Pages - Menu

Senin, 29 Februari 2016

pentingnya jiwa kepemimpinan


Sejatinya manusia dilahirkan menjadi sebagai seorang pemimpin,pemimpin bagi diri sendiri, pemimpin bagi keluarga, pemimpin bagi anak istrinya akan tetapi tidak semua orang mempunyai jiwa kepemimpinan atau jiwa leadership dan managerial yang bagus, ini akan nampak dari aktivitas yang dilakukan sehari,bagaimana ia bertingkahlaku,bagaimana menghadapi suatu masalah,bagaimana ia berbicara semuanya akan nampak apakah ia mempunya jiwa leadershi atau tidak. Pemimpin sejati tidak lahir dari sebuah training, pemimpin sejati tidak lahir dari Screening, akan tetapi pemimpin sejati akan lahir ditengah himpitan yang sangat berat, ia akan mampu lahir dan membantu orang lain.

Pemimpi sejati akan lahir dari orang-orang yang tebiasa menghadapi masalah besar, dari situ akan nampak jiwa kepemimpinan nya, sebagai seorang pemimpin sejati akan mampu menyelesaikan masalah yang ia hadapi seberapa besar pun itu bahkan masalah demi masalah yang ia hadapi akan menjadikan ia semakin terlatih jiwa kepemimpinannya, sebalik nya seorang pecundang akan selalu mengeluh ketika masalah-demi masalah dihadapi, ia tidak berjiwa besar dalam menghadapi hal tersebut karena tidak mempunyai jiwa leadership yang baik.

Sebagian orang menganggap bahwa seorang ketua organisasi dan semacamnya adalah seorang pemimpin, padahal seorang ketua belum tentu bisa menjadi seorang pemimpin, kebanyakan seorang ketua hanya bisa menyuruh,memerintah bawahannya tanpa ia juga mau mengerjakannya, padahal seorang ketua bisa dikatakan pemimpin yang baik jika ia bisa mengayomi dan memberikan teladan yang baik,seorang pemimpin yang baik akan selalu memperhatikan bawahannya, ia akan turut ikut serta dalam suatu pekerjaan tidak hanya menyuruh bawahannya. Misalnya dalam suatu kepanitiaan seorang ketua belum tentu bisa menjadi seorang pemimpin bahkan biasanya seorang ketua bagai seorang bos atau atasan dan mengganggap staf nya sebagai bawahan atau karyawan, apakah ketua panitia seperti ini layak dikatakan sebogai seorang pemimpin?? TIDAK kawan....

Dalam suatu kepanitiaan apapun pekerjaan yang diamanahkan kepada kita jangan berkecil hati meskipun kita hanya sebagai seorang staff tunjukan bahwa kita bisa menjadi seorang pemimpin dibanding kan seorang ketua panitia yang hanya bisa menyuruh dan memerintah tanpa turut serta dalam pekerjaan tersebut, tunjukan dengan kerja,sikap dan tingkah laku kita bahwa kita sebagai staff lah yang sebenarnya layak dikatakan seorang pemeimpin yang sebenarnya.

Untuk menjadi seorang pemimpin yang sebenarnya tidak perlu harus menjadi seorang sarjana, bahkan lulusan SD pun bisa menjadi seorang pemimpin sejati, banyak orang-orang yang tidak berpendidikan tinggi tapi ia bisa menjadi bos, bisa menjadi pengusaha mempin sebuah perusahaan besar bahkan bisa membantu orang lain dengan cara membuka lowongan pekerjaan bahkan banyak sarjan yang menganggur karena tidak punya pekerjaan, hal ini menandakan bahwa ia masih belum bisa memimpin dirinya sendiri,tidak mampu memanejemin dirinya tidak mempunya rekayasa kehidupan kehidupan nya mengalir begitu saja tanpa mempunyai visi hidup.

