,menghidupkan kembali budaya berdiskusi yang hampir saat ini mulai ditinggalkan oleh kawan-kawan mahasiswa,pada acara ngopi kali ini sebenarnya mengundang kawan-kawan OKP yang ada di pontianak akan tetapi karena mereka berhalangan hadir akhirnya yang bisa hadir  kawan-kawan kammi untan,Bem Fakultas Pertanian,Puskomda Kalbar. Meskipun tidak semua OKP bisa hadir ngopi kami tetap berlanjut sambil berdikusi terkait isu-isu yang sedang berkembang dan bertukar pendapat, salah satu isu yang kami disdikusikan terkait LGBT.

akhir-akhir ini media baik elektronok maupun cetak gencar sekali membertakan terkait isu LGBT,karena LGBT bukan lagi isu nasional bahkan internasional, mahkamah agung amerika serikat (as), pada sabtu (27/6/2015), secara resmi melegalkan perkawinan sejenis di seluruh negara bagian as.  keputusan itu, dinilai banyak pihak akan berpengaruh terhadap perkembangan legalisasi perkawinan sejenis di bebagai negara.  kontroversi pun segera marak di berbagai belahan dunia, termasuk di indonesia.

Di indonesia gerakan LGBT sudah sangat massiv dalam melakukan perekrutan, sehingga jika hal ini tidak dicegah akan berdampak berbahaya terhadap negara ini,seperti yang kita ketahui bahwa tidak ada satu yagama pun di indonesia yang memperbolehkan akan LGBT karena hal tersebut perilaku menyimpang yang akan merigukan orang banyak,keberadaannya tidak bisa kita elakkan lagi oleh karena itu sebelum gerakan LBT ini menyebar terlalu luas harus dilakukan pencegahan, karena sekarang LGBT tidak hanya menyerang orang umum bahkan perekrutannya udah masuk ke kampus-kampus,karena di kampus juga merupakan tempat yang strategis dalam melakukan prekrutan karena dikampus merupakan perkumpulan anak muda yang mempunyai tingkat galau yang sangat tinggi sehingga sangat mudah merekrut anak-anak muda untuk mengikuti gerakan LGBT.

Seperti yang diceritakan oleh salah satu kawan yang ikut ngopi bahwa di Untan gerakan LGBT udah mulai masuk kampus, khususnya di kampus FKIP bahkan mereka secara terang-terangan melakukan perekrutan dengan cara masuk ke kelas, jika hal ini tidak dicegah maka lambat laun gerakan LGBT di kampus akan merajalela, banyak faktor orang masuk kedalam LGBT diantaranya adalah faktor lingkungan,kejahatan seksual dan putus cinta.oleh karena itu sebagai orang yang berpendidikan yang sadar akan bahaya LGBT dan dampak negatifnya maka kita harus melakukan aksi nyata, dengan cara melakukan percendesan terhadap masyarakat khusunya di kampus,kemudian mencari data untuk di laporkan ke birokrat kampus karena kebanyakan universitas yang menolak keberadaan gerakan LGBT di kampus, dan kita harus mendesak pemerintah dengan serius menanggapi dan menyelesaikan masalah LGBT.

Sebagai seorang kaum intelek kita harus kritis Dengan marak nya pemberitaan tentang LGBT kita tidak boleh melupakan isu-isu yang lain yang juga sedang beredar,karena bisa jadi isu LGBT yang sudah sangat massive ini merupakan pengalihan isu agar isu yang lain nya tenggelam dimasyarakat,kita tetap melakukan pencerdasan  dan pencegahan tanpa melupakan isu yang lain.
ini lah cerita ngopi Kami...