Menurut dahlan iskan jika kita ingin sukses tidak harus ahli didalam bidangnya akan tetapi bukan berarti menjadi orang yang ahli dibidangnya tidak bisa menjadi sukses, bahkan sebenarnya bisa lebih sukses dari orang yang tidak mempunya keahlian dalam bidang tertentu. Dahlan iskan pernah menjadi sorang mentri BUMN bukan berarti ia ahli di bidang tersebut, akan tetapi beliau di angkat menjadi mentri karena beliau mempunyai jiwa leadership dan manegerial yang bagus. Itu sebabnya mengapa jiwa kepemimpinan dan managerial yang baik sangat penting bagi kehidupan dan masa depan kita.


Jumat, 26 Februari 2016

Tumpulnya kekeritisan mahasiswa

Tulisan ini dibuat karena kegelisahan penulis  melihat kondisi mahasiswa dikampus kurang menunjukan taringnya sebagai mahasiswa yang sebenar-benarnya mahasiswa, disetiap orientasi mahasiswa baru seringkali  di dengungungkan bahwa mahasiswa adalah agen perubahan (Agen of change), akan tetapi kata tersebut hanya sebatas kata yang kurang prakteknya, banyak mahasiswa yang study oriented yang ada di dalam pikiran nya hanya kuliah,mengejar SKS kemudian membuat skripsi,mencari IPK tinggi sehingga apatis terhadap keadaan kampus. berawal dari hal tersebut membuat kekeritisan mahasiswa berkurang. Dalam perkuliahanpun dosenpun jarang mengajak mahasiswa untuk juga peka terhadap keadaan lingkungan hanya terfokus pada mata kuliah yang di ampuhnya.

Di kampus juga terdapat organisasi internal kampus atau lembaga mahasiswa tempat mahasiswa belajar mengembangkan diri,mengupgrade diri,menambah kapasitas keilmuan nya dan juga menambah soft skill.  lembaga mahasiswa juga bertujuan untuk menanamkan budaya kritis dan kepekaan sosial kepada setiap mahasiswa terhadap internal universitas dalam hal mengkritisi setiap kebijakan rektorat beserta jajarannya maupun persoalan terhadap pemerintahan negara.
Namun realita saat ini kegiatan-kegiatan lembaga kampus yang bisa menambah kekeritisan mahasiswa mulai berkurang bahkan bisa dibilang tidak ada. Organisasi intra kampus sudah jarang mendiskusikan isu-isu lokal maupun nasional terkait permasalahn hukum,ekonomi sosial dan budaya padahal pasca kampus kita akan menghadapi hal tersebut secara langsung. Diskusi organisasi intra kampus hanya dipenuhi dengan agenda-agenda internal. Mulai dari acara orientasi mahasiswa baru hingga musyawarah mahasiswa, sehingga seiring berjalannya waktu banyak mahasiswa yang tumpul kekeritisannya.

Organisasi intra kampus yang seharusnya mengadakan kegiatan-kegiatan yang menambah kekeritisan mahasiswa malah lebih banyak kegiatan yang kurang bermanfaat bahkan bisa dibilang bahwa organisasi intra kampus hanya sebagai event organizer, organisasi intra kampus yang seharusnya menyajikan kegiatan-kegiatan yang progresif kepada mahasiswa, justru saat ini hanya membuat event-event yang hanya bersifat kesenangan (hura-hura) di kalangan mahasiswa itu sendiri. Seperti menyajikan event-event musik, lomba-lomba olahraga bahkan sampai ada lomba game online, mirisnya tidak sedikit mahasiswa yang justru menggemari event yang disajikan tersebut.Padat nya even-event tersebut hanya membuat mahasiswa jauh dari pengkajian keilmuan, penelitian, dan membuat mahasiwa tidak peduli dengan kebijakan-kebijakan kampus.

Sudah seharusnya organisasi intra kampus/lembaga mahasiswa menyelenggarakan event yang lebih berguna, seperti seminar-seminar keilmuan dan isu-isu nasional diperbanyak ‒minimal mengajak mahasiswa diskusi- diskusi di pojokan kampus dan tentunya tidak perlu mengerluarkan banyak biaya.
Kerena lembaga mahasiswa adalah suatu sarana terbaik untuk pembelajaran organisasi dan kepemimpinan di lingkungan internal kampus sekaligus untuk menciptakan rantai intelektual, budaya kritis terhadap segala sesuatu dan kepekaan sosial mahasiswa itu sendiri.