Memperoleh bahagia dan Akhirat

Hari ini banyak manusia yang galau ketika masalah demi masalah datang dan tidak sedikit dari mereka mengeluarkan biayaya mahal untuk mencari kebahagiaan menyiapkan waktu pergi ke suatu tempat demi mencari kesenangan, tetapi apakah kesenangan atau kebahagiaan itu bisa didapatkan?
Semua orang mengejar-ngejar kebahagiaan, namun tidak semua orang tahu bagaimana mencari kebahagiaan sesusungguhnya, untuk mencapai kebahagiaan itu manusia tidak tahu siapa gurunya, ada yang memilih gurunya adalah nafsu, akhirnya oleh nafsu tersebut dibawa kemana-mana, dibawa ketempat maksiat, mabuk-mabukan,judi. Mereka menganggap dengan melakukan maksiat, melampiaskan nafsunya bisa mendapatkan kebahagiaan, akan tetapi justru sebaliknya yang mereka dapatkan adalah kesengsaraan, nafsu tidak pernah kenal lelah mengajak manusia terhadap kemungkaran dan hanya membuat manusia semakin hancur, hanya ada satu kunci yang akan membuat manusia mememperoleh kebahagiaan yaitu dengan menjadikan Allah sebagai gurunya, menjadikan Allah sebagai tempat memperoleh kebahagiaan, maka allah akan membimbing kita untuk memperoleh kebahagiaan seperti yang difirmankan Allah dalam surah Al-a’la.
Surah Al-a’la adalah sebuah surah yang sangat di senangi oleh Rasulullah SAW,surah yang sangat dicintai Rasulullah SAW, sampai-sampai Rasulullah suka membaca surah ini di hari-hari besar, ketika hari raya idul fitri dan idul adha rasulullah membaca surah ini juga di hari jumaat ketika beliau meanjadi imam beliau akan membaca surah ini, begitulah ahli tafsir menyebutkan keutamaan surah ini, mengapa rasulullah membaca surah ini dihari ketika rata-rata manusia hadir pada waktu itu? Karena dalam surah ini  ada sebuah deklarasi kebahagiaan yang allah ringkas kedalam dua ayat,yaitu ayat ke 14-15.
Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri (dengan beriman), dan dia ingat nama Tuhannya, lalu dia shalat. (QS al-A’la [87]: 14-15)
Dalam ayat ke 14 allah mengunakan kata Qad yang artinya “sungguh” yaitu sebuah penegasan dan ketika allah mengatakan sungguh, maka hal ini pasti benar tearjadi, tidak ada yang bisa membantah bahwa ini adalah kebenaran final jalan menuju kebahagiaan “Aflaha” dengan menggunakan fiil madhi yang artinya sudah lampau, para ahli tafsir mengatakan dan menegaskan bahwa ketika allah menggunakan fiil madhi maka hal tersebut pasti terjadi, ketika allah memastikan ini terjadi maka tidak boleh seorang mukminpun yang meragukan hal ini, lakukan hal ini dengan dengan kejujuran iman dankeyakinan maksimal maka hal ini pasti terjadi.
Dari terjemahan QS al-A’la [87]: 14-15 terdapat 3 kunci untuk memperoleh kebahagiaan yang sesungguhnya yaitu :
  • 1.      Membersihkan diri

Ketika kita mempunyai mobil atau motor tentu kita akan membersihkan nya baik mesin mau pun bagian yang lain agar bisa digunakan dengan baik dan prima, namun terkadang manusia lupa membersihkan dirinya sehingga hatinya menjadi kotor akibat perbuatan dosa yang dilakukan, kalau mesin motor jarang di bersihkan tentu akan  kotor dan tersendat-sendat jika digunakan, begitu juga dengan manusia ketika jarang membersihkan dirinya tentu ia akan tersendat-sendat dalam melaksanakan ketaatan kepada allah.
Banyak orang yang mengaku beriman tetapi mereka sibuk dengan melakukan dosa,mereka tidak sadar bahwa mereka sedang melakukan dosa, berapa banyak wanita muslimah yang membuka aurat tetapi mereka tidak menganggap bahwa itu merupakan sebuah dosa, lebih parahnya lagi banyak orang melakukan dosa berbuat maksiat secara nyata di depan banyak orang,korupsi dan kemugkaran lainnya, ketika ditanya agama nya adalah islam, melaksanakan shalat, lalu dimanakah itu sholat?,dimana keimanannya? Hampir sensitif keimanan itu hilang karena jiwa sudah kotor, ketika jiwa kotor maka tidak ada sinyal dengan allah,ketia disconnected dengan allah maka akan senang berbuat dosa karena tidak pernah memberihkan diri, dan kebahigiaan tidak akan pernah bisa di peroleh ketika jarang membersihkan diri dari segala dosa.
  • 2.      Berzikir kepada Allah SWT