PERAN PENTING MK DALAM MELAHIRKAN REGENERASI





Di usia yang hampir mencapai 18 tahun tidak bisa dipungkiri bahwa gerakan KAMMI telah melahirkan banyak alumni dan kaum intelek yang bergerak dibidang nya masing-masing, yang mengisi ruang-ruang pengabdian ditengah-tengah masyarakat dan Negara.  Mereka tampil di eksekutif, legislative, yudikatif, swasta maupun di kalangan professional, kiprah mereka kadang mengejutkan gerakan yang usianya hampir setengah abad baik dalam profesionalitas, integritas, penguasaan wawasan dan jaringan.
mereka lahir dari Gerakan KAMMI, Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia. Dengan segala perangkat dan manhaj kaderisasi didalamnya. Salah satu rahim utama gerakan KAMMI adalah Madrasah KAMMI yang diawal-awal dikenal dengan Taklim Pekanan.
 Dalam Manhaj Kaderisasi KAMMI kita mendapatkan sebuah penjelasan tentang apa itu Madrasah KAMMI. Madrasah KAMMI (MK) adalah sarana kaderisasi bagi seluruh kader yang telah mengikuti DM ( Daurah Marhalah ), yang dilakukan secara berkesinambungan untuk meningkatkan kualitas kader sesuai dengan IJDK (Indeks Jati Diri Kader) KAMMI.
Jika di ibaratkan sebuah tubuh MK adalah jantung dari gerakan KAMMI secara keseluruhan. Ia yang akan memompa semua darah yang diperlukan dalam aktifitas KAMMI yang begitu banyak baik itu aktifitas Ruhiyah, Fikriyah maupun Jasadiyah para kadernya. Kita bayangkan jika jantung ini rusak atau sekedar berhenti berdetak sebentar saja maka akan terpengaruh pada semua gerakan KAMMI baik personal setiap SDMnya maupun output dasri semua kegiatan didalam tubuh KAMMI, maka oleh karena itu MK merupakan peranan yang sangat penting dalam menyiapkan generasi selanjut nya agar regenerasi dalam gerakan KAMMI bisa berjalan dengan baik.
Untuk merancang madrasah KAMMI yang efektif dan dinamis terlebih dahulu harus mengetahui kondisi madrasah KAMMI yang ada pada hari ini,sehingga kita bisa menganalisis kekurangan dan kelibihan nya,dengan mengetahui kekurangan nya kita bisa memulai langkah baru yang strategis demi perbaikan madrasah KAMMI kedepannya. kondisi hari ini bahwa MK mempunyai masalah yang sangat mendasar, Masalah ini selanjutnya mempengaruhi  unsur-unsur penting di dalamnya seperti pemandu dan peserta itu sendiri. Tetapi sebelum jauh masuk kesitu, saya akan sedikit mencoba menguraikan permasalahan apa saja yang dihadapi MK sekarang. 
Pertama kurang nya kesadaran kader untuk belajar,sehingga banyak kader yang kurang memahami materi,yang kemudian hal ini dibiarkan saja sehingga berdampak terhadap pengatahuannya, dan membuat rasa ingin tahu mereka berkurang dan berdampak terhadap kondisi madrasah KAMMI yang kurang sehat karena mereka malas menghadiri MK.
Kedua, tidak adanya kesadaran kader Anggota Biasa 2 (AB2) untuk memandu. Dari sisi inilah salah satu krisis bagi MK yang paling besar. Tidak mudah memang untuk mengalokasikan waktu untuk mendidik kader. Apalagi agenda gerakan begitu padat. Ditambah lagi dengan kesibukan masing-masing pemandu dengan agenda-agenda pribadinya (belajar, kuliah, dll). Dan terkadang kurangnya pemahan pemandu terhadap materi yang ingin disampaikan  membuat pertemuan MK menjadi membosan kan yang membuat adik-adik yang mengikuti MK kurang betah dan akhirnya lambat laun mereka akan menghilang.
Ketiga, tindak lanjut pasca MK. Sebagaimana yang sudah dijelaskan dimuka, MK dilaksanakan selama delapan bulan. Saya pikir interval waktu tersebut cukup untuk menghabiskan pembahasan seluruh materi di dalam kurikulum. Tetapi tidak cukup untuk menjamin kader agar bertahan di KAMMI. 
Nah, dari ketiga masalah tersebut intinya menumbuhkan kesadaran dalam belajar,dan pemandu harus mempunyai banyak cara atau ilmu dalam mengelola MK sehingga adik-adik tidak bosan dalam menghadiri MK dan membuat kesan pertama MK semenarik mungkin sehingga adik-adik semangat dalam mengikuti MK, dan selalu membuat suasana baru dalam mengisi MK, dan pasca MK usahakan adik-adik menjadi pemandu sehingga terus terjadi regenerasi dalam gerakan KAMMI. Dan evalusai juga sangat penting untuk kelancaran MK.
Kelompok MK ibaratkan sebuah keluarga ada orang tua dan anak-anaknya,tentu agar supaya seorang anak tumbuh berkembang menjadi dewasa dan mempunyai keperibadian yang bagus tentu butuh kasih sayang dan perhatian lebih dari seorang tua sehingga kelak anak tersebut menjadi seperti apa yabg di harapkan orangtua pada umumnya, akan tetapi jika orangtua kurang perhatian dan kasih sayang tentu ia akan mencari perhatian dan kasih sayang di tempat lain sehingga ia mencari komunitas lain yang seperti anak tersebut ingin kan,jika anak tersebut salah mencari komunitas dan salah dalam pergaulan maka tingkah lakunya akan buruk. Begitu juga dengan MK jika Pemandu di ibaratkan orangtua jika pemandu perhatian kepada adik-adiknya,menanyakan kabar jika tidak datang ditanya ,memberikan solusi atas masalahnya tentu adik-adiknya akan betah dalam MK tersebut,namun jika pemandu kurang perhatian cuek,acuh tak acuh sehingga terkadang MK nya kurang efektif dan adik-adik nya akan mencari tempat lain yang di anggap lebih ia senangi dari pada MK yang sekarang dan lama-kelamaan MK nya bubar. Ini lah peran penting seorang Pemandu.

Note : Tulisan ini dibuat sebagai syarat untu mengukuti DPMK (Daurah Pemandu MK) 

Kamis, 25 Februari 2016

Sahabat Sejati




Bismaillah

Disekeliling kita banyak sekali seorang sahabat,mulai dari sahabat kecil teman bermain,sahabat sekelah,sahabat kampus bahkan tidak hanya di dunia nyata di dunia maya pun kita mempunyai teman,ratusan mungkin ribuan sahabat yang kita kenal. Namun yang jadi pertanyaan apakah sahabat yang kita kenal adalah benar-benar seorang sahabat,apa kah ia sahabat sejati kita, atau mungkin ia hanya seorang sahabat formalitas saja, karena kenal di suatu tempat,di sekolah,di kampus satu tempat duduk sehingga dengan terpaksa menjadi sahabat kita. Seorang sahabat akan mempengaruhi kita bagaimana cara kita bergaul,bagaimana kita bertingkahlaku, jika kita salah mencari sahabat maka kita akan terjerumus dengan hal-hal yang buruk, bahkan mengajak kita untuk masuk neraka.

Oleh karena itu kita harus benar-benar dalam mencari sahabat karena terkadang ada sahabat yang hanya memanfaatkan kita bahkan ingin menjatukan dan menyakiti kita. Carilah sahabat sejati yang jika bersahabat dengannya mengajak kebaikan dan mendekatkan diri kita kepada sang Pencipta.
Sahabat sejati adalah ia yang selalu mengingatkan tatkala kita lupa dan menasehati kita secara halus jika kita bersalah, ia akan selalu senantiasa memotivasi kita tatkala kita rapuh dan ia selalu ada tatkala, ia tak akan segan mengajak kita melakukan kebaikan dan tak segan melarang kita jika akan melakukan kesalahan, ia akan selalu menuntun kita kejalan yang mendekatkan kita Kepada Allah, dan senantiasa menjadikan nabi muhammad sebagai suri tauladan.Namun apakah hari ini masih ada sahabat sejati seperti yang disebutkan diatas?.  Jika kita berusaha menjadi teladan yang baik allah akan mempertmukan kita pada sahabat yang baik.