Untuk membuktikan jiwa ini bersih maka harus lah berzikir kepada allah,seperti yang difirman kan allah “dan dia ingat nama Tuhannya” selalu berzikir tuhannya selalu ingat kepada Allah, ketika manusia selalu sadar bahwa dirinya selalu diawasi dan diurus oleh allah,ketika tidur jantung digerakan, darah dialirkan,diberikan oksigen dan diberi kesehatan, itu semua allah yang memberi dan menjaga, lantas pantaskah kita melupakan allah sedangkan setiap hari allah yang menjaga kita,haris adaa konvensasinya yaitu berupa zikir.
Ibadah zikir adalah ibadah yang tidak dibatasi oleh waktu, hampir semua ibadah dibatasi oleh waktu ketia shalat lima waktu,puasa ramadhan ada waktu nya sedangkan zikir kapan saja,agar selalu berzikir kepada allah SWT.
Semakin dekat dengan allah semakin kuat sinyal iman kita,semakin kuat sinyal iman kita maka semakin terjaga dari dosa,semakin bersih dari dosa maka bersihlah diri kita.
  • 3.      Shalat

Setelah zikir langkah selanjutnya melaksanakan shalat, untuk mencapai sebuah kualitas shalat yang hakiki hendaknya seseorang menjadi ahli zikir. Dan menjadikan shalat sebagai tempat menghibur diri ketika kita banyak masalah,lelah dan lesu maka shalatlah,karena shalat tempat kita tempat kita bertemu dengan allah SWT.
Nah,ketika ke 3 kunci tips memperolah kebahagian dalam surah ala’la di laksanakan maka kebahagiaan dunia akhirat akan diperoleh.

Waallahua’alam bissawab.

Senin, 08 Februari 2016

Belajar menulis



Menulis bagi sebagian orang adalah sebuah hobi,sehingga tiada hari tanpa menulis dan hari-harinya disibukan dengan menulis. Menulis sebenarnya  meruapakan subuah seni berbahasa bagaimana menuangkan ide atau gagasan dalam sebuah tulisan sehingga menjadi bahasa yang indah yang ketika orang membaca membuat tertarik dan terinspirasi karena perpaduan kata yang ditulis menjadi sebuah kalimat yang indah dan penuh makna.

Seseorang yang suka menulis akan mempunyai targetan-targetan tertentu dalam membuatan tulisan,dalam sehari berapa lembar yang harus ditulis sehingga akan produktif menghasilkan tulisan-tulisan  karena setiap ide yang di jumpai akan dituangkan dalam bentuk tulisan.
Seseorang yang suka menulis adalah mereka yang rajin membaca,berdiskusi dan sharing dengan sesama karena mereka haus akan ilmu,dan mereka sadar bahwa membaca merupakan salah satu sumber ide dalam menulis,karena membaca adalah jendala ilmu sehingga ketika rajin membaca akan banyak ilmu dan wawasan yang diperoleh dan tentu akan mempunyai banyak ide dan gagasan yang bisa ditulis.

Akan tetapi kenyataan hari ini khusunya di kalangan pelajar baik mahasiswa maupun siswa masih sedikit yang suka menulis itu dapat terlihat sedikitnya karya tulis yang dihasilkan bahkan ada yang tidak pernah membuat karya tulis,hal ini kenapa bisa terjadi? Salah satu penyebabnya karena kurangnya budaya membaca sehinnga pikiran terasa kosong dan pembicaraanpun sering kurang berbobot,inilah dampak dari kurangnya membaca, kurang memperkaya otak dengan bacaan-bacaan bergizi.

Di zaman moderenisasi ini budaya membaca dan menulis sudah  jarang diminati oleh para anak muda karena mereka lebih disibukan dengan teknologi, mereka sibuk dengan laptop, Hp dan Gadget nya setiap hari, mereka lebih suka menghabiskan waktu dengan Hp  bermain Game online,Facebook,Whatssapp dan sebangsanya dibandingkan dengan membaca dan menulis, sehingga wajar kurang produktif dalam menulis.

Yang perlu di ketahui bahwa kegemilangan peradaban itu terletak pada kebiasaan membaca dan menulis rakyatnya. Pembicaraan tentang Andalusia tak pernah lekang oleh waktu, karena ulama-ulama ketika itu gandrung sekali menulis. Begitupun peradaban gemilang di Baghdad pada masa kejayaan Khilafah Abbasiyah, karena ulama-ulama dan para ilmuwan yang sungguh produktif dalam menulis. Jika mereka produktif menulis, pastilah jauh lebih produktif dalam membaca.

Seorang penulis berkata bahwa sesungguhnya menulis adalah membaca, dan membaca adalah menulis. Ketika kita menulis, kita sedang membacakan kembali apa yang terdata di pikiran kita. Ketika kita membaca, kita sedang menuliskan di pikiran kita atas apa yang kita baca. Maka kedua hal ini adalah hal yang tidak mungkin terpisahkan. Ibarat dua keping mata uang logam yang tidak bisa dipisahkan.

Oleh karena itu buat yang masih malas dalam membuat sebuah tulisan yuk..mulai sekarang rajin membaca sehingga mempunyai banyak ide dan wawasan sehingga lebih produktif khusunya dalam membuat karya tulis.


Wallahua’alamBissawab

Minggu, 07 Februari 2016

Pemimpin bangsa hari ini

            Hari ini Indonesia kehilangan Figur pemimpin yang layak dipercaya, layak dicontoh,banyak wakil rakyat tidak lagi memperhatikan masalah-masalah bangsa,tidak lagi mementingkan kepentingan rakyat, sibuk mementingkan urusan pribadi,sibuk mengenyangkan perut sendiri sehingga masyarakat bawah menjerit dan tak heran ketika hari ini setiap hari masalah demi masalah bertubi-tubi  menimpa bangsa ini dan tak kunjung terselesaikan karena minimnya pemimpin yang bertanggung jawab,Tidak sedikit para pemimpin bangsa mulai dari tingkat menteri sampai kepemerintahan tingkat desa banyak yang kurang amanah,KKN,melakukan kemungkaran dan Maksiat.

            Kurang nya figur pemimpin yang layak di percaya dan bisa dicontoh seharusnya masyarakat indonesia bisa mengevaluasi diri, mengapa hal ini bisa terjadi? Hal ini bisa terjadi bisa jadi karena tingkah laku dan perbuatan masyarakat yang jauh dari tuhannya, maksiat merajalela,suka berlaku aniaya, miskin hati,sempit hati dan tidak peduli terhadap nasib saudaranya, sehingga allah hadirkan pemimpin yang zhalim juga.

            Seperti yang dikisahkan dalam Al-Quran Surah Al-baqarah ayat 246-252. Dikisahkan pada zaman  nabi Samuel, Ummat nabi Samuel mengadu kepada beliau bahwa mereka membutuhkan seorang figur pemimpin, mereka membutuhkan seorang raja, seorang pemimpin bangsa yang layak dipercaya.