Sahabat sejati memberi tanpa minta imbalan,menasehati tanpa diminta. Sahabat sejati senantiasa memberikan cinta, membangun ukhuwah serta memberikan kasih dan sayang, dalam doa malam mengalir nama-nama sahabatnya, berani berkorban dan rugi untuk sahabatnya. Semuanya dipersembahkan untuk sahabatnya, satu keinginan nya bila ia mencintai sahabatnya ia berharap allah  mencintainya pula.

Sahabat sejati tak pernah menukar cinta dengan uang atau harta. Tak mengukur ukhuwah dengan selalu memberi, tak membagi kasih an sayang dengan sebuah pujjian,. Namun ia berikan semua untuk satu satu harapan yaitu surga yang penuh kenikmatan. Oleh karena itu carilah teman sejati dan jadilah teman yang sejati.

Alkisah,suatu hari dizaman Rasulullah ada dua orang sahabat baik yang bekerja sebagai pengembala kambing. Pada suatu hari sahabat yang pertama bertanya kepada sahabat yang kedua “ apakah benar engkau sahabat ku yang benar-benar sahabat?”, sahabat yang kedua menjawab “bukan kah kita dari kecil hingg besar selalu bersama dan saya tak pernah menyakitimu. Apa lagi bukti yang engkau inginkan bahwa aku ini adalah sahabatmu yang baik?” kemudian sahabat pertama membentak “sesungguhnya engkaulah manusia yang paling pendusta”, sahabat yang kedua tadi kebingungan dan bertanya “ apa kesalahan ku sehingga engkau berkata seperti itu, kemudian sahabat pertama berkata “pulanglah engkau kerumahmu dan kembalilah besok jika engkau udah ketemu jawabannya.

Seharian sahabat kedua tadi mencari sebab kemarahan sahabat pertama namun tak kunjung mendapatkan nya, akhirnya esok hari sahabat kedua kembali menemui sahabat pertama dan berkata” wahai sahabatku puas sudah saya seharian mencari jawabannya namun tak kunjung saya dapatkan,katakan lah sahabat apa kesalahanku hingga engkau sangat marah” sambil menangis  tersedu-sedu. Sahabat pertama menatap wajah sahabat kedua dengan sangat tajam dan berkata kesahabat yang kedua” pernah engkau mengingatkan ku supaya mengucapkan kalimat syahadat dan bershalawat kepadi nabi Muhammad SAW ketika kita beristirahat saat lelahnya kerja ketika berbicara?” sahabat kedua menggeleng.

“Pernah engkau mengingatkanku untuk segera shalat ketika mendengar suara azan?” lagi-lagi sahabat kedua menggeleng. “ pernah engkau menasehatiku berpuasa ketika bulan ramadhan dan berzakat? Lagi-lagi sahabat kedua menggeleng kepala dengan gerimis tangisnya yang kian membasah.

Kemudian yang terakhir “ pernah kah engkau mengajak aku menunaikan ibadah haji jika kita dikarunia rejeki yang berkecukupan?” sahabat kedua terus menangis tersiak-siak. “tidak pernah bukan, lantas layakah engkau bergelar sahabatku, bahkan engkau tak pernah membawaku melarikan diri dari neraka jahannam, inikah yang sebenar-benarnya sahabat?”.

Semoga bisa mengambil hikmah dari kisah diatas.
Tulisan ini terinspirasi dari buku Islam KTP.


Wallahua’alam bissawab.

Masalah demi masalah


Setiap manusia akan ditimpa dengan berbagai masalah,karena itulah cara tuhan ingin melihat seberapa besar kualitas kita dalam menyelesaikan masalah tersebut dan masalah demi masalah menimpa kita sebagai ujian apakah kita layak naik kelas menuju ketingkat selanjutnya. Ibaratkan seorang siswa untuk menaiki jenjang yang lebih tinggi mereka harus mengikuti ujian untuk melihat kapasitas kemampuan nya apakah ia layak untuk pindah kelas yang lebih tinggi, begitu juga dengan hidup ini,masalah demi masalah akan selalu kita hadapi agar kita menjadi orang yang berkualitas.

Masalah yang kita hadapi pasti bisa kita selesaikan, karena Allah membebani suatu hamba sesuai dengan batas  kemampuan nya. Segelas  air akan terasa asin jika diberi sesendok garam akan tetapi jika air laut di kasi sesendok garam ia tidak akan bisa asin,jika sesendok garam di ibaratkan masalah akan terasa berat menghadapi masalah tersebut karena pikiran kita sempit menghadapinya,namun jika kita menghadapi masalah dengan pikiran terbuka dengan bijak maka masalah tersebut bukan lah suatu beban yang memberatkan. Namun terkadang cara pandang seseorang dalam menyikapi masalah tersebut berbeda-beda sehingga ada orang-orang yang biasa-biasa saja dalam menghadapi masalah, bahkan terkadang ada orang yang semakin tertantang dan terpacu ketika ada masalah karena ia yakin dengan masalah tersebut ia bisa berlatih dan menimpa diri untuk menjadi lebih baik, tetapi ada orang yang menghadapi setiap masalah adalah suatu beban sehingga hari-hari yang dijalani hanya dengan keluh kesah karena masalah yang menimpanya.


Kita hidup sebenarnya untuk menyelesaikan masalah, karena sejatinya hidup ini adalah masalah,tidak ada hidup tanpa masalah,masalah akan selesai ketika kita sudah mati, ibarat kan orang sekolah jika udah tamat sekolah baru ujian tersebut tidak akan ada lagi. Setiap masalah yang kita hadapi adalah cara allah memberikan kita pelajaran agar kita bisa belajar dari masalah tersebut, karena masalah bisa kita jadikan kita guru yang terbaik. Ketika ditimpa kemelaratan,kesempitan,mendapatkan cacian mungkin allah ingin mengajarkan kan kita arti kesabaran. Oleh karena hadapi masalah dengan penuh senyuman dan pikiran positif sehingga masalah demi masalah yang menimpa kita membuat kita menjadi orang yang lebih baik lagi. Sabar juga merupakan salah satu kunci menghadapi masalah. Banyak orang yang kurang sabar karena mereka kurang paham dan kurang bijak  dalam menghadapi masalah yang terlintas dalam pikiran nya bahwa masalah adalah sesuatu yang sangat memberatkan dan menyakitkan.

Selasa, 23 Februari 2016

Semangat Mengerjakan SKRIPSI








Skripsi oh skripsi,ia itulah tugas akhir bagi mahasiswa semester akhir, skripsi adalah sarat seseorang menjadi sarjana,sepintar apapun orang tersebut jika masih belum selesai mengerjakan skripsi kepintaran nya belum bisa diakui karena belum mendapatkan tanda bukti berupa ijazaah. banyak mahasiswa yang dibuat galau akibat skripsi dan menganggap skripsi adalah suatu momok yang menakutkan apalagi mendengar cerita dari senior yang belum selasai mengerjakan kan skripsi yang lebih banyak lika-likunya. Mengerjakan skripsi sebenarnya bukan masalah kepintaran dan semangat tapi yang terpenting adalah niat mengerjakan skripsi. Dibutuhkan niat sekuat baja sehingga cita-memakai toga bisa tercapai.