Pada zaman nabi samuel terdapat seorang pemimpin yang korupsi,penindas, bertangan besi dan menghukum seenaknya yang bernama Jhalut, Umat bani israil yang di pimpin oleh nabi samuel meminta kepada beliau agar memohon kepada Tuhannya dipilihkan seseorang yang mampu meruntuhkan tirani kekuasaan Jalut.

“Apakah benar nanti kalian akan berjuang bersama mereka?” tanya Nabi Samuel.
Nabi samuel tahu benar bahwa ditengah masyarakat yang korup,Miskin hati,sempit hati, suka berlaku aniaya dan tidak peduli terhadap nasib saudaranya akan dihadirkan pemimpin yang zhalim pula. Bagaimana mungkin masayarakat yang tidak peduli terhadap kejahatan mampu membendung terhadap pemerintahan yang zhalim? Bagaimana mungkin pemerintah yangkotor butuh pemerintah yang bersih?.Nabi samuel mengingatkan masyarakatnya mengubah dulu sikap dan sifat jelek mereka, bersihkan dulu segala kotoran badan dan hati,jangan acuh tak acuh.

Singkat cerita akhirnya Allah memilihkan seorang penyelamat bagi bangsa bani israil dengan mengirim Thalut sebagai pemimpin mereka, ketika Thalut memimpin mereka barulah ketahuan siapa yang berjuang atas dasar hati nurani yang bersih dan berangkat dengan hati yang kotor, mereka yang bersifat kotor tumbang ditengah jalan.

Maka tatkala Thalut keluar membawa tentaranya, ia berkata, “Sesungguhnya Allah akan menguji kamu dengan suatu sungai. Maka siapa di antara kamu meminum airnya; bukanlah ia pengikutku. Dan barangsiapa tiada meminumnya, kecuali menceduk seceduk tangan, maka dia adalah pengikutku.” Kemudian mereka meminumnya kecuali beberapa orang di antara mereka. Maka tatkala Thalut dan orang-orang yang beriman bersama dia telah menyeberangi sungai itu, orang-orang yang telah minum berkata, “Tak ada kesanggupan kami pada hari ini untuk melawan Jalut dan tentaranya.” Orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Allah berkata, “Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. al-Baqarah [2]: 249)

            Pada saat Thalut dan kaumnya sedang mengadakan perjalanan menumpas Jhalut dan tentaranya mereka menemui sebuah sungai, Tuhan mereka melarang untuk meminum air sungai kecuali melepas dahaga semata, tetapi akhirnya mereka kalah dengan godaan syetan sehingga banyak dari pengikut Thalut yang meminumnya secara berlebihan, dan ketika sebagian besar pengikut Thalut meminum air di sungai secara berlebihan, mereka tidak mampu lagi berjalan , tidak mampu lagi meneruskan perjuangan berhenti di tengah jalan.

            Akhirnya thalut mempunyai sedikit tentara, tetapi karena yang sedikit berjuang karena allah mereka akhirnya menang melawan Jalut yang terbunuh oleh Thalut, Jalun tumbang bukan dengan pedang samurai, Jalut mati di tangan Thalut hanya dengan sebuah Ketapel.

            Hikmah yang dapat di ambil dari kisah ini adalah keteguhan hati ummat nabi samuel yang masih tersisa melahirkan pemimpin handal pilihan allah. Maka terkait dengan kondisi bangsa dan negara indonesia saat ini, jika indonesia ingin memiliki pemimipin yang berkualitas, bersih dari segala bentuk KKN maka terlebih dahulu kita bersama-sama bertaubat, membersihkan diri, tidak acuh tak acuh terhadap kondisi sesama dan tidak ikut melakukan kemungkaran baru allah akan menghadirkan pemimpin yang baik dan  berkualitas yang akan membawa bangsa indonesia menuju perubahan yang lebih baik.

Wallahua’alamBissawab.