Masih banyak mahasiswa tua yang masih asyik menyandang mahasiswa bukan tidak pintar akan tetapi mereka belum fokus mengerjakan skripsi,ada yang sibuk dengan organisasi sehingga melupakan skripsi ada yang sambil bekerja, buka usaha bahkan ada yang menikah. Hal tersebut bukan lah masalah akan tetapi fokusnya akan terbagi, disisi lain mereka harus mengurus masalah kerjaan,ngurus usaha,ngurus keluarga dan dengan waktu yang bersamaan harus menyelesaikan tugas skripsi, sehingga agak lama menyelesaikan skripsi, sebelum kita ingin melakukan hal lain kita harus mempertimbangkan terlebih dahulu mengukur kemampuan kita, apakah dengan melakukan beberpa pekerjaan kita akan bisa fokus mengerjakan skripsi. Karena skripsi ini ibaratkan sebuah pasangan suami istri, ia butuh perhatian dan kasih sayang sehingga bisa selalu bersama dan tentu pasangan kita tidak ingin diduakan, begitu juga skripsi ia butuh perhatian lebih agar bisa fokus mengerjakan nya.

Dan yang tidak bisa di pungkiri musuh yang paling berat dalam mengerjakan skripsi adalah Lima kata yaitu “MALAS”, jika penyakit ini menyerang diri kita dan jika di biarkan maka skripsi tidak akan pernah selesai tidak ada lagi senjata yang bisa melawannya salah satu caranya dengan memaksa dan melawan kemalasan tersebut, karena menunda-menunda skripsi berarti kita telah menunda banyak hal,misal nya kita harus menunda jadi PNS, meunda bekerja di perusahaan ternama karena hal tersebut bisa kita peroleh jika sudah sarjana, bahkan ada celotehan sehari menunda skripsi berarti sehari menunda pernikahan ( yang ini abaikan,hehe).

Ada kata-kata bijak yang menjadi andalan mahasiswa tingkat akhir adalah “mungkin skripsi tidak selesai tepat waktu, tapi ia akan selesai di waktu yang tepat” seolah hal tersebut menjadi pembenaran bahwa berlama-lama menyelesaikan skripsi tidak apa-apa mungkin belum waktunya,toh nanti akan selesai juga di waktu yang tepat. Memang benar skripsi akan selesai di waktu yang tepat, akan tetapi jika tidak dikerjakan dan menunda-nunda dalam menyelesaikan nya,kapan nunnggu waktu yang tepat? (coba pikirkan, heheh). Kita harus ingat bahwa semakin lama kuliah akan ada orang yang terzholimi yaitu orangtua yang membiayai kita kuliah,tentu orang tua akan menginginkan anak nya untuk cepat selesai lulus kuliah agar bisa mendapat pekerjaan dan bisa membantu dan membahagiakan nya, tetapi kalau kita lama menyelesaikan kuliah malah bukan membahgiakan tapi mengecewakannya karena menambah pengeluaran orang tua membiayai kuliah kita.

Kita harus mempunyai niat yang sungguh-sungguh dalam menyelesaikan skripsi dan harus bermental baja, karena kita akan selalu melakukan revisi,revisi dan revisi. Mahasiswa biasanya suka menyerah ketika skripsi tidak kunjung bagus, ya ia lah namanya juga skripsi pasti ada revisi, karena tidak ada skripsi tanpa revisi, agar skripsi kita bisa bagus seperti yang diingan kan dosen. Profesor sekalipun jika membuat karya ilmiah pasti ada revisi, apalagi kita yang baru belajar, akan tetapi jika kita mempunya niat dan sabar insyaallah akan selesai juga.

Masalah juga bagi mahasiswa, lama menyelesaikan skripsi karena jarang berkonsultasi dengan dosen pembimbing,meskipun kita sudah punya ide dan konsep jika kita jarang berkonsultasi maka akan lama juga dalam menyelesaikan skripsi karena konsep dan ide kita belum tetntu benar di mata dosen pembimbing, dan kita harus mempunyai hubungan yang baik dengan dosen pembimbing karena bagaimanapun juga beliau lah yang menentukan apakah kita bisa seminar dan sidang, jadi kita harus pandai-pandai cari perhatian dengan dosen pembimbing,hehe

Jadi intinya jika skripsi ingin selesai KERJAKAN....KERJAKAN....KERJAKAN.... dan jangan lupa berdoa meminta kepada yang maha kuasa agar dipermudah dalam pengerjaan nya karena apapun usaha kita hasil akhirnya allah juga lah yang menentukan.

NOTE : Tulisan ini di buat oleh saya (Badaruddin) selaku mahasiswa semester atas untuk membuat motivasi dan semangat dalam menyelesaikan Skripsi karena saya sendiri masih baru mulai dalam menyelesaikan nyaa. Semoga di permudah oleh Allah. Aamiieen....



Senin, 22 Februari 2016

Indahnya saling tolong menolong dalam kebaikan



Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebaikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya. (QS.Al-Maidah Ayat 2)

Hidup akan terasa indah jika bebagi dengan tulus dan ikhlas, saling tolong menolong tanpa pamrih. Begitulah seharusnya manusia berbuat, karena kita makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendirian tanpa bantuan orang lain dan suatu saat pun kita pasti akan butuh bantuan orang lain. Betapa senang nya kita jika dalam kondisi kesusahan dan butuh bantuan orang lain tiba-tiba ada seseorang datang yang membantu kita. Misal ketika ketika hendak pergi kesuatu tempat dengan menggunakan kendaraan speda motor tiba-tiba ditengah jalan motor mogok secara mendadak, jauh dari tempat bengkel dan kita harus mendorong sepanjang jalan sampai menemukan tempat bengkel motor,tiba-tiba datang seorang penggguna jalan dari belakang yang hendak membantu mendorong motor kita yang mogok dengan menggunakan motornya, betapa bahagia nya kita ada orang menolong di waktu yang tepat.

Begitulah yang terjadi pada seorang anak perempuan penjual koran yang memperoleh bantuan dari seorang anak laki-laki yang masih kecil penjual kue, ketika itu ada sebuah tayangan di sebuah chanel TV swasta yang sangat memberikan pelajaran berharga,ada seorang anak perempuan penjual koran akan tetapi koran tersebut sedikit basah karena kena percikan air hujan, koran tersebut ingin dijual seharga dua puluh ribu, ia menawarkan koran disepanjang jalan kepada orang-orang yang ia jumpai,namun koran yang ditawarkan tak ada seorang pun yang mau membeli koran tersebut dikarenakan mahal dan juga sedikit basah, anak perempuan tersebut tidak putus asa sampai akhirnya ia bertemu dengan seorang anak laki-laki yang masih kecil memakai sepeda anak tersebut bernama eko, kemudian penjual koran tersebut menawarkan korannya kepada eko dengan segala kerendahan hati meskipun korannya agak mahal dan basah eko tetap membeli koran tersebut karena ingin membantu penjual koran yang menjual koran tidak kunjung laku.

Setelah mencari tahu tentang asal usul eko ternyata eko adalah anak sorang ibu yang mempunyai penyakit ginjal dan ayahnya meninggalkan mereka tanpa keberadaan yang jelas dimana ayahnya. eko masih duduk dibangku SD yang setiap harinya menjual kue,tetpi dengan ketulusan hatinya meskipun hasil penjualan kue nya tidak seberapa ia tetap membeli koran tersebut karena ia tahu bahwa si penjualan tersebut butuh bantuan nya. Bagaimana dengan kita? Bisakah kita seperti eko meskipun masih kecil

Dari kisah diatas dapat di ambil pelajaran bahwa menolong orang lain tidak harus kita kaya,akan tetapi selama kita masih bisa membantu orang lain maka kita harus membantu nya,karena sebenarnya apa yang kita kerjakan akan berdampak pada diri kita sendiri. Allah tidak tidur, allah maha melihat jika kita suka membantu orang lain dalam kesusahan maka kelak jika kita membutuhkan bantuan orang lain maka allah akan menurun kan bantuan kepada kita dengan berbagai cara yang allah kehendaki.
Sesuatu yang kita kerjakan tidak akan berarti tanpa adanya ketulusan yang hakiki,begitu juga dengan menolong orang lain akan terasa nikmat jika datang dari hati nurani tanpa embel-embel yang lain.